Langsa | TribuneIndonesia.com – – Isu rencana aksi demonstrasi jilid ketiga dengan tema “Jadup Jeffry Sentana Dua Periode” mulai menjadi perbincangan publik di Kota Langsa. Namun di tengah dinamika tersebut, masyarakat perlu melihat persoalan ini secara objektif dan tidak terjebak dalam narasi politik yang justru dapat mengaburkan substansi persoalan.
Bantuan Dana Hidup (Jadup) bagi masyarakat terdampak bukanlah program yang lahir begitu saja. Realisasi anggaran tersebut merupakan hasil dari proses panjang, koordinasi lintas lembaga, hingga lobi yang dilakukan Pemerintah Kota Langsa kepada pemerintah pusat. Tidak sedikit energi, waktu, dan upaya yang harus dicurahkan agar aspirasi masyarakat dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang nyata.
Faktanya, tahap pertama bantuan Jadup telah berhasil direalisasikan. Ini membuktikan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Ada kerja nyata yang sedang berjalan. Ada proses yang sedang dituntaskan. Dan ada komitmen yang sedang diperjuangkan.
Karena itu, sangat disayangkan jika perjuangan tersebut kemudian dipelintir menjadi komoditas politik murahan. Kritik tentu sah dalam negara demokrasi, namun kritik yang dibangun di atas kepentingan politik sesaat justru berpotensi merugikan masyarakat itu sendiri.
Publik harus memahami bahwa mengurus pemerintahan bukan seperti membalikkan telapak tangan. Tidak semua persoalan dapat diselesaikan dalam hitungan hari atau minggu. Apalagi menyangkut anggaran negara yang harus melalui mekanisme administrasi, verifikasi, serta persetujuan berbagai pihak.
Masyarakat Langsa tentu berharap seluruh bantuan dapat segera terealisasi. Namun harapan tersebut juga harus dibarengi dengan pemahaman bahwa setiap kebijakan memiliki tahapan dan prosedur yang wajib dilalui. Menuntut percepatan boleh, tetapi mengabaikan proses adalah bentuk ketidakadilan terhadap kerja keras yang telah dilakukan.
Hari ini, yang dibutuhkan bukanlah kegaduhan politik yang sengaja dipelihara untuk mencari panggung. Yang dibutuhkan adalah dukungan dan pengawasan konstruktif agar pemerintah dapat bekerja lebih maksimal. Jika ada kekurangan, sampaikan dengan data. Jika ada keterlambatan, dorong dengan solusi. Bukan dengan narasi yang hanya bertujuan membangun persepsi negatif.
Jeffry Sentana dan jajaran Pemerintah Kota Langsa layak diberikan ruang untuk menuntaskan pekerjaan yang sedang berjalan. Penilaian terhadap keberhasilan atau kegagalan sebuah kepemimpinan harus dilakukan secara objektif berdasarkan hasil kerja, bukan berdasarkan opini yang dibentuk oleh kepentingan kelompok tertentu.
Jangan sampai perjuangan menghadirkan Jadup bagi masyarakat berubah menjadi arena pertarungan politik yang mengorbankan kepentingan rakyat. Karena pada akhirnya, masyarakat tidak membutuhkan drama politik. Masyarakat membutuhkan solusi, kepastian, dan hasil nyata.
Biarkan pemerintah bekerja. Awasi secara kritis. Tetapi jangan mempolitisasi setiap langkah yang sedang diperjuangkan demi kepentingan masyarakat Kota Langsa. Sebab pembangunan tidak lahir dari teriakan semata, melainkan dari kerja keras, kesabaran, dan proses yang harus dihormati bersama.
Oleh : Redaksi













