Bayi 3 Minggu Diduga Tewas di Tangan Ayah Kandung, Luka Kecil yang Mengguncang Hati Nurani

- Editor

Kamis, 30 April 2026 - 16:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Batang Kuis I TribuneIndonesia.com-Warga Dusun 3, Jalan Pancasila, Desa Batang Kuis Pekan, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, diguncang kabar memilukan tentang seorang bayi yang baru berusia sekitar tiga minggu, yang diduga menjadi korban kekerasan hingga meregang nyawa, Kamis (30/4/2026).

Peristiwa ini bukan kabar duka biasa. Ia menyisakan luka batin yang dalam bagi masyarakat, sekaligus menghadirkan rasa kecewa yang sulit dibendung. Seorang bayi yang bahkan belum sempat mengenal dunia, diduga harus mengakhiri hidupnya secara tragis ironisnya, oleh sosok yang seharusnya menjadi pelindung utamanya.

Kejadian memilukan itu berlangsung di sebuah rumah sewa sederhana di kawasan Dusun 3. berdasarkan keterangan awal dari sejumlah saksi, korban diduga mengalami tindak kekerasan yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri.

bayi malang tersebut diketahui merupakan anak dari pasangan Eko dan Lina, warga setempat. harapan yang seharusnya tumbuh bersama kelahiran sang buah hati, justru berubah menjadi duka mendalam yang tak terucapkan.

saksi di lokasi mengungkapkan bahwa sebelum dinyatakan meninggal dunia, kondisi korban sangat memprihatinkan. terdapat dugaan luka pada bagian kepala dan hidung, serta lebam di beberapa bagian tubuh dan kaki. luka-luka itu menjadi saksi bisu penderitaan yang tak mampu diucapkan oleh seorang bayi.

Korban sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan. namun takdir berkata lain. Setibanya di puskesmas, nyawa bayi tersebut tidak dapat diselamatkan.

Baca Juga:  Setengah Abad Mengabdi, Dilepas Tanpa Negara Ketidakpedulian Camat Hamparan Perak dan Kades Bulu Cina Dipertanyakan

Kematian ini tidak hanya menyisakan kesedihan, tetapi juga memunculkan pertanyaan besar.bagaimana mungkin kekerasan bisa terjadi di ruang paling aman bagi seorang anak keluarganya sendiri.

aparat kepolisian bergerak cepat. Tim gabungan dari Unit Reskrim, INAFIS, serta Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah bukti.

hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti kematian serta menelusuri dugaan unsur pidana dalam kasus ini. tidak menutup kemungkinan, langkah hukum tegas akan diambil apabila terbukti terjadi tindak kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa korban.

Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi semua pihak. di tengah upaya perlindungan anak yang terus digaungkan, tragedi ini justru terjadi di lingkup paling dekat keluarga. rasa aman yang seharusnya menjadi hak dasar seorang anak, seolah runtuh dalam sekejap.

kejadian ini menggugah nurani publik. Ia mengingatkan bahwa pengawasan terhadap tumbuh kembang anak tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua, tetapi juga lingkungan sekitar.

kini, tangis itu telah berhenti. namun luka yang ditinggalkan, akan terus membekas menjadi pengingat pahit bahwa masih ada anak-anak yang bahkan belum sempat hidup, namun harus lebih dulu merasakan derita.

Ilham Gondrong

Berita Terkait

Babinsa Hadir Dukung Pendidikan, SMK Magadha 1 Gianyar Siap Cetak Generasi Unggul
Setengah Abad Mengabdi, Dilepas Tanpa Negara Ketidakpedulian Camat Hamparan Perak dan Kades Bulu Cina Dipertanyakan
PEMILIHAN KETUA OSIS SMP NEGERI 1 MANYAK PAYED JADI IMPLEMENTASI P5 TEMA SUARA DEMOKRASI
Arief Martha Rahadyan Serahkan Wakaf Al-Qur’an di Bogor, Dorong Penguatan Pendidikan Pesantren
*Tolak Persidangan Online, Kuasa Hukum Kadri Amin Minta Persidangan Secara Langsung di Pengadilan Tipikor*
BIMTEK PEMILIHAN GEUCHIK DI LANGSA BATAL, DIDUGA TERKENDALA ANGGARAN Penggunaan Dana Desa Disorot, SOMASI Kritik Keterlibatan Pihak Ketiga
Banda Aceh Rayakan HUT ke-821, Momentum Sinergi di Tengah Sorotan Efisiensi Anggaran
Tunggu Ada Korban Jiwa? Jalan Rusak Pascabanjir Picu Kecelakaan di Aceh Tamiang
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 08:12

PWKI Deli Serdang Hadirkan Edukasi Strategis di Desa Sumberjo

Rabu, 29 April 2026 - 15:52

Wabup Deli Serdang Hadiri Penutupan Satgas Pemulihan Bencana Aceh, Tegaskan Komitmen Bangkit Bersama

Selasa, 28 April 2026 - 23:58

Dari Rumah Reyot ke Harapan Baru Sentuhan hati Bupati Deli Serdang di Hamparan Perak

Selasa, 28 April 2026 - 16:06

Deli Serdang Perkuat Perang Melawan Narkoba, Sinergi dengan BNN Didorong hingga Desa

Selasa, 28 April 2026 - 15:49

Dari Tanah Sengketa hingga Irigasi Kritis, Bupati Deli Serdang “Ketuk Pintu” Pusat di Reses NasDem

Selasa, 28 April 2026 - 00:08

Lahan Eks HGU Lonsum 75 Hektare Resmi Diserahkan, Pemkab Deli Serdang Prioritaskan Kepentingan Rakyat

Senin, 27 April 2026 - 09:09

Bupati Asri Ludin Tegaskan Arah Baru Otonomi Daerah  Kerja Nyata, Bukan Sekedar Seremonial

Minggu, 26 April 2026 - 15:21

PPTSB Garda Budaya, Wabup Deli Serdang Serukan Persatuan untuk Negeri

Berita Terbaru

Feature dan Opini

Maling Teriak Maling: Cermin Retaknya Integritas di Lingkar Kekuasaan

Kamis, 30 Apr 2026 - 15:43