Batang Kuis I TribuneIndonesia.com-Warga Dusun 3, Jalan Pancasila, Desa Batang Kuis Pekan, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, diguncang kabar memilukan tentang seorang bayi yang baru berusia sekitar tiga minggu, yang diduga menjadi korban kekerasan hingga meregang nyawa, Kamis (30/4/2026).
Peristiwa ini bukan kabar duka biasa. Ia menyisakan luka batin yang dalam bagi masyarakat, sekaligus menghadirkan rasa kecewa yang sulit dibendung. Seorang bayi yang bahkan belum sempat mengenal dunia, diduga harus mengakhiri hidupnya secara tragis ironisnya, oleh sosok yang seharusnya menjadi pelindung utamanya.
Kejadian memilukan itu berlangsung di sebuah rumah sewa sederhana di kawasan Dusun 3. berdasarkan keterangan awal dari sejumlah saksi, korban diduga mengalami tindak kekerasan yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri.
bayi malang tersebut diketahui merupakan anak dari pasangan Eko dan Lina, warga setempat. harapan yang seharusnya tumbuh bersama kelahiran sang buah hati, justru berubah menjadi duka mendalam yang tak terucapkan.
saksi di lokasi mengungkapkan bahwa sebelum dinyatakan meninggal dunia, kondisi korban sangat memprihatinkan. terdapat dugaan luka pada bagian kepala dan hidung, serta lebam di beberapa bagian tubuh dan kaki. luka-luka itu menjadi saksi bisu penderitaan yang tak mampu diucapkan oleh seorang bayi.
Korban sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan. namun takdir berkata lain. Setibanya di puskesmas, nyawa bayi tersebut tidak dapat diselamatkan.
Kematian ini tidak hanya menyisakan kesedihan, tetapi juga memunculkan pertanyaan besar.bagaimana mungkin kekerasan bisa terjadi di ruang paling aman bagi seorang anak keluarganya sendiri.
aparat kepolisian bergerak cepat. Tim gabungan dari Unit Reskrim, INAFIS, serta Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah bukti.
hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti kematian serta menelusuri dugaan unsur pidana dalam kasus ini. tidak menutup kemungkinan, langkah hukum tegas akan diambil apabila terbukti terjadi tindak kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa korban.
Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi semua pihak. di tengah upaya perlindungan anak yang terus digaungkan, tragedi ini justru terjadi di lingkup paling dekat keluarga. rasa aman yang seharusnya menjadi hak dasar seorang anak, seolah runtuh dalam sekejap.
kejadian ini menggugah nurani publik. Ia mengingatkan bahwa pengawasan terhadap tumbuh kembang anak tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua, tetapi juga lingkungan sekitar.
kini, tangis itu telah berhenti. namun luka yang ditinggalkan, akan terus membekas menjadi pengingat pahit bahwa masih ada anak-anak yang bahkan belum sempat hidup, namun harus lebih dulu merasakan derita.
Ilham Gondrong















