Setengah Abad Mengabdi, Dilepas Tanpa Negara Ketidakpedulian Camat Hamparan Perak dan Kades Bulu Cina Dipertanyakan

- Editor

Rabu, 29 April 2026 - 14:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DELI SERDANG I TribuneIndonesia.comPenghormatan terakhir bagi seorang guru Rabu 29 April 2026 yang telah mengabdikan hampir setengah abad hidupnya untuk mencerdaskan generasi muda. namun yang terjadi justru sebaliknya. Kepergian almarhumah Lusiana Br. Limbong, pensiunan guru dari Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak, berlangsung dalam kesunyian yang menyisakan luka mendalam di hati masyarakat.

tak ada protokoler. tak ada barisan Pejabat Bahkan, tak terlihat satu pun perwakilan resmi dari pemerintah kecamatan Hamparan Perak dinas pendidikan, maupun pemerintah desa dalam prosesi penghantaran jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.

Ironi mencapai puncaknya ketika jenazah almarhumah diantar bukan dengan fasilitas layak dari negara, melainkan menggunakan mobil pick up hasil swadaya warga. Pemandangan itu menjadi simbol nyata bagaimana seorang “pahlawan tanpa tanda jasa” justru dilepas tanpa penghormatan yang semestinya.

Warga yang hadir tak mampu menyembunyikan kekecewaan. di tengah isak tangis keluarga dan pelayat, terselip rasa geram atas sikap abai dari pihak yang seharusnya hadir sebagai representasi negara.

Lusiana Br. Limbong dikenal sebagai sosok pendidik yang mendedikasikan hidupnya bagi anak-anak di Kecamatan Hamparan Perak, khususnya Desa Bulu Cina. Puluhan tahun ia mengajar, membimbing, dan membentuk karakter generasi muda, tanpa pamrih dan tanpa banyak sorotan.

namun saat ia pergi untuk selamanya, penghormatan yang diharapkan justru tak kunjung datang.

Kekecewaan masyarakat pun mengarah kepada Camat Hamparan Perak, M. Faisal Nasution, yang disebut tidak hanya absen, tetapi juga tidak mengirimkan satu pun perwakilan dalam prosesi tersebut. Padahal, kabar duka telah disampaikan sehari sebelumnya, pada Selasa, 28 April 2026.

Sikap serupa juga ditujukan kepada Pemerintah Desa Bulu Cina yang dinilai tidak menunjukkan empati atas wafatnya salah satu tokoh pendidikan di wilayahnya sendiri.

Baca Juga:  DPD PJS Aceh Tegaskan Siap Hadir dan Ambil Peran Strategis di Rapimnas DPP PJS 2026 Jakarta

Abdul Hadi, salah satu pelayat yang datang dari Kecamatan Batang Kuis, menyampaikan kritik keras yang mencerminkan kegelisahan masyarakat.

ini bukan sekedar kelalaian. Ini bentuk nyata ketidakpedulian. Seorang guru yang telah mengabdikan hidupnya puluhan tahun, diperlakukan seolah tidak pernah ada. kami meminta Bupati Deli Serdang segera mengevaluasi kinerja camat yang terkesan anti kritik dan tidak memiliki kepedulian sosial,” ujarnya tegas.

Ia juga menyoroti sikap tertutup sejumlah pejabat yang dinilai sulit dikonfirmasi.

kalau memang tidak siap dikritik dan tidak mau mendengar masyarakat, lebih baik mundur. Jangan memimpin tanpa empati. Ini bukan soal jabatan, tapi soal kemanusiaan,” tambahnya dengan nada geram.

Peristiwa ini dinilai berpotensi mencoreng citra Pemerintah Kabupaten Deli Serdang di tengah upaya membangun kepercayaan publik. Ketika seorang guru yang menjadi simbol pengabdian dan fondasi pendidikan tidak mendapatkan penghormatan yang layak, maka yang dipertaruhkan bukan hanya nama individu pejabat, tetapi marwah pemerintahan itu sendiri.

di balik berbagai program pembangunan dan kegiatan seremonial, kejadian ini menjadi pengingat bahwa empati adalah fondasi utama dalam kepemimpinan. tanpa itu, kehadiran pemerintah kehilangan makna di mata rakyatnya.

Kini, Lusiana Br. Limbong telah pergi. namun cara ia dilepas akan terus hidup dalam ingatan masyarakat sebagai kisah pilu tentang bagaimana negara bisa abai pada mereka yang paling berjasa.

dan di hari itu, di jalan sederhana menuju pemakaman, sebuah mobil pick up menjadi saksi bisu: bahwa penghormatan sejati justru datang dari rakyat, bukan dari mereka yang seharusnya mewakili negara.

Ilham Gondrong

Berita Terkait

Wabup Ismail Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Karhutla
Siapa Berhak Menentukan OAP di Raja Ampat? Carles Imbir: Kembalikan kepada Marga dan Suku
Jangan Jadikan Anak sebagai Objek Polemik, DPRK Otsus Minta Persoalan OAP Diserahkan kepada Pokja MRP PBD
Pekerjaan Drainase Simpang Tembakau Deli Mulai Berbenah, Pekerjaan CV Yudha Pratama Dinilai Semakin Rapi
Ketua DPRK: Jangan Biarkan Masyarakat dalam Ketidakpastian
Seleksi IPDN Raja Ampat Disorot DPRK Otsus: Jangan Ada Standar Ganda OAP
Seleksi IPDN Raja Ampat Disorot DPRK Otsus: Jangan Ada Standar Ganda dalam Penerapan Otsus
Status OAP Peserta Afirmasi IPDN Raja Ampat Dipertanyakan, DPRK Otsus: Jangan Jadikan Anak sebagai Objek Persoalan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 06:08

Wabup Ismail Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Karhutla

Rabu, 9 September 2026 - 04:59

Siapa Berhak Menentukan OAP di Raja Ampat? Carles Imbir: Kembalikan kepada Marga dan Suku

Rabu, 9 September 2026 - 03:12

Polres Bireuen Gelar Sosialisasi Praperadilan dalam KUHAP Baru, Perkuat Perlindungan HAM dan Profesionalisme Penyidik

Senin, 7 September 2026 - 22:22

Babinsa Koramil 01/Bireuen Tanamkan Cinta Tanah Air kepada Generasi Muda

Senin, 7 September 2026 - 06:00

Nekat Curi Motor di Kuta Selatan Dua Pemuda di Amankan URC Jatanras Polda Bali

Jumat, 4 September 2026 - 13:58

Polres Bireuen Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Gelar Tausiah dan Santuni Anak Yatim

Kamis, 3 September 2026 - 12:42

Dandim 1310/Bitung Tegaskan Sinergitas Kunci Sukses Penanggulangan Karhutla di Bitung

Kamis, 3 September 2026 - 11:07

Polres Bitung Apresiasi Penghibahan Lahan Makam Gratis Seluas 1.700 Meter Persegi oleh IPTU Iskandar

Berita Terbaru

Headline news

Wabup Ismail Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Karhutla

Rabu, 9 Sep 2026 - 06:08