Bitung | Tribuneindonesia.com – Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas aksi kemanusiaan yang ditunjukkan oleh Kepala Seksi Hukum Polres Bitung, IPTU Iskandar Abdul, Kamis (03/09/26)
Perwira pertama tersebut secara tulus mengikhlaskan sebidang tanah miliknya seluas kurang lebih 1.700 meter persegi untuk difungsikan sebagai lokasi pemakaman umum secara cuma-cuma.
Lahan pekuburan bebas biaya tersebut bertempat di Kelurahan Winenet Dua, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung. Fasilitas ini hadir membawa dampak positif langsung bagi warga sekitar yang memerlukan tempat peristirahatan terakhir tanpa terbebani persoalan finansial.
Hingga saat ini, area pemakaman tersebut telah menampung kurang lebih 50 jenazah warga Kota Bitung dan sekitarnya. Tidak hanya masyarakat umum, sejumlah anggota Polri yang meninggal dunia juga telah dimakamkan di lahan tersebut.
AKBP Arie Sulistyo Nugroho menilai tindakan jajarannya itu sebagai wujud nyata pengabdian anggota kepolisian yang melampaui tugas pokok menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kehadiran Polri di tengah masyarakat terbukti membawa manfaat sosial dan nilai kemanusiaan yang sangat besar.
Ketulusan IPTU Iskandar Abdul memberikan tanah tersebut dinilai menjadi inspirasi bersama. Lahan itu kini menjamin setiap warga berhak mendapatkan tempat pemakaman yang layak tanpa membeda-bedakan status sosial, latar belakang, maupun tingkat ekonomi.
“Saya merasa bangga dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada IPTU Iskandar Abdul atas ketulusan dan kepeduliannya kepada masyarakat. Apa yang beliau lakukan merupakan sebuah tindakan kemanusiaan yang sangat mulia dan menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir tidak hanya dalam menjalankan tugas penegakan hukum dan menjaga kamtibmas, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,”
ujar AKBP Arie Sulistyo Nugroho.
Kapolres Bitung berharap jiwa kepedulian sosial ini dapat menular kepada seluruh personel kepolisian lainnya dalam mengemban tugas harian maupun berinteraksi di lingkungan sosial.
“Pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui banyak cara. Apa yang dilakukan IPTU Iskandar Abdul mengajarkan kepada kita semua bahwa harta yang paling berharga bukan hanya yang kita miliki dan simpan, tetapi juga apa yang mampu kita ikhlaskan untuk memberikan manfaat kepada sesama,”
tambahnya.
Dalam kesempatan terpisah, IPTU Iskandar Abdul menegaskan bahwa penyerahan lahan tersebut berdasar pada rasa ikhlas dan dorongan pengabdian murni.
Ia menyadari sepenuhnya bahwa setiap manusia memerlukan tempat peristirahatan terakhir yang tenang, layak, dan penuh penghormatan.
“Harta paling berharga bukanlah apa yang kita simpan, tetapi apa yang kita ikhlaskan karena Allah SWT semata. Sebidang tanah yang kami berikan untuk dijadikan pekuburan umum ini semoga dapat menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi siapa pun, tanpa memandang status sosial maupun kemampuan ekonomi,”
ungkap IPTU Iskandar Abdul.
Inisiatif ini dirancang untuk menjawab persoalan kelangkaan lahan pemakaman, terutama bagi keluarga kurang mampu yang sering terbentur masalah biaya.
“Kami berharap tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan atau bahkan ditolak hanya karena tidak memiliki uang untuk membeli sepenggal tanah pekuburan, maupun karena tidak tergabung dalam kelompok atau rukun tertentu. Siapa pun dapat dimakamkan di tempat ini dengan layak, terhormat dan penuh doa,”
lanjut IPTU Iskandar Abdul.
Guna menjaga keberlanjutan fasilitas kemanusiaan tersebut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menjaga kerapian dan kebersihan lingkungan makam agar tetap asri dan teduh.
“Semoga tempat ini selalu dijaga dan dirawat. Biarlah tempat ini menjadi rumah terakhir yang tenang, teduh dan penuh doa bagi siapa pun yang telah mendahului kita dalam perjalanan menuju Allah SWT,”
tuturnya.
Bagi IPTU Iskandar Abdul, tindakan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari dedikasinya sebagai pelayan masyarakat di tubuh Kepolisian Republik Indonesia.
“Sebagai anggota Polri, ini adalah salah satu bentuk pengabdian kami kepada masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa arti Polri untuk masyarakat itu benar-benar ada dan memberikan manfaat yang nyata. Semoga apa yang kami lakukan ini dapat menjadi amal kebaikan dan membawa manfaat bagi banyak orang,”
pungkasnya.
Langkah nyata ini membuktikan bahwa dedikasi seorang polisi tidak terbatas pada kewenangan jabatan formal semata, melainkan dapat diwujudkan melalui aksi kepedulian sosial yang bernilai panjang.
Lahan seluas 1.700 meter persegi di Kelurahan Winenet Dua kini berdiri kokoh sebagai simbol kepedulian, menegaskan kembali komitmen bahwa jargon “Polri untuk Masyarakat” diwujudkan melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi sesama. (kiti)

























