Tanjung Morawa I TribuneIndonesia. Com-Persoalan agraria yang tak kunjung tuntas hingga infrastruktur yang tersendat kembali mencuat ke permukaan. dalam sebuah reses Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai NasDem, Prananda Surya Paloh, di Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Tanjung Morawa, Selasa (28/4/2026), Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, secara terbuka menyuarakan beban berat yang masih ditanggung daerahnya.
di hadapan legislator pusat itu, Bupati menyampaikan laporan rutin. Ia datang dengan pesan tegas. Deli Serdang membutuhkan kehadiran pemerintah pusat untuk menyelesaikan persoalan yang sudah terlalu lama berlarut.
di Deli Serdang ini masih banyak persoalan, terutama terkait tanah eks-HGU PTPN yang tumpang tindih kepemilikannya. Ini bukan soal konflik administratif, tetapi persoalan serius yang bahkan bisa memakan korban. Kami ingin ini tuntas dalam masa jabatan ini,” ujar Bupati dengan nada serius.
Persoalan tanah eks-HGU PTPN memang menjadi “bom waktu” di berbagai wilayah Deli Serdang. tumpang tindih kepemilikan, klaim sepihak, hingga dugaan penyalahgunaan dokumen kerap memicu konflik di tengah masyarakat.
Bupati menegaskan, penyelesaian masalah ini tidak bisa lagi ditunda. Selain berdampak pada stabilitas sosial, konflik agraria juga menghambat investasi dan pembangunan daerah.
menurutnya, tanpa intervensi kuat dari pemerintah pusat, persoalan ini akan terus berulang dan berpotensi meluas.
tak hanya soal tanah, Bupati juga menyoroti kondisi infrastruktur irigasi yang dinilai belum optimal. padahal, Deli Serdang merupakan salah satu daerah penopang ketahanan pangan nasional dengan kontribusi sekitar lima persen terhadap kebutuhan gabah nasional.
namun di lapangan, kerusakan jaringan irigasi dan lambatnya penanganan menjadi kendala utama bagi para petani.
masalahnya bukan hanya teknis, tetapi juga kewenangan. Ada yang menjadi tanggung jawab pusat, provinsi, dan daerah. Sementara masyarakat tidak melihat itu. Mereka hanya tahu, kalau irigasi rusak di Deli Serdang, Bupatinya yang disalahkan,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung keterbatasan fiskal daerah akibat efisiensi transfer anggaran dari pusat yang semakin mempersempit ruang gerak pemerintah daerah dalam melakukan percepatan pembangunan.
menanggapi berbagai keluhan tersebut, Prananda Surya Paloh menyatakan kesiapannya untuk menjadi jembatan antara aspirasi daerah dan kebijakan pusat.
Ia mengakui, selama lebih dari satu dekade menjadi wakil rakyat di daerah pemilihan tersebut, pembangunan di Deli Serdang memang belum berjalan maksimal.
daya melihat langsung perkembangan di sini. Memang masih banyak yang perlu dibenahi. tapi di bawah kepemimpinan Bupati dr Asri Ludin Tambunan, saya berkomitmen untuk bersinergi, terutama dalam pembangunan infrastruktur jalan dan fasilitas kesehatan yang akan kita kawal dari pusat,” tegasnya.
Komitmen itu tidak berhenti pada level nasional. Prananda juga memberikan arahan tegas kepada Fraksi NasDem di DPRD Deli Serdang untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.
dalam pernyataannya, Prananda menekankan pentingnya peran legislatif daerah sebagai mitra strategis, bukan sekadar pendukung.
saya minta Fraksi NasDem Deli Serdang jangan ragu mendukung Bupati selama kebijakannya pro-rakyat. Tapi kalau ada yang keliru, kita harus jadi yang pertama mengingatkan. Kita ini partner sejajar dalam membangun daerah,” ujarnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa dinamika politik lokal di Deli Serdang diharapkan berjalan sehat, dengan kontrol dan kolaborasi yang seimbang.
kegiatan reses tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting daerah, di antaranya Ketua DPD Partai NasDem Deli Serdang yang juga Anggota DPRD, H. Nusantara Tarigan Silangit, Wakil Ketua DPRD Deli Serdang Kuzu SW Tarigan, jajaran perangkat daerah, camat, hingga para kepala desa se-Kecamatan Tanjung Morawa.
Bagi Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, forum ini adala agenda politik tahunan, melainkan ruang strategis untuk menyuarakan kebutuhan riil masyarakat.
di tengah keterbatasan anggaran dan kompleksitas persoalan, harapan kini tertumpu pada sinergi yang lebih kuat antara daerah dan pusat.
jika tidak, persoalan klasik seperti konflik lahan dan infrastruktur yang tertinggal akan terus menjadi bayang-bayang panjang bagi pembangunan Deli Serdang.
Ilham Gondrong


















