​Presiden Prabowo Subianto: Pengolahan Sampah Jadi Prioritas, Seluruh Indonesia Harus Bersih dalam 3 Tahun

- Editor

Selasa, 28 April 2026 - 14:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Tribuneindonesia.com – Masalah sampah kini resmi naik kelas menjadi prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Negara saat melakukan kunjungan kerja ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (BLE) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Selasa (28/04/26).


Dalam peninjauan tersebut, Presiden menggarisbawahi pentingnya percepatan penanganan limbah domestik yang terintegrasi di seluruh wilayah Indonesia.


Prabowo menargetkan bahwa dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan, persoalan sampah di tanah air sudah harus terkendali sepenuhnya melalui sistem pengolahan yang modern dan efektif.

​Inisiatif yang dilakukan Kabupaten Banyumas melalui TPST BLE mendapat apresiasi khusus dari Kepala Negara karena dinilai mampu menginspirasi wilayah lain.

Berdasarkan laporan yang diterima dari Gubernur Jawa Tengah, setidaknya 13 kabupaten di provinsi tersebut kini mulai mengadopsi model pengelolaan serupa guna mengatasi krisis lahan pembuangan.

​Guna memastikan keberlanjutan inovasi tersebut, Pemerintah Pusat berkomitmen untuk turun tangan secara langsung.

Presiden Prabowo menjanjikan kucuran bantuan dana serta dukungan teknis untuk memperbaiki dan mengembangkan fasilitas pengolahan sampah agar beroperasi lebih efisien dalam skala yang lebih besar.

​Salah satu target ambisius yang didukung penuh oleh Presiden adalah visi Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk mencapai status zero waste to money pada tahun 2028.

Optimisme tinggi terpancar dari Kepala Negara yang meyakini bahwa kolaborasi solid antara pusat dan daerah adalah kunci utama mewujudkan ekonomi sirkular dari sektor sampah.

Baca Juga:  Abu Mudi Lantik Pengurus Tastafi Se-Aceh dan Perwakilan Luar Negeri

​Tidak hanya fokus pada pemusnahan limbah, Presiden juga menyoroti nilai ekonomis dari produk turunan hasil olahan TPST BLE.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah produksi genteng berbahan sampah yang diklaim memiliki durabilitas baik namun tetap dengan harga yang sangat terjangkau bagi masyarakat luas.

​Melihat potensi tersebut, Presiden Prabowo berencana memasukkan produk genteng hasil olahan sampah ini ke dalam program bantuan perbaikan rumah nasional.


Dengan alokasi anggaran renovasi sebesar Rp20 juta per rumah, penggunaan genteng inovatif ini diperkirakan hanya akan memakan biaya sekitar Rp4 juta hingga Rp5 juta.


​Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengampanyekan hunian sehat dengan material yang estetik.

Presiden mendorong para pengembang dan masyarakat untuk mulai meninggalkan penggunaan seng sebagai atap rumah, mengingat sifatnya yang mudah berkarat dan kurang sehat bagi penghuninya.

​“Kita ingin mengembalikan wajah Indonesia yang benar-benar indah. Selain untuk kenyamanan warga, lingkungan yang tertata tanpa karat dan sampah akan mendongkrak sektor pariwisata kita secara signifikan,”

ujar Presiden Prabowo di sela-sela kunjungannya.

​Melalui kunjungan ini, arah kebijakan pemerintah semakin terang dalam menjadikan pengelolaan sampah sebagai pilar pembangunan masa depan.

Transformasi sampah bukan lagi sekadar urusan kebersihan lingkungan, melainkan instrumen strategis untuk menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kualitas hidup rakyat secara menyeluruh. (talia)

Berita Terkait

HUT ke-81 RI, TKN Kompas Nusantara dan KAMADA LMP Sumut Gelar Hiburan Rakyat
21 Tahun MoU Helsinki, Ketua PC IPNU Bireuen Kritik Pemerintah Pusat: Jangan Abaikan Kesepakatan Damai Aceh
Peringati 21 Tahun MoU Helsinki, Kecamatan Jangka Gelar Zikir dan Doa Bersama
Arief Martha Rahadyan dan Harapan Generasi Muda: Dukungan Ujang Supriatin untuk Indonesia yang Lebih Produktif
GMNI Aceh Tengah Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Kebakaran Jagong Jeget
Camat dan Forum Reje Lut Tawar Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Jagong Jeget
Dikira Embun, Ternyata Debu Selimuti Jalan Lintas Kutacane-Medan ‎
Dari Pinang Tak Produktif Menjadi Kebun Manfaat, SMA Negeri 1 Badar Sulap Halaman Sekolah Jadi Aset Pendidikan
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:44

Sambut HUT Ke-81 RI, Polres Bireuen Gelar Bakti Sosial di Masjid

Jumat, 14 Agustus 2026 - 04:52

​Perkuat Sinergi Maritim, Dankodaeral VIII dan Gubernur Sulut Tinjau Masyarakat Pesisir Lewat Joy Sailing

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:25

Polres Bireuen Tangkap Spesialis Pembobol Rumah Sekolah

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:00

Kapolda Aceh Hadiri Secara Virtual Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:41

Wujud Nyata Pengabdian TNI AD untuk Masyarakat Buleleng, Pangdam IX/Udayana Resmikan Jembatan Garuda

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:15

​Raih Nilai IKPA 100 Sempurna, Polres Bitung Borong Penghargaan KPPN Treasury Award 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:31

Polda Bali Ungkap Peredaran Ganja 1,6 Kg dan Sabu 102 Gram di Jimbaran

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:11

Oknum Polisi yang Terlibat Peredaran Narkotika di Bireuen Di-PTDH

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

45 Paskibraka dan Amanah Merah Putih

Jumat, 14 Agu 2026 - 16:35

Feature dan Opini

Transisi Energi: Yang Listrik Silakan, Yang Minyak Tetap Berjalan

Jumat, 14 Agu 2026 - 16:18