​Skandal Eksploitasi Anak di Jogja: Puluhan Balita Ditemukan Terikat di Daycare Little Aresha

- Editor

Selasa, 28 April 2026 - 06:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogjakarta | Tribuneindonesia.com – Jagat media sosial digemparkan oleh beredarnya rekaman video amatir yang mengungkap sisi gelap di balik dinding Daycare Little Aresha, Yogyakarta. Selasa (28/04/26).

Unggahan tersebut menampilkan momen dramatis penggerebekan yang dilakukan pihak berwajib, mengungkap praktik pengasuhan yang dinilai sangat jauh dari standar kemanusiaan.

​Dalam rekaman yang kini menjadi viral tersebut, pemandangan memilukan terlihat jelas saat petugas memasuki ruangan.


Puluhan anak di bawah umur ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan tangan dan kaki yang terikat, sebuah tindakan yang memicu gelombang kecaman keras dari masyarakat luas yang menyaksikan video tersebut secara daring.


​Kondisi para korban saat evakuasi berlangsung sangat memprihatinkan dan mengiris hati.

Anak-anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan dan kenyamanan tersebut justru ditemukan tanpa mengenakan pakaian sehelat pun, mereka hanya dipakaikan popok dalam ruangan yang nampak tidak layak bagi tumbuh kembang balita.

Menindaklanjuti temuan visual tersebut, Polresta Yogyakarta bergerak cepat dengan melakukan pendalaman kasus secara intensif.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dilaporkan tengah melakukan pemeriksaan maraton terhadap puluhan individu yang diduga terlibat atau mengetahui praktik keji di yayasan tersebut.

Baca Juga:  ​Perluas Jejaring Regional Lewat Forum APEKSI, Pemkot Bitung Akselerasi Visi Kota Maju dan Nyaman

​Berdasarkan laporan resmi dari laman jogjaprov.go.id pada Sabtu (25/04), total terdapat 30 orang yang kini berstatus sebagai saksi dan terperiksa.

Daftar nama tersebut mencakup seluruh jajaran staf pengasuh hingga jajaran pejabat tinggi yang duduk di struktur kepengurusan yayasan Little Aresha.

​Langkah represif yang diambil oleh aparat penegak hukum ini merupakan respons langsung atas bukti fisik yang ditemukan di lokasi kejadian.


Pihak kepolisian menegaskan bahwa tidak ada ruang toleransi bagi lembaga pengasuhan yang melakukan kekerasan fisik maupun psikis terhadap anak-anak.


Adrian, perwakilan dari pihak kepolisian, mengungkapkan bahwa kesaksian petugas di lapangan saat penggerebekan sangat mengejutkan.

Ia menyebutkan bahwa apa yang disaksikan timnya adalah sebuah potret perlakuan yang sangat tidak layak dan telah mencederai hak-hak dasar anak di bawah umur secara brutal.

​Kini, fokus penyelidikan kepolisian tertuju pada motif di balik pengikatan anak-anak tersebut serta durasi praktik ini telah berlangsung.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi pengawasan lembaga penitipan anak di Yogyakarta agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa depan. (talia)

Berita Terkait

HRD Dukung Terobosan Presiden Prabowo Hadirkan Infrastruktur Dasar bagi Masyarakat
HUT ke-81 RI, TKN Kompas Nusantara dan KAMADA LMP Sumut Gelar Hiburan Rakyat
21 Tahun MoU Helsinki, Ketua PC IPNU Bireuen Kritik Pemerintah Pusat: Jangan Abaikan Kesepakatan Damai Aceh
Peringati 21 Tahun MoU Helsinki, Kecamatan Jangka Gelar Zikir dan Doa Bersama
Arief Martha Rahadyan dan Harapan Generasi Muda: Dukungan Ujang Supriatin untuk Indonesia yang Lebih Produktif
GMNI Aceh Tengah Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Kebakaran Jagong Jeget
Camat dan Forum Reje Lut Tawar Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Jagong Jeget
Dikira Embun, Ternyata Debu Selimuti Jalan Lintas Kutacane-Medan ‎
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:14

Perkuat Sinergi Syariah, Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp400 Juta Melalui Baitul Mal Simeulue

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:38

Dari Pinang Tak Produktif Menjadi Kebun Manfaat, SMA Negeri 1 Badar Sulap Halaman Sekolah Jadi Aset Pendidikan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:41

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju Simeulue Hebat, Indonesia Kuat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:27

​Tekan Angka TBC, Pemkot Bitung Gencarkan Gerakan Terintegrasi “Ketuk Pintu” Hingga ke Rumah Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:09

Desa Kute Buluh Juara Evaluasi Desa Cantik Aceh Tenggara, Pengelolaan Data Jadi Fondasi Pembangunan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 03:37

KINERJA PEMKAB SIMEULUE DAPAT PENGAKUAN NASIONAL TAHUN 2026

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:59

Selamat Jalan Kak, Semoga Husnul Khatimah

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:00

Satuan Lantas Polres Simeulue Semarakkan HUT RI ke 81 Bagikan Ribuan Bendera Merah Putih di Jalan Raya

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

45 Paskibraka dan Amanah Merah Putih

Jumat, 14 Agu 2026 - 16:35

Feature dan Opini

Transisi Energi: Yang Listrik Silakan, Yang Minyak Tetap Berjalan

Jumat, 14 Agu 2026 - 16:18