​Tekan Angka TBC, Pemkot Bitung Gencarkan Gerakan Terintegrasi “Ketuk Pintu” Hingga ke Rumah Warga

- Editor

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Asisten I Forsman Dandel, S.Sos (tengah), Saat hadir di kegiatan Tracing TB Terintegrasi, mewakili Walikota Bitung. (Ft. talia)

‎Asisten I Forsman Dandel, S.Sos (tengah), Saat hadir di kegiatan Tracing TB Terintegrasi, mewakili Walikota Bitung. (Ft. talia)

Bitung | Tribuneindonesia.com – Menerobos barisan kedua penyumbang kasus Tuberkulosis (TBC) terbanyak di dunia, Pemerintah Kota Bitung menabuh genderang perang terhadap penyakit menular tersebut.

Mengambil momentum program Cek Kesehatan Gratis serentak di 38 provinsi di Indonesia, Pemkot Bitung resmi meluncurkan gerakan Tracing TBC Terintegrasi di Aula Kantor Kelurahan Wangurer Barat, Kecamatan Madidir, Kota Bitung, Kamis (13/8/26).

​Aksi agresif di tingkat lokal ini berakar dari ancaman global TBC yang kian mengkhawatirkan. Data global 2024 mencatat angka kasus TBC menembus 10,7 juta jiwa, dengan Indonesia menyumbang sekitar 10 persen atau satu juta kasus.


Selaras dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menempatkan penanggulangan TBC sebagai salah satu program prioritas nasional (Big Win) berbasis layanan inklusif dan deteksi dini, Pemkot Bitung mematok target ambisius, menyapu bersih screening serta pelacakan kontak erat hingga 100 persen pada 2026 dengan memeriksa 6.249 warga.


​Guna mengejar target tersebut, Dinas Kesehatan Kota Bitung mendobrak pola lama dengan menggulirkan strategi pemindaian aktif  “Ketuk Pintu”. Petugas kesehatan bersama kader bergerak menyisir kawasan permukiman dari rumah ke rumah demi menemukan indikasi kasus sedini mungkin.

​Langkah operasional ini disokong dana APBD sebesar Rp436.760.000 yang dialokasikan ke 62 titik kegiatan, di mana setiap lokasi membidik target sasaran 100 orang.

​Prosesi pembukaan acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ibu Jein, disambut penyampaian laporan teknis oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bitung, dr. Pitter Lumingkewas, M.Kes.

​Asisten I Sekretariat Daerah Kota Bitung, Forsman Dandel, S.Sos, hadir membuka agenda strategis tersebut mewakili Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E, yang tengah menyelesaikan tugas kedinasan bersama jajaran Forkopimda.

​”Pak Wali masih menerima tamu Pak Dandim dan jajaran Forkopimda Kota Bitung. Agar Bapak dan Ibu tidak menunggu lama, Pak Wali menugaskan saya selaku Asisten I untuk membuka kegiatan ini,”

ungkap Forsman saat menyampaikan pengantar pembukaan, menegaskan komitmen pemerintah daerah agar pelayanan publik tetap berjalan optimal meski pimpinan daerah berhalangan hadir.

Baca Juga:  *PEMKAB SIMEULUE BAGIKAN BANTUAN FREEZER DAN ALAT OLAH IKAN UNTUK PELAKU USAHA RUMAH TANGGA*

​Dalam sambutan tertulis Wali Kota yang dibacakannya, Forsman mengimbau warga agar membuang rasa malu maupun takut untuk memeriksakan diri.

​”Penyakit ini bisa didapat oleh siapa saja, bukan cuma karena umur atau bawaan. Jangan takut dan jangan malu untuk melakukan pemeriksaan, karena pemeriksaan adalah jalan keluar bagi kita semua yang mengusulkan umur panjang,”

tegas Dandel.

​Selain melacak infeksi, program terpadu ini menyuntikkan inovasi medis berupa Terapi Pencegahan Tuberculosis (TPT) bagi warga yang berkontak erat dengan pasien namun belum terjangkit, guna memutus mata rantai penularan di lingkup keluarga.

​Kepala Dinas Kesehatan Kota Bitung, Pitter Lumingkewas, menegaskan bahwa penanganan TBC sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat nasional membutuhkan pendekatan luar biasa, terintegrasi, dan berkelanjutan dari pemerintah maupun masyarakat.

​”Kegiatan integrasi ini bukan sekadar mencari penderita, tetapi merupakan strategi Pemerintah Kota Bitung untuk menemukan sumber penularan, mencegah munculnya kasus baru, dan melindungi masyarakat dengan melakukan kegiatan secara agresif hingga ke rumah-rumah warga,”

pungkas Piter, menutup laporannya. (kiti)

Berita Terkait

Puluhan Titik Api Kepung Waisai, Empat Pulau Besar Raja Ampat Mulai Terancam Kebakaran
Bantuan Perlengkapan Sekolah Dari Program Bhayangkari Peduli Disalurkan.
Aiyub NSS Grong-Grong Apresiasi Wasit Perempuan Siti Syawaliah di Grand Final PSG Cup ke-30
Viral Soal Lapas Cibinong, “Ombudsman Offside, Mereka Bukan Penyidik Lakukan Penggerebekan
Carles Imbir Ajak Rakyat Raja Ampat Kawal DPRK: Pastikan Berjalan Sesuai Aturan dan Aspirasi
Panggil BKPSDM Soal IPDN Dipertanyakan, Warga: Jangan Salah Sasaran!
Ketua DPRK Raja Ampat Tegaskan APBD Perubahan 2026 Harus Tepat Sasaran
Pengawasan APIP Ungkap Temuan Rp2,17 Miliar pada 8 Desa Dalam Kabupaten Simeulue
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 18:38

Puluhan Titik Api Kepung Waisai, Empat Pulau Besar Raja Ampat Mulai Terancam Kebakaran

Minggu, 27 September 2026 - 15:21

Bantuan Perlengkapan Sekolah Dari Program Bhayangkari Peduli Disalurkan.

Minggu, 27 September 2026 - 11:13

Viral Soal Lapas Cibinong, “Ombudsman Offside, Mereka Bukan Penyidik Lakukan Penggerebekan

Minggu, 27 September 2026 - 04:48

Carles Imbir Ajak Rakyat Raja Ampat Kawal DPRK: Pastikan Berjalan Sesuai Aturan dan Aspirasi

Minggu, 27 September 2026 - 01:29

Panggil BKPSDM Soal IPDN Dipertanyakan, Warga: Jangan Salah Sasaran!

Sabtu, 26 September 2026 - 16:34

Ketua DPRK Raja Ampat Tegaskan APBD Perubahan 2026 Harus Tepat Sasaran

Sabtu, 26 September 2026 - 15:56

Pengawasan APIP Ungkap Temuan Rp2,17 Miliar pada 8 Desa Dalam Kabupaten Simeulue

Sabtu, 26 September 2026 - 10:53

Konten Diduga Singgung Agama, Ketua DPP GRPK Laporkan Akun TikTok ke Polda Sumut

Berita Terbaru