21 Tahun MoU Helsinki, Ketua PC IPNU Bireuen Kritik Pemerintah Pusat: Jangan Abaikan Kesepakatan Damai Aceh

- Editor

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN/Tribuneindonesia.com

Menjelang peringatan 21 tahun perdamaian Aceh yang ditandai dengan penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005, Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Bireuen, Khairul Amri, S.H., CPM, meminta Pemerintah Pusat tidak mengabaikan berbagai komitmen dan kesepakatan yang telah menjadi bagian penting dari proses perdamaian Aceh.

Khairul Amri menilai momentum 15 Agustus seharusnya tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi menjadi kesempatan bagi Pemerintah Pusat untuk mengevaluasi sejauh mana semangat dan substansi perdamaian Aceh telah diwujudkan dalam kebijakan nyata.

“MoU Helsinki bukan sekadar dokumen sejarah yang kita peringati setiap tahun. Ini adalah tonggak penting perdamaian Aceh yang harus dihormati dan dijaga bersama. Pemerintah Pusat harus menunjukkan komitmen nyata terhadap kesepakatan yang telah dibangun,” kata Khairul Amri, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, perdamaian Aceh merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan pengorbanan besar dari berbagai pihak. Karena itu, seluruh komitmen yang lahir dari proses perdamaian harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Ia mengingatkan agar Pemerintah Pusat tidak membuat kebijakan yang dapat menimbulkan kekecewaan atau mengikis kepercayaan masyarakat Aceh terhadap komitmen perdamaian.

“Kami mengkritik bukan karena ingin membuka kembali konflik masa lalu. Justru sebaliknya, kami ingin perdamaian Aceh tetap kokoh. Jangan sampai ketidakseriusan dalam menjalankan semangat perdamaian justru menimbulkan kembali rasa kecewa di tengah masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Tim Itjen TNI Tinjau Jembatan dan Progres Pembangunan KDKMP di Wilayah Bireuen.

Khairul Amri juga menegaskan bahwa generasi muda Aceh memiliki kepentingan besar terhadap keberlangsungan perdamaian. Menurutnya, anak muda Aceh tidak ingin mewarisi konflik, tetapi ingin mewarisi perdamaian yang memberikan keadilan, kesejahteraan dan masa depan yang lebih baik.

“Generasi muda Aceh tidak ingin kembali ke masa konflik. Kami ingin melihat Aceh tumbuh dalam suasana damai dan sejahtera. Karena itu, Pemerintah Pusat harus menjaga kepercayaan masyarakat Aceh dan menghormati kekhususan Aceh sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Selain itu, PC IPNU Bireuen mendorong Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh memperkuat komunikasi serta membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat, terutama generasi muda, mahasiswa, pelajar, ulama, akademisi dan organisasi kepemudaan.

Khairul Amri berharap peringatan 21 tahun MoU Helsinki pada 15 Agustus 2026 menjadi momentum evaluasi bersama, bukan hanya kegiatan seremoni.

“Perdamaian harus dirawat dengan komitmen dan keadilan. Jangan sampai MoU Helsinki hanya dikenang setiap 15 Agustus, tetapi semangat dan kesepakatannya tidak menjadi dasar dalam setiap kebijakan terhadap Aceh. Pemerintah Pusat harus membuktikan bahwa perdamaian Aceh benar-benar dihormati,” pungkasnya.

Berita Terkait

Demi Keselamatan Raja Ampat, Kepala BPBD Ingatkan Warga Hentikan Pembakaran Lahan
BREAKING NEWS: Lonobi Membara, Tim Gabungan Berjibaku di Tebing Terjal
Rp1,27 Triliun di APBD Perubahan 2026, Wabup Raja Ampat Ajak Semua Pihak Kawal Pembangunan
Ketika Sensasi Menggeser Etika: Geuchik Aron Geulumpang VII Disudutkan Berita Pungli Diduga Tanpa Konfirmasi
Saweu Keude Kopi, Kapolsek Idi Tunong Ajak Warga Waspadai Hoaks dan Narkoba
Minimalisir Dampak Banjir, BWS Diminta Bangun Tanggul Pengaman Lawe Bula
APBD Perubahan Raja Ampat Tembus Rp1,27 Triliun, Belanja Naik Rp134 Miliar
Polres Langsa Ungkap 46,6 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Nilainya Capai Rp13,2 Miliar
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:33

Demi Keselamatan Raja Ampat, Kepala BPBD Ingatkan Warga Hentikan Pembakaran Lahan

Senin, 28 September 2026 - 15:29

BREAKING NEWS: Lonobi Membara, Tim Gabungan Berjibaku di Tebing Terjal

Senin, 28 September 2026 - 14:25

Imigrasi Ngurah Rai Deportasi 18 WNA dalam Sepekan, Diantaranya Terlibat Prostitusi

Senin, 28 September 2026 - 12:21

Tiga Aplikasi, Ujian Baru Perizinan

Senin, 28 September 2026 - 10:49

TTI Desak LKPP Instruksikan Pengguna Anggaran Lengkapi Data Paket di SiRUP

Senin, 28 September 2026 - 09:24

Ketika Sensasi Menggeser Etika: Geuchik Aron Geulumpang VII Disudutkan Berita Pungli Diduga Tanpa Konfirmasi

Senin, 28 September 2026 - 09:02

Bentuk Tim Asesmen Terpadu, BNN Denpasar Tekankan Penindakan Tegas dan Rehabilitasi Humanis

Senin, 28 September 2026 - 08:57

Saweu Keude Kopi, Kapolsek Idi Tunong Ajak Warga Waspadai Hoaks dan Narkoba

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Tiga Aplikasi, Ujian Baru Perizinan

Senin, 28 Sep 2026 - 12:21