DELI SERDANG I TribuneIndonesia.com – langkah nyata membangun kualitas generasi masa depan kembali ditunjukkan oleh Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Kabupaten Deli Serdang. di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, organisasi ini hadir langsung menyapa masyarakat Desa Sumberjo melalui kegiatan edukatif yang sarat makna, Selasa, 29 April 2026.
Lpi llo lo dipimpin oleh Ketua PWKI Kabupaten Deli Serdang, Pdt. Roly Siagian, kegiatan tersebut adalah pertemuan yang sebuah sejarah dan menjadi ruang dialog yang membuka wawasan dan kesadaran masyarakat, khususnya perempuan, sebagai pilar utama dalam keluarga.
sejak awal kegiatan, suasana tampak hidup. Warga yang didominasi ibu rumah tangga dan perempuan usia produktif mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian. Interaksi yang terbangun tidak hanya satu arah, melainkan dialog terbuka yang mengangkat berbagai persoalan krusial yang selama ini kerap terjadi namun jarang dibahas secara mendalam.
dalam arahannya, Pdt. Roly Siagian menekankan bahwa perempuan memiliki peran strategis yang tidak tergantikan dalam menciptakan keluarga yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Edukasi yang diberikan pun dirancang tidak sebatas teori, tetapi menyentuh aspek praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
isu stunting menjadi salah satu fokus utama yang dibedah secara komprehensif. Para peserta diberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia emas anak. Kesadaran ini dinilai menjadi kunci dalam memutus mata rantai stunting yang hingga kini masih menjadi tantangan serius di tingkat nasional maupun daerah.
tak hanya itu, perhatian terhadap kesehatan ibu juga mendapat porsi penting. Dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif, dipaparkan berbagai langkah preventif guna menekan angka kematian ibu hamil dan ibu melahirkan.
mulai dari pentingnya pemeriksaan rutin, akses terhadap tenaga medis profesional, hingga kesiapan keluarga dalam mendukung proses persalinan yang aman dan layak.
kegiatan ini juga dengan tegas menyoroti fenomena pernikahan dini yang masih terjadi di sejumlah wilayah. PWKI mengajak masyarakat untuk melihat persoalan ini secara lebih luas, bukan hanya dari sisi budaya, tetapi juga dampaknya terhadap kesehatan, psikologis, dan masa depan anak. Melalui pendekatan persuasif dan edukatif, peserta diajak untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan yang menyangkut masa depan generasi muda.
menariknya, kepedulian terhadap penyandang disabilitas turut menjadi bagian penting dalam agenda ini. PWKI mendorong lahirnya lingkungan sosial yang inklusif, di mana setiap individu, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang sama untuk hidup, berkembang, dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Antusiasme warga Desa Sumberjo menjadi cerminan keberhasilan kegiatan ini. Banyak peserta aktif mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, hingga menyampaikan harapan mereka terhadap keberlanjutan program serupa di masa mendatang.
PWKI Kabupaten Deli Serdang melalui kegiatan ini menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Tidak hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai mitra strategis dalam membangun kesadaran kolektif menuju kehidupan yang lebih sehat, sejahtera, dan berkeadilan.
“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil di lingkungan terdekat. Dan perempuan adalah kunci dari perubahan itu,” ungkap Pdt. Roly Siagian, menutup kegiatan dengan pesan yang menggugah.
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, kehadiran PWKI di Desa Sumberjo menjadi bukti bahwa kekuatan kolaborasi antara organisasi dan masyarakat mampu melahirkan dampak nyata. Dari desa, harapan itu tumbuh menuju generasi yang lebih sehat, lebih sadar, dan lebih berdaya di masa depan.
Ilham Gondrong
















