Minut | Tribuneindonesia.com – Proyek pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang berlokasi di Kelurahan Airmadidi Bawah, Kecamatan Airmadidi, terus dipacu pengerjaannya, Kamis (30/04/26).
Progres di lapangan menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Fokus utama tim saat ini tertuju pada proses pengecoran foot plat, yang merupakan fondasi vital bagi kekuatan jangka panjang struktur jembatan tersebut.
Dalam pelaksanaan di lapangan, sinergi antara aparat dan masyarakat terlihat begitu kental. Serka Roi Meray, Babinsa Kelurahan Airmadidi Bawah dari Koramil 1310-06/Airmadidi, tampak terjun langsung mengawal jalannya pekerjaan.
Kehadiran personel Kodim 1310/Bitung ini bukan sekadar pemantauan, melainkan bentuk pendampingan teknis sekaligus dukungan moril untuk memastikan setiap tahapan konstruksi berjalan sesuai rencana.
Serka Roi Meray menegaskan bahwa percepatan ini merupakan komitmen TNI dalam mendukung pembangunan infrastruktur di tingkat desa.
Menurutnya, keberadaan jembatan ini sudah sangat dinantikan oleh warga karena akan menjadi urat nadi baru bagi mobilitas lokal.
Pihaknya bersama tim teknis dan warga setempat sepakat untuk bekerja ekstra agar fasilitas publik ini bisa segera dioperasikan secara maksimal.
Lebih lanjut, Roi menjelaskan bahwa tahap pengecoran foot plat tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena menjadi penentu ketahanan beban jembatan.
“Ini adalah fase krusial. Kami berupaya mengejar target waktu tanpa mengurangi kualitas konstruksi, sehingga jembatan ini memiliki masa pakai yang lama dan aman bagi siapa saja yang melintas nantinya,”
ungkap sang Babinsa di sela-sela kegiatannya.
Di sisi lain, Dandim 1310/Bitung, Letkol Inf Dewa Made DJ, memberikan pandangan strategis terkait proyek ini dari markas komando.
Dandim menyatakan bahwa Jembatan Perintis Garuda merupakan representasi dari visi besar pemerintah pusat dalam memeratakan pembangunan hingga ke wilayah pelosok.
Program ini menjadi bagian dari langkah nyata negara untuk hadir langsung meningkatkan taraf hidup masyarakat di daerah.
Menurut Letkol Inf Dewa Made DJ, aksesibilitas adalah kunci utama bagi pertumbuhan ekonomi di pedesaan.
Dengan selesainya jembatan ini kelak, kendala konektivitas yang selama ini menghambat distribusi hasil pertanian diharapkan dapat teratasi.
Jembatan ini diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi baru yang akan membuka isolasi wilayah dan memperlancar arus barang serta jasa di Airmadidi Bawah.
Menutup keterangannya, Dandim menekankan bahwa kekuatan utama dari proyek ini terletak pada semangat gotong royong yang terbangun antara TNI, tim teknis, dan warga.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menuntaskan pembangunan tepat waktu.
Manfaat besar kini telah menanti warga Airmadidi Bawah dan sekitarnya melalui ketersediaan infrastruktur transportasi yang lebih representatif dan kokoh. (talia)


















