ASN Meradang,  Pemerintah Tak Peka

- Editor

Senin, 25 Agustus 2025 - 07:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ASN Meradang ditengah naiknya gaji Tenaga pendidik, guru, dosen dan anggota DPR RI. Pemerintah sepertinya tak peka.

Caption : ASN Meradang ditengah naiknya gaji Tenaga pendidik, guru, dosen dan anggota DPR RI. Pemerintah sepertinya tak peka.

Oleh : Chaidir Toweren

TribuneIndonesia.com

Keputusan Menteri Keuangan menambah anggaran pendidikan memang terdengar manis di telinga. Apalagi bila benar akan menaikkan penghasilan guru, tenaga pendidik, dan dosen. Tidak ada yang menolak kesejahteraan insan pendidikan. Tetapi persoalannya, di saat yang sama, ASN non-pendidik kembali dibiarkan terabaikan tanpa kenaikan gaji sepeser pun.

Lebih ironis lagi, publik belum lupa ketika pemerintah dengan mudah meloloskan kenaikan tunjangan perumahan anggota DPR RI dalam jumlah fantastis. Wakil rakyat mendapat “hadiah”, tenaga pendidik dijanjikan kesejahteraan, sementara ribuan ASN yang setiap hari menggerakkan roda pemerintahan hanya jadi penonton.

Pertanyaannya: di mana rasa keadilan pemerintah? Bukankah ASN adalah tulang punggung birokrasi negara? Dari pusat hingga pelosok desa, merekalah yang memastikan pelayanan berjalan. Tetapi penghargaan yang mereka terima justru nihil. Pemerintah seakan buta terhadap jeritan para abdi negara ini.

Baca Juga:  Ketidakpastian Kepemimpinan Hambat Laju Perekonomian Kota Langsa

Kebijakan yang timpang seperti ini hanya akan melahirkan kekecewaan mendalam dan meruntuhkan semangat ASN dalam bekerja. Apakah negara ingin birokrasi yang lesu, aparatur yang setengah hati, dan pelayanan publik yang setengah jalan?

Jika pemerintah tidak segera memperbaiki kebijakan kesejahteraan ini, maka wajar bila ASN merasa dikhianati. Negara tidak boleh hanya manis kepada legislatif dan sektoral tertentu, lalu abai pada mereka yang menjadi garda terdepan pelayanan publik.

Sudah saatnya pemerintah sadar: keadilan tidak boleh dipotong-potong. ASN bukan mesin tanpa perasaan. Mereka berhak mendapat pengakuan, bukan sekadar tuntutan pengabdian.

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Mengemuka, Tersangka Tak Kunjung Ada: Ketua LKGSAI Saidul Angkat Bicara
Angkat Bicara, Anggota LSM KPK RI Saidul Amran: “Kalau Dugaan Penyimpangan Terus Bermunculan Tapi Tak Ada Respons, Publik Berhak Curiga Ada yang Salah”
Jadup Bukan Sulap: Jangan Politisasi Perjuangan, Beri Kesempatan Jeffry Sentana Bekerja
Negara ikut Melegalkan Korupsi melalui Metode Tender Epurchasing, Ekatalog untuk Pengadaan Barang dan Mini Kompetisi untuk pekerjaan Konstruksi.
 HIDUP KITA DITENTUKAN OLEH PERKATAAN TUHAN, BUKAN OLEH PERKATAAN MANUSIA 
Lebih Baik Seperti Anjing Gila daripada Seperti Anjing Mati
Arief Martha Rahadyan: Demokrasi Sehat Bertumpu pada Pers yang Berintegritas
Berita ini 152 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:41

Jasa Raharja Gelar Donor Darah untuk Memperingati HUT Jakarta ke-499

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:48

​Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Gabungan Staf Sabet Juara Voli Kapolres Bitung Cup

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:09

IPARI Kabupaten Bireuen melaksanakan kegiatan GAPIT 1 Tahun 2026 Kecamatan Pandrah

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:36

Ketua P2G Suka Jadi Kebun Ireng Diduga Tak Netral, Tunjukkan Simbol Nomor Urut Calon Saat Penetapan Nomor Kandidat

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:33

​Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Bitung Bangun Fasilitas Sumur Bor di Makawidey

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:15

Optimalkan Peran Babinpotmar, Dankodaeral VIII Terima Paparan Rencana Pembekalan

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:37

​Jadilah Responden Pertama, Wali Kota Bitung Mengawali Sensus Ekonomi 2026

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:22

​Fokus Jaga NKRI, Wali Kota Hengky Honandar Sambut Kembalinya Personel Pengamanan RI-PNG di Bitung

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x