Agama Menguatkan Bhayangkara

- Editor

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA I TribuneIndonesia.com–Sebuah pemandangan yang menyejukkan hati tersaji di depan Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia di Jakarta. Sejumlah anggota Polri yang mengawal aksi mahasiswa menuai pujian luas dari masyarakat. Di tengah tekanan dan perlakuan kurang menyenangkan dari sebagian massa aksi, para personel tetap berdiri tegak, sabar, dan humanis menjalankan tugasnya.

Peristiwa itu cepat viral dan menjadi bahan perbincangan publik. Banyak kalangan menilai, pendekatan persuasif yang ditunjukkan aparat merupakan wajah Polri yang semakin matang dan dewasa dalam berdemokrasi. Pengawalan dilakukan tanpa emosi berlebihan, tanpa tindakan represif, dan dengan komunikasi yang tetap terjaga.

Sebelum turun ke lapangan, tentu para anggota telah menerima arahan dari pimpinan agar mengedepankan pendekatan humanis. Momentum bulan suci Ramadan turut memberi nuansa berbeda. Beberapa personel terlihat mengenakan atribut religius seperti peci, sorban, serta jilbab putih bagi Polwan. Suasana spiritual itu menghadirkan keteduhan tersendiri, bukan hanya bagi yang bertugas, tetapi juga bagi masyarakat yang menyaksikan.

Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Ia adalah madrasah kesabaran, pengendalian diri, dan keikhlasan. Ketika nilai-nilai itu hadir dalam pelaksanaan tugas, hasilnya adalah ketenangan dalam menghadapi provokasi dan keteguhan dalam menjaga amanah.

Kejadian tersebut memberi pelajaran penting bahwa penguatan rohani memiliki dampak nyata dalam tugas kenegaraan. Hubungan erat antara iman dan pelaksanaan tugas bukanlah sekadar simbolik. Ia menjadi sumber energi moral yang membimbing langkah, menahan amarah, dan menuntun pada keputusan yang arif.

Dalam ajaran Islam ditegaskan bahwa pertolongan Tuhan dekat dengan orang-orang beriman dan bertakwa. Sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an, Surah Ar-Rum ayat 47, Allah menegaskan bahwa menjadi hak-Nya untuk menolong orang-orang yang beriman. Demikian pula dalam Surah Al-Hujurat ayat 13 disebutkan bahwa yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.

Nilai inilah yang selaras dengan jati diri Bhayangkara. Dalam setiap pengucapan Tribrata, poin pertama yang selalu diikrarkan adalah iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Artinya, fondasi spiritual telah menjadi komitmen dasar setiap insan Polri sejak awal pengabdiannya.

Apa yang terlihat di depan Mabes Polri bukan sekadar pengamanan aksi unjuk rasa. Itu adalah refleksi transformasi kultural di tubuh kepolisian. Transformasi yang tidak hanya menyentuh aspek struktural dan profesionalitas, tetapi juga menyentuh ruang batin para anggotanya.

Baca Juga:  Arief Martha Rahadyan: Demokrasi Sehat Bertumpu pada Pers yang Berintegritas

Ketika agama menjadi landasan, tugas seberat apa pun terasa lebih ringan. Ibarat sebuah karpet sederhana yang diletakkan di dalam masjid, ia menjadi mulia karena fungsinya untuk ibadah. Setiap orang yang masuk, bahkan pejabat tertinggi sekalipun, wajib menanggalkan alas kaki sebagai bentuk penghormatan. Sebaliknya, karpet mahal di istana tetap dapat diinjak dengan sepatu. Nilai kemuliaan bukan pada harga benda, melainkan pada kedekatannya dengan nilai ibadah.

Begitu pula dengan profesi. Polisi yang bersandar pada nilai agama dalam menjalankan tugasnya akan memperoleh kehormatan yang lahir dari ketulusan dan integritas. Masyarakat tidak hanya melihat seragam dan kewenangan, tetapi juga melihat akhlak dan kesabaran.

Polri saat ini terus berbenah melalui berbagai program penguatan mental dan spiritual. Pembinaan rohani rutin, peningkatan kualitas ibadah, serta penanaman nilai moral menjadi bagian dari upaya menjaga marwah institusi. Kepercayaan publik tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum yang tegas, tetapi juga melalui keteladanan sikap.

Momentum pengawalan aksi mahasiswa itu menjadi cermin bahwa pendekatan humanis bukanlah kelemahan. Justru di sanalah letak kekuatan moral seorang Bhayangkara. Ketegasan tetap berdiri, namun dibalut kesantunan. Disiplin tetap dijaga, namun ditemani empati.

Indonesia sebagai negara demokrasi membutuhkan aparat yang kuat sekaligus bijaksana. Kekuatan tanpa kendali hanya melahirkan ketakutan. Namun kekuatan yang dibimbing iman akan menghadirkan rasa aman.

Semangat inilah yang patut dijaga dan ditumbuhkan. Insan Bhayangkara di mana pun bertugas, di kota besar maupun pelosok negeri, memikul amanah menjaga keamanan sekaligus merawat kepercayaan rakyat. Tugas itu akan terasa lebih ringan ketika hati terhubung dengan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Agama bukan sekadar atribut. Ia adalah cahaya yang menuntun langkah. Ketika cahaya itu menyala dalam dada setiap anggota Polri, maka keteduhan akan terpancar dalam setiap tindakan.

Dan di situlah kekuatan sejati seorang Bhayangkara.

 

Ilham Gondrong

Zulfan Nababan

Pengasuh pondok pesantren Aktifis Dakwa

 

 

 

Berita Terkait

Nelayan Meosmanggra Temukan Dugaan Bom Ikan di Waigeo Barat, Ketua HMNI Desak Aparat Bertindak
Surat Pembatalan Tugas dr. Laura Belum Dijawab Bupati, Dokter Tetap Layani Pasien Anak
Dari Sampah Menjadi Karya Seni: Miftahussakdan Dorong Kreativitas dan Kesadaran Lingkungan Melalui SavExpo
Surat Pembatalan Penugasan dr. Laura Belum Jelas, Pemkab Raja Ampat Belum Beri Kepastian
Xplore Indonesia Luncurkan Antologi Pemikiran Tokoh Nasional, Gaungkan Semangat Kebangsaan di Hari Sumpah Pemuda
Polemik Penugasan dr. Laura Christanty: Antara Dasar Hukum dan Keberlanjutan Layanan RSUD Waisai
GEGER! Kasus Pemindahan dr. Laura Cristanty,S.p.A.,Jadi Sorotan Nasional, Ribuan Pengguna Instagram Bereaksi
GEGER! DPRK Raja Ampat Kompak Tolak Pemindahan dr. Laura, Bupati Diminta Batalkan Surat Tugas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 05:34

Brigjen TNI Kohir Raih Star Iconic Awards 2026 

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:36

Subuh Keliling di Masjid Ridha Jeumpa, Kapolres Bireuen Ajak Jamaah Sinergi Bersama Polisi Berantas Narkotika

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:33

Proyek P3-TGAI Desa Salang Alas Diduga Asal Jadi dan Diperjualbelikan, Polres Agara Didesak Turun Tangan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:59

Bireuen Darurat Judol & Narkoba: Kapolres AKBP Yulhendri Tabuh Genderang Perang!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:29

PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta Dukung Operasi Patuh Jaya 2026, Perkuat Sinergi Wujudkan Lalu Lintas Berkeselamatan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:27

PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta Berkolaborasi dalam menangani Kemacetan dan Keselamatan Lalu Lintas Bersama Stakeholders

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:25

Jasa Raharja Bersama Stakeholder Jakarta Timur Dorong Peningkatan Keselamatan Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:23

Melalui Program MUKL, PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta Tingkatkan Kesadaran Kesehatan dan Keselamatan Berlalu Lintas

Berita Terbaru

Sosial

Brigjen TNI Kohir Raih Star Iconic Awards 2026 

Sabtu, 31 Okt 2026 - 05:34