TribuneIndonesia.com I Deli Serdang- Aula Kantor Camat Percut Sei Tuan dipenuhi aktivitas anak-anak pada Kamis, 3 September 2026. Gebyar PAUD yang digelar HIMPAUDI bersama Bunda PAUD. Kecamatan Percut Sei Tuan menghadirkan perlombaan anak usia dini sebagai cara menguji keberanian, kemampuan bergaul, serta sikap mereka ketika menghadapi hasil pertandingan.
Bagi Jelita Asri Ludin Tambunan, kegiatan itu tidak berhenti pada perlombaan. anak-anak diperkenalkan pada pengalaman kalah dan menang sejak usia dini. Pesan yang ia sampaikan sangat sederhana. hasil pertandingan bukan alasan untuk berhenti mencoba.Kalau belum menang, jangan sedih. harus tetap semangat, senyum, belajar lagi, terus belajar,” ujar Jelita kepada anak-anak.
Pesan itu memperlihatkan sisi lain pendidikan usia dini. anak tidak hanya berhadapan dengan angka, huruf, atau kegiatan belajar rutin. mereka juga mulai mengenal aturan, giliran, keberanian tampil, serta cara menerima hasil yang tidak sesuai harapan.
Perlombaan lantas berubah menjadi semacam latihan sosial. anak bertemu teman sebaya, berhadapan dengan tantangan, lalu belajar menerima keputusan. bagi orang dewasa, kalah dalam sebuah perlombaan mungkin perkara kecil. bagi anak usia dini, pengalaman itu dapat terasa lebih besar. Cara mereka menghadapi hasil tersebut ikut membentuk kebiasaan ketika menghadapi persoalan lain.
Jelita juga menyoroti peran keluarga. menurut dia, kegiatan seperti Gebyar PAUD memberi kesempatan kepada orang tua untuk hadir dan mendampingi anak secara langsung.
dengan kegiatan ini, anak-anak bisa belajar berinteraksi dengan teman-teman dan membuat kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak, sekaligus berkumpul bersama keluarga,” katanya.
ada pesan yang lebih luas dari kegiatan itu. pendidikan anak usia dini tidak hanya berlangsung melalui proses belajar yang terjadwal. Interaksi dengan teman, keberanian tampil, pengalaman menerima kekalahan, serta pendampingan orang tua ikut memberi warna pada proses tumbuh kembang anak.
Gebyar PAUD akhirnya memperlihatkan bagaimana sebuah perlombaan dapat dipakai sebagai alat pendidikan. anak-anak belajar menghadapi hasil, orang tua belajar mendampingi, sedangkan pendidik mendapat kesempatan melihat kemampuan anak di luar kegiatan belajar rutin.(Ilham Gondrong)
























