TribuneIndonesia.com I Deli Derdang- Dua belas kelas, tiga laboratorium, perpustakaan, dan pagar keliling akan mengisi kompleks baru SMP Negeri 2 Galang di Desa Pisang Pala, pada Senin, 31 Agustus 2026, batu pertama diletakkan. Proyek itu ditargetkan rampung 130 hari kerja. Setelah tahap pertama selesai, pembangunan berlanjut ke ruang guru, ruang kepala sekolah, musholah , dan kantin.
di balik susunan bangunan itu tersimpan sasaran yang lebih besar. sekolah tersebut diproyeksikan menjadi salah satu sekolah unggulan di Kecamatan Galang. Pemerintah daerah menempatkannya sebagai bagian dari gagasan sekolah terintegrasi, yang menghubungkan jenjang SD, SMP, sampai SMA.
dr.Asri Ludin Tambunan hadir saat peletakan batu pertama bersama jajaran pemerintah, perwakilan PT Lonsum, dan para siswa. Ia menyebut pembangunan SMP Negeri 2 Galang sebagai salah satu pekerjaan besar pada masa kepemimpinannya bersama Lom Lom Suwondo. dalam satu setengah tahun, kita bisa mewujudkan pembangunan SMP Negeri 2 Galang,” kata Asri Ludin.
Tahap pertama memiliki cakupan pekerjaan yang cukup besar. Dua belas ruang kelas akan dibangun bersama tiga laboratorium, perpustakaan, serta pagar keliling. waktu pengerjaan ditetapkan 130 hari kerja. tahap berikutnya belum berhenti pada bangunan utama. Ruang guru, ruang kepala sekolah, musala, dan kantin masuk daftar pekerjaan lanjutan.
Rancangan itu menunjukkan bahwa sekolah ini tidak diperlakukan hanya sebagai tempat tambahan untuk kegiatan belajar dan mengajar. ada upaya membentuk fasilitas pendidikan yang lebih lengkap, sekaligus mengubah posisi SMP Negeri 2 Galang sebagai sekolah rujukan di wilayah tersebut.
namun predikat unggulan kelak tidak ditentukan oleh jumlah bangunan. Laboratorium harus berfungsi, perpustakaan harus digunakan, ruang kelas harus layak, dan fasilitas pendukung harus terawat. ukuran keberhasilan proyek bukan hanya bangunan yang berdiri setelah 130 hari kerja, melainkan bagaimana fasilitas itu dipakai setelah pintu sekolah dibuka.
Asri Ludin mengarahkan SMP Negeri 2 Galang sebagai cikal bakal sekolah terintegrasi. Konsep itu menghubungkan pendidikan SD, SMP, dan SMA agar perpindahan jenjang tidak memutus perkembangan kemampuan peserta didik. anak-anak yang keluar dari sini untuk menuju SMA diharapkan memiliki kemampuan yang lebih,” ujarnya.
Gagasan tersebut membawa konsekuensi lebih jauh. Sekolah unggulan membutuhkan guru yang mampu mengoperasikan fasilitas pendidikan, kurikulum yang mendukung kemampuan siswa, serta sistem pembinaan yang tidak berhenti pada capaian pendidikan Intelektual. Gedung yang lengkap tanpa pengelolaan pendidikan yang kuat hanya menghasilkan bangunan yang mahal.
Pembangunan itu juga melibatkan PT Lonsum. Kehadiran perusahaan pada peletakan batu pertama menunjukkan adanya keterlibatan pihak lain di sekitar proyek pendidikan tersebut. Seberapa jauh bentuk dukungan itu dan bagaimana pembagian perannya tidak dijelaskan pada acara tersebut.
Asri Ludin juga meminta orang tua dan masyarakat ikut menjaga fasilitas yang dibangun. Ia menyebut penanaman pohon, menjaga lingkungan sekolah, dan gotong royong sebagai cara merawat aset pendidikan. Sekolah itu diproyeksikan untuk menyiapkan siswa menghadapi kebutuhan masa depan. Pemerintah daerah mengaitkannya dengan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Kini ukuran keberhasilannya tinggal menunggu waktu. Batu pertama sudah diletakkan. Target 130 hari kerja sudah ditetapkan. Tahap kedua sudah disiapkan. Setelah bangunan berdiri, perhatian akan bergeser kepada satu hal yang lebih sulit diukur. apakah SMP Negeri 2 Galang benar-benar mampu melahirkan siswa dengan kemampuan yang lebih baik, seperti yang ditargetkan.(Ilham Gondrong)

























