Proyek Siluman Irigasi Rp199 Juta di Aceh Tenggara: Tanpa Perencana, Tanpa Pengawas, Pekerja Disuruh ‘Telanjang’ Tanpa K3, LSM KPK RI Desak Penegak Hukum Tangkap Pemilik CV Jambu Lele Service!

- Editor

Kamis, 3 September 2026 - 02:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGGARA — Bau busuk aroma korupsi kian menyengat dari proyek “Pembangunan Irigasi Zona Pertanian” di Desa Darul Imam, Kecamatan Bukit Tusam, Kabupaten Aceh Tenggara. Proyek fisik yang menelan anggaran dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2026 senilai Rp199.613.000 ini bukan sekadar amburadul, melainkan terang-terangan memperkosa aturan pengadaan barang dan jasa negara. Papan informasi proyek mencatat dengan telanjang bahwa kolom Perencana, Pengawas, hingga nomor BPJS-TK dibiarkan kosong melompong, sementara para buruh di lapangan dibiarkan bekerja tanpa Alat Pelindung Diri (K3) seolah nyawa manusia dijual murah.

​Berdasarkan data resmi pada plang proyek yang dipasang di lokasi, rincian kegiatan tersebut meliputi:

  • Instansi Pemberi Proyek: Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
  • Nomor SPK: 600/803/SPK/PA/DAU/PUPR-AGR/VII/2026.
  • Nilai Kontrak: Rp199.613.000 bersumber dari APBK-DAU Tahun Anggaran 2026.
  • Pelaksana Proyek: CV. Jambu Lele Service.
  • Jadwal Pelaksanaan: 12 Agustus 2026 hingga 09 November 2026.
  • Kejanggalan Fatal: Kolom perencana, pengawas, dan nomor BPJS-TK dikosongkan, serta pekerja diabaikan tanpa standar keselamatan K3 di lapangan.

LSM KPK RI Saidul: “Ini Perampokan Terang-terangan, Nyawa Pekerja Dijual Murah!”

​Kecaman keras langsung dilayangkan oleh perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (LSM KPK RI), Saidul. Dengan nada geram, Saidul menilai ketiadaan konsultan perencana, pengawas, hingga pembiaran buruh tanpa K3 adalah bukti nyata persekongkolan busuk antara pejabat Dinas PUPR Aceh Tenggara dengan pihak kontraktor untuk mengeruk uang rakyat.

Baca Juga:  Kajari Bitung Hadiri Penutupan Pemeriksaan BPK RI di Kejati Sulut

​”Bagaimana bisa proyek fisik ratusan juta rupiah dikerjakan tanpa perencana dan pengawas? Ini jelas-jelas proyek siluman! Bukan cuma mangkir, sekarang terbukti para pekerja di lapangan disuruh bertaruh nyawa ‘telanjang’ tanpa standar K3 dan kolom BPJS Ketenagakerjaan dikosongkan. Ini kejahatan ketenagakerjaan dan perampokan uang negara! Kami mendesak aparat penegak hukum segera periksa Dinas PUPR dan tangkap penanggung jawab CV Jambu Lele Service!” tegas Saidul dengan nada menggelegar.

CV Jambu Lele Service Kontraktor Pengecut, Pesan Saidul Dikantongi Tanpa Balasan

​Borok proyek ini semakin pekat ketika pihak pelaksana menunjukkan mental pengecut dan alergi terhadap kontrol sosial. Saidul mengungkapkan bahwa dirinya sudah beberapa kali mencoba menghubungi pihak CV Jambu Lele Service, namun beberapa kali pesan yang dikirimkan tidak pernah dibalas sama sekali. Pihak kontraktor memilih bungkam, memblokir akses, dan lari dari tanggung jawab demi menutupi borok kualitas pekerjaan di lapangan.

​Hingga berita ini dikirimkan ke meja redaksi, pihak manajemen CV Jambu Lele Service terus bersembunyi di balik bungkamnya mulut mereka, sementara desakan keras agar aparat penegak hukum segera mengusut tuntas proyek fiktif dan bobrok ini semakin tak terbendung.***

Berita Terkait

Polres Bireuen Gelar Apel Pencegahan dan Penanganan Karhutla Tahun 2026
Kejari Bireuen Peringati Hari Lahir Kejaksaan RI KE-81 dan Serangkaian Kegiatan Sosial 
​Ancaman Karhutla di Kampung Loyang Manado, Prajurit Kodaeral VIII dan Warga Lokalisasi Titik Api
Datok Penghulu Suka Rahmat Jelaskan Mekanisme Usulan dan luruskan Isu Pemungutan Dana Jadup
Polres Bireuen Pastikan Kelancaran Lalu Lintas Di Jembatan Bailey Kuta Blang  Pengendara Diimbau Jaga Ketertiban
Sekolah Rakyat Terintegrasi Pandeglang Mulai Beroperasi, Hutama Karya Dukung Akses Pendidikan bagi Keluarga Prasejahtera
Semangat Kemerdekaan Membara, Warga Kampung Jamur Jelatang Gelar Ragam Lomba HUT RI KE-81
Babinsa Koramil 11/Bandar Baru Ajak Warga Abah Lueng Jaga Kebersihan Lingkungan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 01:19

​Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Walikot Bitung Hadiri Apel Gelar Pasukan Penanganan Karhutla

Rabu, 2 September 2026 - 17:00

Mengejar Pajak di Ujung Tahun

Rabu, 2 September 2026 - 14:59

Ditreskrimsus Polda Sumut Tindaklanjuti Laporan GRPK, PT Sari Inco Food Corporation Segera Dipanggil

Rabu, 2 September 2026 - 14:26

Sejumlah Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Pakam Sakit Perut, Penyebab Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan

Rabu, 2 September 2026 - 10:51

Perkuat Bebas Pungli, Pemkot Bitung Siapkan WhatsApp “Lapor Pak Wali” untuk Warga

Rabu, 2 September 2026 - 09:52

Kejari Bitung Rayakan Harlah Kejaksaan RI Ke-81, Kapolres Bitung Datang Bawa Kejutan

Rabu, 2 September 2026 - 08:38

Dipimpin Kades Novian, SE, Pemerintah Desa Sinabang Tetapkan Prioritas Pembangunan 2027 Melalui Musyawarah RKPDesa

Rabu, 2 September 2026 - 08:12

DANA BOS SMK Negeri 1 Kuta Cane Aceh Tenggara di duga sarat masalah.

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Mengejar Pajak di Ujung Tahun

Rabu, 2 Sep 2026 - 17:00