TribuneIndonesia.com I Lubuk Pakam-Sejumlah siswa SMA Negeri 1 Lubuk Pakam dilaporkan mengalami sakit perut dan diare setelah menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keluhan tersebut muncul setelah pembagian makanan MBG pada Senin (31/8/2026).
Namun, kaitan antara keluhan kesehatan siswa dengan makanan MBG dari SPPG Haru Raya 1 dan 2 belum dapat dipastikan. Pemeriksaan lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan yang dialami sejumlah siswa.
Tim investigasi LSM Gerakan Rakyat Pejuang Keadilan (GRPK) kemudian melakukan penelusuran dengan mendatangi SMA Negeri 1 Lubuk Pakam, Rabu (2/9/2026).
Tim GRPK bertemu dengan Humas SMA Negeri 1 Lubuk Pakam, M. Muris, yang turut menangani pelaksanaan program MBG di sekolah tersebut.
Muris menjelaskan, pada Selasa (1/9/2026), terdapat siswa yang meminta izin pulang karena mengalami sakit perut dan diare. Saat itu, makanan MBG untuk hari tersebut baru datang sekitar pukul 10.00 WIB.
“Anak yang permisi pulang karena sakit perut dan diare sekitar pukul 08.00 WIB. Dia sempat ke kamar mandi. Kami khawatir kalau sakit mencret atau diare itu menular kepada siswa lainnya,” jelas Muris kepada tim GRPK.
Menurut Muris, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pihak sekolah mengambil langkah antisipasi terhadap siswa yang mengalami keluhan kesehatan.
Ia juga menegaskan bahwa siswa yang mengalami sakit pada Selasa tersebut belum mengonsumsi makanan MBG yang datang pada hari yang sama.
“Kalau untuk makanan hari Senin, kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari rumah sakit. Mudah-mudahan dalam beberapa hari sudah ada hasilnya, sehingga bisa diketahui apakah benar berkaitan dengan makanan MBG atau ada penyebab lainnya,” ujarnya.
Muris mengatakan, pihak sekolah masih menunggu hasil pemeriksaan medis terhadap siswa yang sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit. Informasi tersebut dinilai penting agar penyebab gangguan kesehatan dapat diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan berdasarkan dugaan.
Usai melakukan konfirmasi ke pihak sekolah, tim GRPK melanjutkan penelusuran ke SPPG Haru Raya 1 dan 2 yang menjadi penyedia makanan MBG bagi siswa. di lokasi tersebut, tim GRPK diterima Asisten Lapangan Dapur 2, Baim Ginting, SH.
Baim membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai adanya siswa SMA Negeri 1 Lubuk Pakam yang mengalami gangguan kesehatan.
Memang saya mendapat laporan terkait kejadian yang ada di SMA Negeri 1 Lubuk Pakam. Pihak kami juga sudah melakukan pengecekan dan mendatangi rumah sakit untuk melihat kondisi anak-anak,” kata Baim.Menurutnya, kondisi siswa yang mendapatkan perawatan telah ditangani dan dalam keadaan aman.
Baim juga menjelaskan bahwa pihak SPPG sedang melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap makanan yang diduga berkaitan dengan keluhan kesehatan tersebut. “Sekarang sedang kita lakukan pemeriksaan laboratorium. Hasilnya nanti kurang lebih lima hari. Setelah hasilnya keluar, akan kita sampaikan kepada teman-teman media,” ujarnya.
Dengan demikian, dugaan bahwa gangguan kesehatan siswa disebabkan makanan MBG masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan keterangan medis dari rumah sakit. Wakil Ketua DPP LSM GRPK, Hoko Judho Putra, SE., M.Th., mengatakan pihaknya akan menunggu hasil pemeriksaan sebelum mengambil kesimpulan mengenai penyebab gangguan kesehatan yang dialami siswa.
Kita akan menunggu beberapa hari ini. Mudah-mudahan hasilnya menjadi langkah baik dan kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” ujar Hoko.
Ia menilai aspek kebersihan, ketelitian dalam proses memasak, pengolahan bahan makanan, serta kualitas menu harus menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program MBG.
Kebersihan dan ketelitian dalam memasak serta menu harus menjadi perhatian agar makanan yang diberikan benar-benar bergizi dan sehat untuk generasi anak bangsa,” katanya.
Hoko menambahkan, GRPK mendorong seluruh pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan MBG untuk memastikan setiap tahapan pengolahan dan distribusi makanan memenuhi standar keamanan pangan.
Sementara itu, hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan keterangan medis dari rumah sakit diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab keluhan kesehatan yang dialami siswa SMA Negeri 1 Lubuk Pakam.
Sampai hasil pemeriksaan tersebut keluar, dugaan keterkaitan antara makanan MBG dengan sakit perut dan diare yang dialami sejumlah siswa belum dapat dinyatakan hasil sebagai penyebab.(Ilham Gondrong)
























