Perkuat Bebas Pungli, Pemkot Bitung Siapkan WhatsApp “Lapor Pak Wali” untuk Warga

- Editor

Rabu, 2 September 2026 - 10:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Dok. Istimewa)

(Dok. Istimewa)

Bitung | Tribuneindonesia.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung mempertegas komitmennya dalam memberantas praktik korupsi dan pungutan liar di lingkungan pemerintahan, Selasa (02/09/26).

Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Bitung kini resmi dilarang keras menerima pemberian dalam bentuk apa pun saat menjalankan tugas pelayanannya kepada masyarakat.

Langkah tegas ini diambil untuk memastikan integritas dan profesionalisme birokrasi di kota tersebut tetap terjaga.


Kebijakan pembatasan gratifikasi ini menjadi bukti nyata kontribusi Pemkot Bitung untuk mendukung gerakan nasional “Indonesia Berani Jujur tanpa Korupsi”.


Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa seluruh bentuk layanan publik di Kota Bitung harus berjalan secara transparan, adil, dan berorientasi penuh pada kepentingan warga tanpa adanya imbalan tidak sah.


Untuk mengawal penerapan aturan tersebut, Pemkot Bitung telah menyediakan fasilitas pengaduan khusus bagi masyarakat yang menemukan pelanggaran.

Baca Juga:  Kejaksaan Negri Belitung Timur Siap Terima Penilaian Dari KEJAGUNG RI Untuk Predikat Wilayah Birokrasi Bersih Dan Melayami (WBBM)

Warga yang melihat atau mengindikasikan adanya praktik pungutan liar maupun gratifikasi dapat langsung melaporkan temuan mereka melalui kanal WhatsApp resmi “Lapor Pak Wali”.

​Masyarakat dapat mengirimkan laporan secara langsung ke nomor 082395961275 dengan melampirkan bukti-bukti pendukung yang valid.

Tim dari kanal “Lapor Pak Wali” menyatakan kesiapannya untuk merespons dan menindaklanjuti setiap aduan yang masuk demi menjaga kebersihan tata kelola pemerintahan.

​Melalui sinergi antara ketegangan aturan internal dan partisipasi aktif masyarakat, Pemkot Bitung optimistis mampu menciptakan lingkungan birokrasi yang bersih dan bebas dari penyalahgunaan wewenang.

Pemerintah berharap keberanian warga dalam melapor dapat menjadi benteng utama dalam mengikis habis praktik korporasi di sektor pelayanan publik. (kiti)

Berita Terkait

Diduga Catut Nama Anak Sebagai Anak Didik TK Swasta Telege Ceret di Aceh Tengah Disorot
RSUD Raja Ampat Jadi Lokasi Studi Tiru RSUD Oksibil, Dari Papua Pegunungan Belajar ke Papua Laut
Kajari Simeulue Terima Tahap II, 5 Tersangka Korupsi Jalan Simpang Air Dingin-Labuhan Bajau Rp7,6 Miliar Resmi Ditahan
Pangdam IX/Udayana Kerahkan Jajaran Tangani Dampak Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Bali
Polemik Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat Berujung Baik, Direktur RSUD Tekankan Profesionalitas dan Kepentingan Masyarakat
PENCURIAN TOWER XL DI TUALANG BARO TERULANG! WARGA RESAH, DIDUGA KOMPlotan PENCURI BERKELIARAN DI TENGAH MALAM
Cak Imin Sentil Kader PKB: Jangan Terlena Kekuasaan, Kuasai Media Sosial dan Hadir untuk Rakyat
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 02:35

Diduga Catut Nama Anak Sebagai Anak Didik TK Swasta Telege Ceret di Aceh Tengah Disorot

Rabu, 4 November 2026 - 00:43

RSUD Raja Ampat Jadi Lokasi Studi Tiru RSUD Oksibil, Dari Papua Pegunungan Belajar ke Papua Laut

Selasa, 3 November 2026 - 19:03

Selasa, 3 November 2026 - 14:15

Pangdam IX/Udayana Kerahkan Jajaran Tangani Dampak Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Bali

Selasa, 3 November 2026 - 12:44

Polemik Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat Berujung Baik, Direktur RSUD Tekankan Profesionalitas dan Kepentingan Masyarakat

Selasa, 3 November 2026 - 05:37

PENCURIAN TOWER XL DI TUALANG BARO TERULANG! WARGA RESAH, DIDUGA KOMPlotan PENCURI BERKELIARAN DI TENGAH MALAM

Senin, 2 November 2026 - 12:41

Cak Imin Sentil Kader PKB: Jangan Terlena Kekuasaan, Kuasai Media Sosial dan Hadir untuk Rakyat

Senin, 2 November 2026 - 10:44

Hampir Sepekan Berpolemik, Nasib Dokter Laura di RSUD Raja Ampat Temukan Titik Terang

Berita Terbaru

Feature dan Opini

Berpolitik Serius, Ikutan atau Sekadar Latah?

Rabu, 4 Nov 2026 - 00:31