TribuneIndonesia.com I Deli Serdang- Dua ruas jalan di Dusun Rejo dan Dusun Abadi, Desa Tandem Hilir II, akhirnya berlapis aspal setelah puluhan tahun dibiarkan sulit dilalui. Bagi warga, perubahan itu paling terasa bagi petani yang setiap hari melewati jalan tersebut menuju areal persawahan.
Siti masih mengingat kondisi jalan itu ketika dirinya kecil. Kini ia telah memiliki anak. Aspal baru pertama kali menutup badan jalan yang selama bertahun-tahun menjadi jalur warga. selama saya masih kecil, sekarang sudah punya anak, baru ini lah diaspal. Anak sekolah pun jalannya udah enak sekarang,” kata Siti saat peresmian ruas jalan tersebut, pada Kamis, 3 September 2026.
Jalan itu sebelumnya menjadi bagian dari rutinitas warga yang harus berhadapan dengan akses yang sulit. bagi petani, kondisi jalan berpengaruh langsung terhadap perjalanan menuju lahan dan pengangkutan hasil pertanian. Ari Junaidi menyebut dua ruas jalan yang saling terhubung tersebut kini memudahkan petani menuju sawah.
terima kasih atas pengaspalan jalan di Dusun Abadi dan Benteng. Ini jalan yang susah dilalui, terutama bagi petani yang ke sawah. Sekarang kami merasakan bagaimana nyamannya bekerja ke sawah,” ujar Ari. namun aspal hanya menyelesaikan satu bagian dari persoalan akses warga. Kondisi saluran air masih menjadi pekerjaan berikutnya.
Sahnan mengatakan normalisasi sungai sepanjang sekitar 600 meter telah membuat aliran air di depan permukiman lebih lancar. Warga Blok 1 masih mengusulkan pembangunan drainase untuk mengurangi persoalan air di sekitar permukiman.
terima kasih atas bantuan normalisasi. Sungai di depan rumah warga sudah dikorek sekitar 600 meter dan airnya sekarang lancar. Ke depan, warga Blok 1 berharap ada pembangunan drainase juga,” katanya.
Permintaan itu mendapat respons dari dr H Asri Ludin Tambunan. Ia menyatakan pembangunan drainase dan jalan dapat dilanjutkan dengan syarat warga dan pemerintah desa ikut merawat hasil pekerjaan. Kalau dibangun drainase, paling tidak ada gotong royong untuk membersihkannya secara rutin,” ujar Asri Ludin
Pesan itu berulang pada persoalan pemeliharaan. Badan jalan dan parit diminta bebas dari sampah serta tanaman yang merambat. Infrastruktur yang baru dibangun berpotensi cepat rusak jika saluran air tersumbat atau badan jalan tidak dijaga. asal pembangunan tidak dijaga dan dipelihara, umurnya tidak panjang. Ini pekerjaan bersama,” katanya.
Persoalan lain muncul dari kendaraan bermuatan berlebih. Sejumlah ruas jalan telah dipasangi portal oleh warga sebagai upaya membatasi kendaraan yang berpotensi merusak permukaan jalan. Asri Ludin mengapresiasi langkah tersebut. namun portal diminta tidak menghambat kendaraan pengangkut hasil bumi yang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi warga.
Bagi warga Tandem Hilir II, aspal baru itu bukan akhir dari persoalan. Jalan yang telah diperbaiki membutuhkan pengawasan dan perawatan agar tidak kembali ke kondisi sebelumnya. Drainase yang diusulkan warga juga menjadi pekerjaan lanjutan yang berkaitan langsung dengan usia jalan.
Asri Ludin mengatakan pembangunan infrastruktur harus memberi manfaat bagi petani, anak sekolah dan aktivitas ekonomi warga. Ia juga mengingatkan agar pembangunan tidak hanya terpusat pada satu kawasan.
tadi disampaikan warga bahwa semenjak Indonesia merdeka, bahkan sebelum merdeka, dusun itu belum pernah tahu yang namanya aspal. Jadi, pertahankan jalan ini selama mungkin. Kalau jalan yang sudah dibangun bisa bertahan, daerah lain juga bisa mendapatkan pembangunan. Jangan hanya itu-itu saja yang dibangun,” ujarnya.Kunjungan kerja itu juga diisi penyerahan bantuan Baznas dan kursi roda kepada sejumlah warga.(Ilham Gondrong)
























