Kerajaan Babilon: Kekuasaan yang Lupa Pencipta

- Editor

Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi/Tribuneindonesia.com

Pada tahun 605 sebelum Masehi, berdirilah Kerajaan Babilon di bawah Raja Nebukadnezar II — kerajaan yang saat itu dianggap paling perkasa di seluruh dunia. Dinding kotanya begitu tebal, gerbangnya berlapis tembaga, kekayaannya tak terhitung, dan tentaranya tidak terkalahkan. Raja Nebukadnezar merasa tidak ada yang setara dengannya. Ia berjalan di atas menara pengawas, melihat kota yang megah, dan berkata dalam hatinya: “Bukankah akulah yang membangun kerajaan ini dengan kekuatanku sendiri? Bukankah kemegahan ini datang dari kehebatanku sendiri? Semua bangsa akan tunduk kepadaku, tidak ada yang berani menentang kehendakku.”selasa
18 Agustus 2026.

Ia lupa bahwa kekuasaan adalah titipan. Ia lupa bahwa rakyat bukanlah alas kakinya. Ia memerintah dengan kesewenang-wenangan, membebani rakyat dengan beban yang berat, memuja kemegahan istananya di atas keringat dan tetesan darah orang banyak. Ia merasa tak tergoyahkan — dinding Babilon kokoh, bentengnya tinggi, siapa yang berani meruntuhkannya?

Namun Tuhan melihat. Tuhan yang mengangkat dan Tuhan pula yang merendahkan. Di tengah kemegahan yang dianggap abadi itu, Tuhan berfirman: “Siapa engkau yang merasa duduk di atas langit? Tanpa Aku, segala kemegahanmu hanyalah debu yang diterbangkan angin.”

Belum lama berlalu, ketika hatinya masih penuh keangkuhan, keruntuhan datang. Tanpa diduga, kerajaan yang dianggap tidak akan pernah jatuh itu roboh dalam satu malam. Raja yang merasa paling hebat kehilangan akal sehatnya, hidup mengembara di padang seperti binatang, sampai ia sadar bahwa hanya Tuhan yang berkuasa atas kerajaan manusia — dan Dia memberikan kekuasaan kepada siapa yang rendah hatinya dan tidak menindas rakyatnya.

Baca Juga:  Terlalu! Paman di Makassar Diduga Cabuli Tiga Keponakannya dan Ibu Korban, Kasusnya Kini Ditangani Polrestabes Makassar

Begitulah peringatan abadi bagi setiap penguasa di setiap zaman:

– Dinding yang paling tebal tidak bisa melindungi dari penghakiman Tuhan
– Kekayaan yang paling banyak tidak bisa menebus kesewenang-wenangan
– Ketaatan rakyat yang dipaksa bukanlah kehormatan — itu hanyalah ketakutan yang menunggu waktu untuk berubah menjadi kebangkitan

Kerajaan Babilon telah hilang ribuan tahun lalu. Puing-puingnya kini tertimbun debu sejarah. Tetapi pelajarannya tetap berdiri tegak sampai hari ini:

Siapa yang membangun kemegahan di atas penderitaan rakyat, sedang membangun puing-puing untuk dirinya sendiri. Dan siapa yang merasa tidak perlu Tuhan dan tidak perlu rakyat — Tuhan akan membiarkan dia berdiri sendirian, lalu jatuh tanpa ada yang menolong.

Ini adalah peringatan dan sinyal bagi setiap bangsa dan negeri. Contoh-contoh seperti ini tidak akan lari ke mana-mana — kebenaran itu akan selalu mencari kebenarannya. Dan Tuhanlah yang menjalankan keadilan-Nya; apa yang dibangun di atas penderitaan dan kesombongan, Dia pula yang akan meruntuhkannya, tidak peduli seberapa kokoh dan seberapa tinggi ia berdiri hari ini.

Berita Terkait

Mestinya Pemerintah Aceh Malu,Pada Jasa warisanya Habib Bugak
Jepang Memberi Makan Gratis Tanpa Keracunan- Mengapa Kita Tidak Bisa? Pemimpin Harus Mencicipi Dulu!
Jangan Menjadi Pemimpin — Gubernur Atau Siapa Pun — Untuk Menciptakan Kebohongan Kepada Rakyat
Korupsi Menggurita — Mengapa Koruptor Diperlakukan Istimewa, Rakyat Yang Disiksa?
Ketika Tanah Leluhur Diambil — Tanda Peradaban yang Akan Hancur
Belajarlah kepada India — Bukan Meniru, Tapi Membangun Peradaban Sendiri
Bangsa Kaya yang Terjatuh karena Melupakan Rakyat
Kesombongan yang Menjatuhkan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 18:38

Puluhan Titik Api Kepung Waisai, Empat Pulau Besar Raja Ampat Mulai Terancam Kebakaran

Selasa, 22 September 2026 - 11:06

Miras Ilegal Diduga Marak di Waisai, Penertiban Dipertanyakan

Senin, 21 September 2026 - 11:12

Dominasi Sepak Bola Usia Dini, Bintang Utara FC Kembali Naik Tahta di Manado

Minggu, 20 September 2026 - 14:29

Kejar Peningkatan Prestasi Nasional, ESI Sumut Gelar Kejurprov Esport 2026

Minggu, 20 September 2026 - 13:46

Gol Semata Wayang Eja Antar Bintang Utara Manado Rajai Turnamen Usia Dini di Likupang

Kamis, 17 September 2026 - 16:46

Tahura Raja Ampat di Pusat Waisai Disorot, Warga Minta Pemda Serius Benahi Kebersihan

Rabu, 16 September 2026 - 12:13

Kepala BIN Muhammad Herindra Dilantik Jadi Ketum PB ESI, Prestasi Esports Lebih Tinggi Jadi Target

Minggu, 13 September 2026 - 13:22

Kecerobohan Wasit di Langowan Junior Cup Picu Aksi WO, PSSI dan Pemda Sulut Didesak Turun Tangan

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Pesparani I Digelar, 14 Paroki Berebut Tiket ke Sumut

Sabtu, 3 Okt 2026 - 10:01