*Surat Kedua Rakyat Sumatera untuk Prabowo: Apel Green Aceh Ambil Andil Suarakan Krisis Kesehatan Akibat PLTU Batubara*.

- Editor

Minggu, 12 April 2026 - 14:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

ACEH |Tribune Indonesia.com Koalisi Sumatera Terang untuk Energi Bersih (STuEB), termasuk *Apel Green Aceh*, kembali melayangkan *Surat Perintah Rakyat Sumatera (SPRS)* kepada Presiden Prabowo Subianto pada 11 April 2026. Surat kedua ini dilayangkan karena surat pertama pada 11 Maret 2026 diabaikan Istana, bukti negara menutup mata pada kejahatan lingkungan PLTU batubara yang menggerogoti Sumatera.

Surat itu menegaskan: Sumatera bukan tempat pembuangan dosa energi kotor. Pulau ini sudah berstatus darurat ekologis akibat industri batubara yang meracuni udara, laut, dan ruang hidup rakyat demi keuntungan segelintir korporasi.

Pemantauan STuEB Maret 2026 di 8 provinsi membongkar pola perusakan terstruktur. Puluhan PLTU tetap beroperasi di tengah pelanggaran: limbah FABA beterbangan tanpa penutup, air bahang panas dibuang ke perairan, cerobong menyemburkan racun ke pemukiman.

*Apel Green Aceh Ungkap Krisis Kesehatan di Nagan Raya*
Rahmat Syukur dari Apel Green Aceh memaparkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya: kasus ISPA di Ring 1 PLTU melonjak dari 512 kasus pada 2024 menjadi 728 kasus pada 2025, dengan peningkatan 40% di lima desa terdampak.

Baca Juga:  Panggil BKPSDM Soal IPDN Dipertanyakan, Warga: Jangan Salah Sasaran!

Tim menemukan pembongkaran limbah FABA tanpa terpal dan bangunan tertutup, menyebar debu berbahaya. Suhu air bahang tercatat 30,5°C hingga 35,5°C dengan pH 7,8–8,3. Cerobong PLTU PT. PLN Nusantara Power mengeluarkan asap kekuningan diduga _fly ash_. Warga mengeluh ISPA, penyakit kulit, hingga batuk berdarah.

“Ini bukan sekadar pencemaran lingkungan, tapi sudah menjadi krisis kesehatan masyarakat. Warga terpapar setiap hari tanpa perlindungan yang memadai,” ujar Rahmat Syukur.

Rahmat Syakur, Ketua Apel Green Aceh menegaskan surat kedua ini dikirim serentak dari 8 provinsi karena surat pertama tak digubris.

” Kami kembali mengirimkan surat kedua dari 8 Provinsi, kita berharap segera ada tindak lanjut dari Surat kedua ini’

Rifqi Candra

Berita Terkait

Carles Imbir Ajak Rakyat Raja Ampat Kawal DPRK: Pastikan Berjalan Sesuai Aturan dan Aspirasi
Panggil BKPSDM Soal IPDN Dipertanyakan, Warga: Jangan Salah Sasaran!
Ketua DPRK Raja Ampat Tegaskan APBD Perubahan 2026 Harus Tepat Sasaran
Pengawasan APIP Ungkap Temuan Rp2,17 Miliar pada 8 Desa Dalam Kabupaten Simeulue
Konten Diduga Singgung Agama, Ketua DPP GRPK Laporkan Akun TikTok ke Polda Sumut
KUA-PPAS Perubahan 2026: Fraksi Demokrat Raja Ampat Beri Catatan Keras untuk Pemerintah Daerah
Fraksi Demokrat Bongkar 10 Catatan APBD-P 2026, Desak Bupati Nonaktifkan Kepala Kampung yang Terkena LHP
Semangat Pengurus Tinelo Dana-Dana Menggelar Maulid Nabi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 04:40

Jepang Memberi Makan Gratis Tanpa Keracunan- Mengapa Kita Tidak Bisa? Pemimpin Harus Mencicipi Dulu!

Kamis, 20 Agustus 2026 - 03:19

Jangan Menjadi Pemimpin — Gubernur Atau Siapa Pun — Untuk Menciptakan Kebohongan Kepada Rakyat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 03:14

Korupsi Menggurita — Mengapa Koruptor Diperlakukan Istimewa, Rakyat Yang Disiksa?

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:48

Ketika Tanah Leluhur Diambil — Tanda Peradaban yang Akan Hancur

Rabu, 19 Agustus 2026 - 04:43

Belajarlah kepada India — Bukan Meniru, Tapi Membangun Peradaban Sendiri

Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:59

Kerajaan Babilon: Kekuasaan yang Lupa Pencipta

Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:56

Bangsa Kaya yang Terjatuh karena Melupakan Rakyat

Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:54

Kesombongan yang Menjatuhkan

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Deli Serdang Kembangkan Bawang Merah di Namorambe, Target Produksi 13 Ton

Minggu, 27 Sep 2026 - 08:04

Sosial

BERJUANG SENDIRI, TAPI TIDAK HARUS MENUTUP DIRI

Minggu, 27 Sep 2026 - 07:11

Feature dan Opini

Panggil BKPSDM Soal IPDN Dipertanyakan, Warga: Jangan Salah Sasaran!

Minggu, 27 Sep 2026 - 01:29