Dituding Bawa Isu Golongan, Dansatrol Bitung Angkat Bicara: Itu Fitnah dan Provokatif!

- Editor

Rabu, 11 Maret 2026 - 11:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitung | Tribuneindonesia com Menanggapi pember​itaan yang dimuat dimedia ciber inanews.co.id oleh seorang jurnalis dengan nama Reza sempat membuat gadih publik, Rabu (11/03/26).

Komandan Satuan Patroli (Dansatrol) Kodaeral VIII Bitung, Kolonel Laut (P) Marviil Marfel Frits, E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CHRMP. selaku korban dalam pemberitaan tersebut menyatakan keberatan keras terhadap narasi yang dimuat terkait tudingan isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).

Ia menilai pemberitaan tersebut tidak hanya menyerang pribadinya, tetapi juga mencederai marwah satuan yang dipimpinnya. Menurutnya, tuduhan yang dilemparkan sangat jauh dari fakta yang ada di lapangan.

Dalam keterangannya, Dansatrol menegaskan bahwa selama masa pengabdiannya, ia selalu menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan persatuan.


Ia memastikan tidak pernah membawa atau memicu sentimen golongan tertentu dalam menjalankan tugas negara. Baginya, keberagaman bangsa Indonesia merupakan kekuatan utama yang harus dijaga oleh setiap prajurit TNI, terutama dalam menjaga kondusivitas wilayah.


‎​Pihaknya sangat menyayangkan munculnya isu sensitif ini yang justru dikaitkan dengan dugaan kegiatan ilegal lainnya.

Ia menganggap narasi yang dibangun oleh oknum dengan nama Reza dalam berita tersebut bersifat tendensius dan berpotensi merusak nama baik institusi Satrol.

Tuduhan tersebut dinilai sebagai upaya pembunuhan karakter yang tidak didasari pada bukti-bukti yang kuat.

Lebih lanjut, Dansatrol mengungkapkan bahwa pihak penulis berita sama sekali tidak melakukan upaya konfirmasi atau klarifikasi sebelum informasi tersebut dipublikasikan.

Baca Juga:  ​Dansatrol Kodaeral VIII Bitung Hadiri Rakor Forkopimda, Pastikan Kelancaran Iduladha Aman Kondusif

‎Prinsip check and recheck yang menjadi pilar utama jurnalisme dianggap telah diabaikan.

Akibatnya, berita yang muncul ke publik menjadi tidak berimbang dan hanya memuat klaim sepihak tanpa adanya ruang jawab bagi pihak yang dirugikan.

‎​Sebenarnya, Dansatrol telah menunjukkan itikad baik dengan mengundang saudara Reza untuk bertemu langsung, baik di kantor maupun di kediaman pribadinya.


‎Ia bahkan menyarankan agar pertemuan tersebut turut disaksikan oleh rekan-rekan media lainnya. Tujuannya agar setiap pertanyaan dapat dijawab secara transparan dan publik mendapatkan informasi yang akurat tanpa bumbu spekulasi liar.


Namun, undangan tersebut kabarnya tidak diindahkan oleh pihak yang bersangkutan. Alih-alih melakukan pertemuan formal untuk mendapatkan data yang valid, pihak tersebut justru memilih menaikkan pemberitaan yang bermuatan negatif.


Hal inilah yang sangat disesalkan, mengingat dampak dari isu SARA sangat berbahaya bagi kerukunan bermasyarakat di wilayah Sulawesi Utara, khususnya di Kota Bitung.


Secara pribadi, Dansatrol mengaku merasa sangat tersinggung dengan narasi yang provokatif tersebut.

Ia memperingatkan bahwa penyebaran isu SARA yang tidak bertanggung jawab dapat memicu pertikaian luas antar-satuan maupun di tengah masyarakat sipil.

Ia berharap ke depannya insan pers dapat lebih bijak dan objektif dalam mengemas informasi demi menjaga keamanan dan ketertiban daerah. (Kiti)

Berita Terkait

Program Banyak, Guru Tertunda — Keadilan Harus Sampai ke Ujung Negeri
Komisi V DPRA Serahkan Bantuan, Dorong Solusi Hunian bagi Korban Kebakaran
Polres Aceh Tenggara Diminta Panggil dan Periksa Kades Kampung Baru, Terkait Dugaan Korupsi DD Tahun 2025
Eks Kombatan GAM Pidie Tegaskan Perdamaian Harus Dijaga, Masyarakat Diminta Waspadai Provokasi
HRD Dukung Terobosan Presiden Prabowo Hadirkan Infrastruktur Dasar bagi Masyarakat
HUT ke-81 RI, TKN Kompas Nusantara dan KAMADA LMP Sumut Gelar Hiburan Rakyat
21 Tahun MoU Helsinki, Ketua PC IPNU Bireuen Kritik Pemerintah Pusat: Jangan Abaikan Kesepakatan Damai Aceh
Peringati 21 Tahun MoU Helsinki, Kecamatan Jangka Gelar Zikir dan Doa Bersama
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:02

Program Banyak, Guru Tertunda — Keadilan Harus Sampai ke Ujung Negeri

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:57

Komisi V DPRA Serahkan Bantuan, Dorong Solusi Hunian bagi Korban Kebakaran

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:41

Polres Aceh Tenggara Diminta Panggil dan Periksa Kades Kampung Baru, Terkait Dugaan Korupsi DD Tahun 2025

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:55

HRD Dukung Terobosan Presiden Prabowo Hadirkan Infrastruktur Dasar bagi Masyarakat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:02

HUT ke-81 RI, TKN Kompas Nusantara dan KAMADA LMP Sumut Gelar Hiburan Rakyat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:56

21 Tahun MoU Helsinki, Ketua PC IPNU Bireuen Kritik Pemerintah Pusat: Jangan Abaikan Kesepakatan Damai Aceh

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:16

Peringati 21 Tahun MoU Helsinki, Kecamatan Jangka Gelar Zikir dan Doa Bersama

Jumat, 14 Agustus 2026 - 04:13

Arief Martha Rahadyan dan Harapan Generasi Muda: Dukungan Ujang Supriatin untuk Indonesia yang Lebih Produktif

Berita Terbaru