​Laga Rudal di Langit Timur Tengah

- Editor

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TribuneIndonesia.com | Eskalasi di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026. Tepat pukul 10.00 waktu setempat, raungan sirene memecah keheningan di seantero Israel, memaksa warga berhamburan mencari perlindungan.

Peringatan dini ini muncul hanya berselang dua jam setelah proyektil pertama hasil kolaborasi militer Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menghantam jantung wilayah Iran pada pukul 08.10 waktu Tel Aviv, dilansir dari harian kompas.

​Serangan balasan Tehran tidak menunggu lama untuk tiba. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) segera merilis pernyataan resmi yang mengonfirmasi peluncuran gelombang rudal dan pesawat nirawak menuju apa yang mereka sebut sebagai “wilayah terjajah”.

Bagi Iran, serangan ini adalah jawaban atas tindakan yang mereka labeli sebagai agresi dari “musuh jahat dan kriminal terhadap kedaulatan Republik Islam.

​Di garis depan, militer Israel atau Tzahal segera mengaktifkan protokol darurat. Melalui saluran komunikasi resminya, Tzahal mengonfirmasi adanya armada rudal Iran yang tengah membelah langit menuju sasaran-sasaran strategis.


Instruksi tegas dikeluarkan: warga diminta tetap berada di dalam bunker seiring upaya keras pertahanan udara Israel menghalau penetrasi proyektil lawan.


​Dentuman pertama di wilayah Israel justru terdengar di bagian utara. Mengutip laporan Aljazeera, ledakan tersebut berasal dari rudal pencegat yang melumpuhkan perangkat serangan kiriman Tehran.


Hingga saat ini, jenis teknologi maupun spesifikasi alutsista yang digunakan Iran dalam serangan pembuka tersebut masih menyisakan teka-teki, lantaran otoritas militer kedua belah pihak masih menutup rapat informasi teknisnya.


​Secara geografis, konflik ini harus melintasi bentang alam yang rumit. Meski titik terdekat perbatasan kedua negara berjarak sekitar 990 kilometer, lintasan rudal-rudal tersebut dipastikan melewati ruang udara negara ketiga.

Baca Juga:  Polisi Kotamobagu Amankan Terduga Remaja Penganiaya dengan Senjata Tajam Panah Wayer

Irak, Suriah, dan Yordania terjepit di tengah pusaran api, sementara di sisi lain, negara-negara Teluk seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Arab Saudi turut mengawasi dengan cemas.

​Posisi Yordania kembali menjadi krusial dalam peta konflik ini. Berkaca pada insiden Juni 2025, Amman kembali menjadi palang pintu utama untuk mencegat proyektil Iran yang menuju Israel.

Keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di hampir seluruh negara Arab tersebut mempertegas keterlibatan Washington dalam membentengi sekutu utamanya dari serangan jarak jauh.


​Tehran sendiri tampaknya telah lama mempersiapkan skenario ini. Dengan doktrin militer yang tidak mengakui eksistensi Israel, Iran telah mengembangkan berbagai varian rudal balistik dan jelajah yang diklaim mampu menjangkau target di Israel hanya dalam hitungan menit.


Koleksi persenjataan ini menjadi kartu as IRGC dalam upaya mereka melakukan perimbangan kekuatan di kawasan.

​Kini, Timur Tengah berada dalam ketidakpastian yang mencekam. Jarak ribuan kilometer bukan lagi menjadi penghalang bagi kedua kekuatan ini untuk saling hantam.

Di saat diplomasi internasional buntu, langit di atas Baghdad, Damaskus, hingga Amman kini menjadi panggung bagi adu kecanggihan teknologi penghancur yang bisa menyeret kawasan tersebut ke dalam lubuk peperangan yang lebih dalam. (*–Talia)

Berita Terkait

Warga Kembali Demo ke Kantor Bupati Bireuen, Usut Tuntas Izin Perkebunan Sawit
Hardiknas 2026: Pemkab Bireuen Tegaskan Komitmen pada Kesejahteraan Guru
Mafia Tambang Emas Madina Dapat Backing yang Kuat , Apakah negara kalah ?
Korban Bencana Masih di Tenda : Pemkab Bireuen Gagal Penuhi Hak-Hak Korban Banjir
Kecelakaan Tunggal Truk Kontainer Menghebohkan Kawasan Plaza Bitung
HRD Serap Aspirasi Masyarakat Aceh Utara
Personil Koramil 02/Simeulue Tengah Karya Bakti Renovasi Musholla Makam Teuku Diujung Bersama Masyarakat.
​Kabag Ops Polres Bitung Pantau Pengamanan Voli Pelajar di Sagerat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:09

Surat Resmi Berubah Jadi Alarm Bahaya ! Dugaan Perampasan Lahan Sawah di Batang Kuis Seret 2  Nama Anggota DPRD

Minggu, 3 Mei 2026 - 03:02

Semangat Hardiknas 2026, SMP Negeri 1 Manyak Payed Teguhkan Komitmen Pendidikan Berkualitas

Minggu, 3 Mei 2026 - 02:09

TAMPERAK dan LHI Soroti Ketidakakuratan Data Desil: Ancaman Serius bagi Kebijakan Publik

Sabtu, 2 Mei 2026 - 02:58

PERWAL : Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Langsa, Antara Gebrakan Awal dan Ujian Bencana

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:17

TAMPERAK : Jika Tak Mampu Tuntaskan Jadup, Plt Kadinsos Aceh Tamiang Sebaiknya Diganti Saja

Kamis, 30 April 2026 - 16:29

Bayi 3 Minggu Diduga Tewas di Tangan Ayah Kandung, Luka Kecil yang Mengguncang Hati Nurani

Kamis, 30 April 2026 - 01:19

Babinsa Hadir Dukung Pendidikan, SMK Magadha 1 Gianyar Siap Cetak Generasi Unggul

Rabu, 29 April 2026 - 14:55

Setengah Abad Mengabdi, Dilepas Tanpa Negara Ketidakpedulian Camat Hamparan Perak dan Kades Bulu Cina Dipertanyakan

Berita Terbaru

Internasional dan Nasional

Hentikan Praktik Sensor dan Swasensor pada Jurnalis dan Media

Senin, 4 Mei 2026 - 04:47