Mafia Tambang Emas Madina Dapat Backing yang Kuat , Apakah negara kalah ?

- Editor

Senin, 4 Mei 2026 - 04:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mandailing Natal/Tribuneindonesia.com

 

Sekretaris SATMA AMPI Mandailing Natal, Mulya Harisandi Nasution, menyampaikan keprihatinan serius sekaligus kecaman keras terhadap maraknya aktivitas tambang emas ilegal (PETI) yang kian tidak terkendali di wilayah Mandailing Natal.

Menurutnya, praktik PETI dengan menggunakan alat berat telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang sangat parah, mulai dari hancurnya ekosistem sungai hingga degradasi kawasan hutan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Lebih dari itu, Mulya menegaskan adanya dugaan kuat keterlibatan oknum aparat dalam membekingi aktivitas ilegal tersebut, sehingga praktik ini terus berlangsung tanpa penindakan yang tegas.

“Jika benar ada oknum aparat yang terlibat, ini bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi bentuk pengkhianatan terhadap rakyat dan negara. Tidak boleh ada ruang bagi mafia tambang untuk beroperasi di bawah perlindungan kekuasaan,” tegas Mulya Harisandi Nasution.

Ia juga menyoroti lemahnya penegakan hukum selama ini, di mana oknum yang diduga terlibat hanya dipindahkan tanpa proses hukum yang transparan.

“Mutasi bukan solusi. Yang dibutuhkan adalah penindakan hukum yang tegas, terbuka, dan tanpa pandang bulu. Negara tidak boleh kalah oleh mafia PETI,” lanjutnya.

Baca Juga:  Desa Seuneubok Saboh Pante Bidari Oknum Kaur Pembangunan Diduga Menghambatkan Bantuan Dari Pusat (Huntara) Kepada pascabencana banjir

SATMA AMPI MADINA MENYATAKAN SIKAP:
1.Mendesak Mabes Polri untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan oknum kepolisian dalam praktik PETI di Mandailing Natal.

2.Meminta Pangdam I/Bukit Barisan dan Denpom melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan keterlibatan oknum TNI.

3.Menuntut penutupan total seluruh aktivitas tambang ilegal yang menggunakan alat berat di wilayah Mandailing Natal.

4.Mendesak aparat penegak hukum untuk memproses para pemodal (bohir) dan mafia tambang secara tegas tanpa tebang pilih.

5.Meminta perlindungan terhadap masyarakat dan jurnalis yang berani mengungkap praktik ilegal ini.

PENEGASAN
“Kami ingatkan, apabila tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, maka SATMA AMPI Mandailing Natal akan mengambil langkah lebih lanjut dengan membawa persoalan ini ke tingkat nasional dan melakukan aksi terbuka.”

“Ini bukan hanya soal hukum, ini soal keberpihakan negara. Jika aparat tidak bertindak, maka rakyat yang akan bergerak.”
(Magrifatulloh).

Berita Terkait

Hardiknas 2026: Pemkab Bireuen Tegaskan Komitmen pada Kesejahteraan Guru
Korban Bencana Masih di Tenda : Pemkab Bireuen Gagal Penuhi Hak-Hak Korban Banjir
Kecelakaan Tunggal Truk Kontainer Menghebohkan Kawasan Plaza Bitung
HRD Serap Aspirasi Masyarakat Aceh Utara
Personil Koramil 02/Simeulue Tengah Karya Bakti Renovasi Musholla Makam Teuku Diujung Bersama Masyarakat.
​Kabag Ops Polres Bitung Pantau Pengamanan Voli Pelajar di Sagerat
Dankodaeral VIII Hadiri Upacara Hardiknas 2026, Gubernur Yulius: Pendidikan Harus Adaptif
​Miris, Dua Pelajar di Bitung Terjaring Tim Tarsius Saat Hendak Tawuran Antar Kampung
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 04:32

Hardiknas 2026: Pemkab Bireuen Tegaskan Komitmen pada Kesejahteraan Guru

Senin, 4 Mei 2026 - 04:17

Mafia Tambang Emas Madina Dapat Backing yang Kuat , Apakah negara kalah ?

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:01

Kecelakaan Tunggal Truk Kontainer Menghebohkan Kawasan Plaza Bitung

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:04

HRD Serap Aspirasi Masyarakat Aceh Utara

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:11

Personil Koramil 02/Simeulue Tengah Karya Bakti Renovasi Musholla Makam Teuku Diujung Bersama Masyarakat.

Minggu, 3 Mei 2026 - 02:00

​Kabag Ops Polres Bitung Pantau Pengamanan Voli Pelajar di Sagerat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:55

Dankodaeral VIII Hadiri Upacara Hardiknas 2026, Gubernur Yulius: Pendidikan Harus Adaptif

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:24

​Miris, Dua Pelajar di Bitung Terjaring Tim Tarsius Saat Hendak Tawuran Antar Kampung

Berita Terbaru

Internasional dan Nasional

Hentikan Praktik Sensor dan Swasensor pada Jurnalis dan Media

Senin, 4 Mei 2026 - 04:47