Korban Bencana Masih di Tenda : Pemkab Bireuen Gagal Penuhi Hak-Hak Korban Banjir

- Editor

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN/Tribuneindonesia.com

Publik mencatat berbagai janji dari Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bireuen sejak awal bencana melanda Bireuen, hingga enam bulan ini, belum ada janji yang direalisasikan.

Sehingga masyarakat korban bencana di Bireuen kini mulai mengeluh dan memohon kepada H Ruslan Daud (HRD) selaku Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, agar bersuara atas nama mereka yang saat ini sudah tidak tahan lagi menderita dibawah tenda, yang sebagian mulai sakit-sakitan.

Menanggapi hal tersebut, HRD kepada wartawan, Minggu (3/5/2026) mengatakan, penanganan pascabencana di Bireuen, yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam agenda Kabupaten Bireuen. Tapi kenyataan sangat berbading terbalik.

Hingga hari ini, sudah enam bulan bencana melanda, masih terdapat warga yang terpaksa bertahan hidup di bawah tenda-tenda darurat.

“Kondisi ini merupakan bukti nyata adanya kelalaian secara sistematis dan kegagalan birokrasi yang tidak bisa ditoleransi,” tegas HRD.

Data yang bermasalah dari awal dan kebuntuan informasi menjadi alasan klasik dan minimalis, mengenai “permasalahan data” yang terus didengungkan oleh Pemkab Bireuen yang tidak dapat diterima.

Akibat ketidakmampuan administratif ini, warga kehilangan kepastian mengenai kapan hak-hak mereka diterima, baik huntara, hunian tetap maupun bantuan stimulan akan dan kapan disalurkan.

Baca Juga:  Forum Keselamatan Lalu Lintas Jaksel Siapkan Action Plan Menjelang Operasi Keselamatan lalu Lintas

Ketidakjelasan informasi ini bukan sekadar kendala teknis, melainkan bentuk pelanggaran terhadap hak asasi warga negara untuk mendapatkan perlindungan hidup yang layak sesuai dijanjikan oleh negara.

Aspirasi yang terabaikan, masyarakat telah berulang kali melakukan aksi unjuk rasa untuk menuntut kejelasan, namun jeritan tersebut seolah membentur dinding tuli.

Pemerintah daerah justru menunjukkan sikap apatis dengan mengabaikan aspirasi rakyat yang sedang berjuang di tengah keterbatasan pascabencana.

Teguran keras untuk Kepemimpinan Daerah khususnya Bupati Bireuen, selaku pemimpin tertinggi di tingkat kabupaten, adalah pelindung utama rakyatnya. Ketika seorang pemimpin gagal memastikan walau cuma seorang korban bencana dari warganya mendapatkan hak dasar setelah tertimpa musibah, maka legitimasi kepemimpinannya patut dipertanyakan.

“Membiarkan rakyatnya terlunta-lunta di tenda-tenda darurat selama setengah tahun karena alasan administrasi adalah bentuk kebodohan dan birokrasi yang tidak serius. Jika seorang Bupati tidak mampu melindungi dan memberikan hak-hak rakyatnya dalam situasi darurat, maka pemerintahan ini dapat dinilai gagal total dalam menjalankan amanat undang-undang,” pungkas HRD. (*)

Berita Terkait

HUT ke-81 RI, TKN Kompas Nusantara dan KAMADA LMP Sumut Gelar Hiburan Rakyat
21 Tahun MoU Helsinki, Ketua PC IPNU Bireuen Kritik Pemerintah Pusat: Jangan Abaikan Kesepakatan Damai Aceh
Peringati 21 Tahun MoU Helsinki, Kecamatan Jangka Gelar Zikir dan Doa Bersama
Arief Martha Rahadyan dan Harapan Generasi Muda: Dukungan Ujang Supriatin untuk Indonesia yang Lebih Produktif
GMNI Aceh Tengah Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Kebakaran Jagong Jeget
Camat dan Forum Reje Lut Tawar Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Jagong Jeget
Dikira Embun, Ternyata Debu Selimuti Jalan Lintas Kutacane-Medan ‎
Dari Pinang Tak Produktif Menjadi Kebun Manfaat, SMA Negeri 1 Badar Sulap Halaman Sekolah Jadi Aset Pendidikan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:44

Sambut HUT Ke-81 RI, Polres Bireuen Gelar Bakti Sosial di Masjid

Jumat, 14 Agustus 2026 - 04:52

​Perkuat Sinergi Maritim, Dankodaeral VIII dan Gubernur Sulut Tinjau Masyarakat Pesisir Lewat Joy Sailing

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:25

Polres Bireuen Tangkap Spesialis Pembobol Rumah Sekolah

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:00

Kapolda Aceh Hadiri Secara Virtual Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:41

Wujud Nyata Pengabdian TNI AD untuk Masyarakat Buleleng, Pangdam IX/Udayana Resmikan Jembatan Garuda

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:15

​Raih Nilai IKPA 100 Sempurna, Polres Bitung Borong Penghargaan KPPN Treasury Award 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:31

Polda Bali Ungkap Peredaran Ganja 1,6 Kg dan Sabu 102 Gram di Jimbaran

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:11

Oknum Polisi yang Terlibat Peredaran Narkotika di Bireuen Di-PTDH

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

45 Paskibraka dan Amanah Merah Putih

Jumat, 14 Agu 2026 - 16:35

Feature dan Opini

Transisi Energi: Yang Listrik Silakan, Yang Minyak Tetap Berjalan

Jumat, 14 Agu 2026 - 16:18