Bitung | TribuneIndonesia.com – Aksi simpatik mewarnai kawasan depan Mapolsek Matuari, Sabtu (28/02/26).
Jajaran kepolisian setempat memilih turun ke jalan untuk berinteraksi langsung dengan warga melalui agenda pembagian paket takjil gratis bagi para pengendara dan pejalan kaki yang melintas.
Dipimpin langsung oleh Kapolsek Matuari, AKP Feriantina Dwi Arahmayani, S.Tr.K., MH, kegiatan ini dimulai sekitar pukul 15.50 Wita.
Bersama sejumlah personel, perwira pertama Polri tersebut tampak membaur di tengah kepadatan arus lalu lintas menjelang waktu berbuka puasa.
Nuansa humanis sangat terasa saat para petugas menyapa masyarakat dengan ramah.
Satu per satu paket kudapan berbuka diserahkan kepada warga Muslim sebagai simbol penghormatan dan dukungan dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan 1447 H.
Respons positif datang dari masyarakat yang melintas, di mana para pengguna jalan tampak antusias menerima bingkisan tersebut.
Langkah ini dinilai efektif dalam mencairkan sekat antara aparat penegak hukum dengan warga sipil melalui pendekatan yang lebih emosional.

AKP Feriantina Dwi Arahmayani menegaskan bahwa misi utama dari kegiatan ini adalah manifestasi kehadiran Polri di tengah publik. Menurutnya, kepolisian memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi nyata dalam aspek sosial dan kemanusiaan.
”Kami berupaya menyebarkan kebahagiaan sekaligus memperkokoh jalinan silaturahmi. Fokus kami adalah membuktikan bahwa polisi adalah sahabat sejati masyarakat yang mengedepankan kepedulian,”
ungkap Kapolsek di sela-sela kegiatan, jumat (27/02).
Selain berbagi makanan, momentum ini dimanfaatkan kepolisian untuk menyampaikan pesan-pesan edukatif.
Masyarakat diimbau untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban umum agar pelaksanaan ibadah puasa tahun ini dapat berlangsung tanpa gangguan berarti.
Harapan besar disematkan agar kolaborasi antara warga dan polisi terus terjaga demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.
Penekanan pada kegiatan positif dan sikap saling menghargai menjadi poin utama dalam imbauan yang disampaikan jajaran Polsek Matuari.
Seluruh rangkaian aksi sosial ini berakhir pada pukul 16.30 Wita dengan situasi yang terpantau aman dan terkendali.
Inisiatif tersebut menjadi potret nyata bahwa pendekatan humanis merupakan instrumen penting dalam membangun keamanan yang berkelanjutan di wilayah Matuari. (Kiti)


















