KAKI : Tom Lembong Dapat Abolisi, Hasto Terima Amnesti — Langkah Prabowo Dinilai Spektakuler dan Penuh Keberanian

- Editor

Jumat, 1 Agustus 2025 - 10:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Sekretaris KAKI Aceh : Langkah Presiden Dinilai sebagai Titik Balik Politik Nasional

Caption : Sekretaris KAKI Aceh : Langkah Presiden Dinilai sebagai Titik Balik Politik Nasional

Aceh | TribuneIndonesia.com

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi mengusulkan pemberian abolisi terhadap Thomas Trikasih Lembong (Tom Lembong) dan amnesti bagi Hasto Kristiyanto, yang kemudian disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Keputusan ini memicu gelombang respons dari berbagai kalangan, termasuk dari Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI).

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, dalam konferensi pers Kamis malam (31/7/2025), mengumumkan bahwa seluruh fraksi di DPR menyepakati surat Presiden yang diajukan pada 30 Juli 2025. Abolisi diberikan untuk Tom Lembong atas kasus impor gula, sedangkan amnesti mencakup 1.116 orang, termasuk Hasto Kristiyanto yang terjerat dalam kasus suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR.

 “DPR telah memberikan pertimbangan dan persetujuan atas Surat Presiden Nomor R43/Pres/072025 terkait abolisi Tom Lembong dan Nomor 42/Pres/072025 mengenai amnesti terhadap Hasto Kristiyanto dan lainnya,” ungkap Dasco di Gedung DPR, Jakarta.

KAKI Apresiasi Langkah Presiden

Sekretaris Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Aceh, Purn TNI Zulsyafri, memberikan tanggapan resmi atas keputusan ini. Menurutnya, langkah Prabowo bukan hanya berani, tetapi juga spektakuler karena menandai babak baru dalam dinamika politik dan hukum nasional.

 “Ini langkah penuh keberanian dan pemihakan terhadap prinsip keadilan substantif. Kita melihat Prabowo ingin memutus mata rantai kriminalisasi politik warisan masa lalu,” ujar Zulsyafri.

Pandangan serupa disampaikan Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, yang menilai bahwa keputusan tersebut bukan hanya strategis secara politik, tetapi juga sebagai pembuktian bahwa Prabowo ingin menata ulang tatanan hukum yang dinilainya bias kepentingan.

Politik Balas Dendam Jokowi?

Jerry meyakini bahwa kasus hukum yang menimpa Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto lebih berkaitan dengan dinamika politik masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

 “Saya kira ini bagian dari dendam politik Jokowi. Tom Lembong dan Hasto menjadi korban politik masa lalu. Kini Prabowo memilih berdiri di atas kebenaran menurut versinya,” ucap Jerry.

Sebagaimana diketahui, Tom Lembong sebelumnya menjabat sebagai Menteri Perdagangan di era Jokowi dan dituduh menyalahgunakan kewenangan dalam impor gula. Sementara Hasto, sebagai Sekjen PDIP, didakwa dalam kasus suap terkait PAW anggota DPR oleh Harun Masiku yang hingga kini masih buron.

Baca Juga:  Mahasiswa UDA Duduki Gedung Rektorat, Tuntut Kepastian Hak Akademik dan Keuangan

Isyarat Retaknya Hubungan Prabowo–Jokowi

Menurut Jerry, keputusan Prabowo ini semakin memperlebar jurang politik antara dirinya dan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Ia mencatat bahwa sejumlah kebijakan era Jokowi sebelumnya telah dibatalkan oleh Presiden Prabowo.

Di antaranya: penghentian ekspor pasir laut, pembatalan proyek reklamasi pagar laut di Tangerang, penghentian eksploitasi laut Raja Ampat, moratorium impor beras, pembatalan proyek IKN, hingga pembebasan aktivis Syahganda Nainggolan dan Hidayat Nur Wahid yang sebelumnya ditahan di masa pemerintahan Jokowi.

PDIP Akan Merapat ke Istana?

Langkah Prabowo membebaskan Hasto dinilai Jerry sebagai upaya politik menarik dukungan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Hal ini diperkuat dengan pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang telah menginstruksikan kadernya untuk mendukung pemerintah Prabowo.

>“Isu pemakzulan Jokowi yang sempat mencuat beberapa waktu lalu bisa menjadi nyata dalam waktu dekat. PDIP kemungkinan besar akan bergeser dan merapat ke kubu kekuasaan baru,” tutur Jerry.

KAKI: Langkah Tegas untuk Indonesia yang Lebih Bersih

Mengakhiri pernyataannya, Sekretaris KAKI Aceh, Zulsyafri, menegaskan bahwa keputusan Presiden Prabowo sejalan dengan harapan publik untuk menghadirkan keadilan yang bebas dari tekanan politik.

 “Kita mengapresiasi langkah Presiden. Semoga ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia bergerak ke arah pemerintahan yang lebih berani, tegas, dan tidak tersandera masa lalu,” pungkasnya.

(Redaksi)

Berita Terkait

Manuver Politik di Tengah Krisis: Analisis Reputasi Ruslan Daud dalam Pemulihan Pascabencana Bireuen
Warga Tualang Baro Butuh Pemimpin Transparan demi Percepatan Perubahan Desa
P2BMI Desak Usut Dugaan Rangkap Jabatan Kadus Sena
Ratusan Warga Aceh Tamiang Protes Status TMK, Desak Audit Ulang Data Korban Banjir
Ruas Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung Ditutup Sementara Mulai 9 Februari 2026
Selamat memperingati Hari Pers Nasional 2026
ACEH Polri terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat
Data Dampak Banjir Dipersoalkan, Warga Nilai Pendataan BNPB Tidak Akurat
Berita ini 73 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 15:18

Deklarasi Pers Nasional 2026 Tegaskan Penolakan terhadap Kriminalisasi Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 13:14

PTUN Jakarta Tegaskan Gugatan Kubu Murjoko Gugur, Legalitas PSHT di Bawah Kepemimpinan Taufiq Tak Terbantahkan

Senin, 9 Februari 2026 - 12:35

​KPK Bongkar Skandal Jalur Merah Bea Cukai, Direktur P2 dan Lima Orang Ditetapkan Tersangka

Senin, 9 Februari 2026 - 08:32

Ketua DPC Demokrat Bireuen : H. T. Ibrahim Kader yang Tumbuh dari Bawah dan Loyal terhadap Partai

Senin, 9 Februari 2026 - 06:55

Jejak Sejarah, Menelusuri Akar Kelahiran Hari Pers Nasional

Senin, 9 Februari 2026 - 02:27

Wagub Aceh Ambil Alih Kendali, Polemik Huntara Bireuen Resmi Diakhiri

Senin, 9 Februari 2026 - 01:58

​Jaga Kondusivitas Wilayah, Tim PANTERA Polsek Matuari Sambangi Markas Manguni Muda

Minggu, 8 Februari 2026 - 11:56

Polemik Aksi PSHT Di Madiun Membuka Mata Publik, Negara Diam Kebenaran Berbicara

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x