Aceh | TribuneIndonesia.com – Ketua Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi (TAMPERAK) dan Laskar Hukum Indonesia (LHI), Purnawirawan TNI Zulsyafri, menyoroti terjadinya blackout arus listrik yang melanda wilayah Aceh dan sebagian Sumatra dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut dinilai sangat merugikan masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan peternak ayam.
Menurut Zulsyafri, ribuan pelanggan PT PLN (Persero) mengaku kecewa berat terhadap pelayanan perusahaan listrik negara tersebut. Pasalnya, aliran listrik yang sempat padam hingga pekan ini disebut belum juga stabil kembali.
“Kami menilai pemadaman listrik yang berlarut-larut ini telah merugikan masyarakat luas, khususnya pelaku usaha ternak ayam yang mengalami kematian ribuan ekor ternak serta para pelaku UMKM yang kehilangan penghasilan akibat aktivitas usaha terganggu,” ujar Zulsyafri kepada media, Kamis (28/5/2026).
Ia menegaskan, masyarakat di Aceh dan Sumatra merasa dirugikan secara ekonomi akibat padamnya listrik yang berkepanjangan. Banyak barang dagangan rusak, pelanggan kecewa, hingga roda perekonomian masyarakat terganggu.
“Warga masyarakat di Aceh dan Sumatra banyak yang merasa dirugikan karena usaha mereka terlantar. Barang dagangan rusak, pelanggan kecewa, dan roda perekonomian terganggu. Kami menyesalkan kinerja PLN yang tidak becus,” tegasnya.
Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah warga yang terdampak blackout listrik. Mereka mengaku aktivitas sehari-hari lumpuh akibat padamnya listrik, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga usaha kecil yang sangat bergantung pada pasokan listrik.
“Es mencair, masakan basi, ribuan ternak ayam mati, dagangan rusak dan usaha terpaksa berhenti. Padahal kami selalu taat bayar tagihan tanpa pernah telat,” ungkap seorang pedagang dengan nada kesal.
Tidak hanya itu, masyarakat juga mengeluhkan kondisi ekonomi yang semakin sulit pasca banjir, sementara sejumlah bantuan pemerintah disebut belum juga terealisasi.
“Bantuan pascabanjir belum cair, seperti bantuan jadup, bantuan perabotan rumah tangga, dan bantuan rehab rumah. Padahal kami mencari nafkah dari hari ke hari untuk kebutuhan keluarga,” ujar warga lainnya.
Atas kondisi tersebut, Zulsyafri berharap pihak PLN segera memberikan solusi nyata agar masyarakat tidak terus-menerus dirugikan setiap kali terjadi gangguan listrik.
“Kami berharap PLN dapat menyediakan pasokan listrik cadangan setiap kali ada perbaikan atau gangguan. Warga hanya meminta keadilan, jangan sampai masyarakat terus dirugikan,” pungkasnya. ($$)


















