Alif Ditemukan, Jejak Tragedi di Sei Belawan.

- Editor

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TribuneIndonesi.com I Deli Serdang-Tubuh Alif Samgunawan, 20 tahun, akhirnya muncul dari aliran Sungai Sei Belawan, Selasa pagi, 4 Agustus 2026. Jasad pemuda itu ditemukan sekitar satu kilometer dari titik sampan yang ditumpanginya dilaporkan tenggelam sehari sebelumnya. Penemuan tersebut mengakhiri pencarian selama dua hari, sekaligus menyisakan pertanyaan tentang keselamatan aktivitas warga di sungai yang selama ini menjadi jalur mencari ikan.

Peristiwa itu bermula ketika Alif bersama seorang rekannya memancing menggunakan sampan. Di tengah perjalanan, sampan dilaporkan bocor hingga kehilangan keseimbangan dan tenggelam. Rekan korban berhasil berenang ke tepian. Alif justru hilang terseret arus yang dikenal memiliki aliran cukup kuat, terutama saat debit air meningkat.

Laporan mengenai orang hilang diterima Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan. Operasi pencarian segera digelar dengan melibatkan personel Basarnas, TNI, Polri, relawan, perangkat desa, serta warga sekitar. Sejak hari pertama, penyisiran dilakukan di sepanjang aliran sungai dengan memperhitungkan arah arus dan kemungkinan perpindahan korban.

memasuki hari kedua, pencarian dimulai sejak pukul 07.30 WIB. Perahu karet menyusuri sungai, sementara peralatan seperti Aqua Eye, drone, perangkat komunikasi, perlengkapan medis, alat penyelamatan di air, alat pelindung diri, dan kantong jenazah dioperasikan untuk memperluas jangkauan pencarian.

hasilnya datang tidak lama setelah operasi dimulai. Korban ditemukan sekitar pukul 07.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan berada kurang lebih satu kilometer dari titik awal sampan tenggelam. Jenazah kemudian dievakuasi sebelum diserahkan kepada keluarga.

Baca Juga:  Kepsek SDN Pasirloa Klarifikasi Dugaan Penyelewengan Dana BOS: “Semua Sesuai Juknis”

Kepala Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan keberhasilan menemukan korban tidak terlepas dari koordinasi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi. Setelah korban dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga, operasi pencarian resmi ditutup.

di balik berakhirnya operasi tersebut, muncul persoalan yang lebih besar. Sungai Sei Belawan masih menjadi ruang aktivitas warga, mulai dari mencari ikan hingga sarana transportasi di sejumlah titik. namun, penggunaan sampan tradisional tanpa perlengkapan keselamatan masih kerap dijumpai. Risiko itu semakin tinggi ketika kondisi arus berubah akibat cuaca atau naiknya debit air.

Peristiwa yang menimpa Alif menjadi pengingat bahwa aktivitas di sungai tidak hanya bergantung pada pengalaman, tetapi juga kesiapan menghadapi keadaan darurat. Penggunaan pelampung, pemeriksaan kondisi sampan sebelum berangkat, serta kewaspadaan terhadap perubahan cuaca menjadi faktor yang dapat menentukan keselamatan seseorang di perairan.

Hery Marantika mengimbau setiap warga yang beraktivitas di sungai maupun perairan agar selalu mengutamakan aspek keselamatan, menggunakan alat pelindung yang sesuai, memastikan kondisi cuaca aman, dan tidak memaksakan perjalanan apabila situasi berpotensi membahayakan.(Ilham Gondrong)

Berita Terkait

Dokter Spesialis Anak Bukan Menolak Tugas, Persoalkan Kesesuaian Penempatan dan Kompetensi
Polemik Penugasan Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat, Regulasi dan Kebutuhan Pelayanan RSUD Waisai Jadi Sorotan
Delapan Tahun Mengabdi di Raja Ampat, Perjalanan dr. Laura Christanty Tak Selalu Berjalan Mulus
Hengky Honandar Sabet Penghargaan Kepala Daerah Terbaik Penggerak Ekspor di PWI Sulut Awards 2026
Peringati 40 Hari Wafatnya Pendiri Komunitas Tasumaro, Keluarga Besar Manuel Gelar Doa Bersama di Wangurer Bitung
PENCURIAN PERANGKAT BTS XL SMART KEMBALI TERULANG! JARINGAN ACEH TAMIANG TERGANGGU, WARGA TERANCAM TERISOLASI KOMUNIKASI
LMND SIMEULUE MINTA COPOT KOMANDAN, ADILI OKNUM.
SERUAN KEMANUSIAAN SITI MUNAWAROH MEMBUTUHKAN 2 KANTONG DARAH O POSITIF, KELUARGA BERHARAP PEMERINTAH, BUMN, BUMS, TNI, POLRI DAN RELAWAN BERGERAK
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 17:17

Polemik Penugasan Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat, Regulasi dan Kebutuhan Pelayanan RSUD Waisai Jadi Sorotan

Sabtu, 7 November 2026 - 17:00

Delapan Tahun Mengabdi di Raja Ampat, Perjalanan dr. Laura Christanty Tak Selalu Berjalan Mulus

Sabtu, 7 November 2026 - 13:02

Danrem Bhaskara Jaya Ajak Prajurit Teladani Semangat Pahlawan melalui Doa Syukur Hari Pahlawan 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 12:47

Antisipasi Bencana, Polres Bireuen Gelar Latihan Penyelamatan Korban Tenggelam di Laut Jangka

Sabtu, 7 November 2026 - 11:44

Sinergi Cegah Narkoba, Razia Gabungan di Lapas Bireuen Pastikan Kamar Hunian Steril

Sabtu, 7 November 2026 - 11:39

FPI Bireuen Salurkan Santunan untuk Anak Yatim Korban Banjir Bandang di Samalanga

Jumat, 6 November 2026 - 15:15

Jasa Raharja Raih Dua Penghargaan IDTI Awards 2026 atas Transformasi Digital Berorientasi Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 15:14

Pastikan Kesiapan Pelayanan Nataru, Jasa Raharja, Polri dan Kemenhub Gelar Survei Jalur Bakauheni-Merak

Berita Terbaru

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bitung Altin Abraham Tumengkol SIP, M.Si  saat memberikan Materi Pinter Bermedsos kepada Anggota Palang Merah Remaja (PMR) SMP Negeri 1 Bitung. (ft. Dinas Kominfo Bitung)

Pemerintahan dan Berita Daerah

Kadis Kominfo Altin Tumengkol Bekali PMR SMPN 1 Bitung Ilmu Bermedsos Sehat

Sabtu, 7 Nov 2026 - 13:57