SIMEULUE Tribune Indonesia.com Pemerintah Kabupaten Simeulue menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Kabupaten Simeulue, Rabu (5/8/2026). Rapat tersebut dipimpin oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Simeulue, Dedi Erisma, S.E., mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Simeulue.
Rakor ini dihadiri oleh unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta para pemangku kepentingan di bidang BBM. Turut hadir Pimpinan PT Pertamina Fuel Terminal Sinabang Dedy Susanto, perwakilan PT IKA Jaya/APMS Safwan Siregar, Pengelola SPBU PD Syamsul Arif H., perwakilan SPBU 1 Harga Simeulue Tengah, SPBU 1 Harga Teupah Tengah, serta pejabat teknis dari Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, dan instansi terkait lainnya.
Dalam arahannya, Asisten II Setdakab Simeulue menegaskan bahwa ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM merupakan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan pasokan BBM aman, mencegah kelangkaan, dan menjamin distribusi berjalan tepat sasaran—terutama bagi masyarakat umum, nelayan, dan sektor pelayanan publik.
Peserta rapat membahas sejumlah isu strategis, mulai dari ketersediaan stok, kuota BBM, kelancaran transportasi laut, pengawasan penyaluran, penggunaan barcode, hingga optimalisasi sistem rekomendasi penerima (Xstar) agar pelayanan SPBU kepada masyarakat berjalan lebih mudah, transparan, dan optimal. Berbagai masukan serta kendala di lapangan turut disampaikan oleh perwakilan penyalur dan pengelola SPBU.
Dari hasil rapat tersebut, disepakati beberapa langkah tindak lanjut:
Peningkatan Koordinasi: Memperkuat kerja sama berkelanjutan antara Pemkab Simeulue, PT Pertamina, dan pihak penyalur.
Pemantauan Stok: Melaksanakan pemantauan dan evaluasi pasokan BBM secara berkala di seluruh titik distribusi.
Penegakan Aturan: Memastikan penyaluran BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran sesuai ketentuan yang berlaku.
Pelaporan Cepat: Meminta seluruh pihak segera melaporkan jika terjadi potensi kendala atau gangguan rantai distribusi di wilayah Simeulue.
Melalui rakor ini, Pemerintah Kabupaten Simeulue berharap stabilitas pasokan BBM di 10 kecamatan se-Kabupaten Simeulue dapat terus terjaga, sehingga dapat mendukung kelancaran aktivitas perekonomian dan pelayanan dasar masyarakat.(*)



















