Bitung | Tribuneindonesia.com – Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-103 Negeri Aertembaga resmi berakhir pada Sabtu (19/9/26) malam.
Acara penutupan yang dipusatkan di lapangan Satrol Kodaeral VIII Kota Bitung ini berlangsung meriah, tertib, dan penuh rasa kekeluargaan.
Ratusan warga masyarakat memadati lokasi perayaan bersama jajaran pejabat daerah, unsur TNI-Polri, pimpinan instansi vertikal, hingga tokoh adat setempat.
Kehadiran jajaran TNI Angkatan Laut Koderal VIII, pemerintah daerah, serta unsur Forkopimda Kota Bitung makin menegaskan sinergi kuat antarinstansi.
Dankoderal VIII, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla di wakili Wadan Kodaeral VIII, Laksma Pertama TNI Tony Herdijanto, S.E., M.Sc. membacakan sambutan Dankodaeral menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kesuksesan seluruh agenda peringatan yang melibatkan peran aktif seluruh elemen warga Aertembaga.
Dalam arahan resminya, pihak Koderal VIII menekankan bahwa peringatan ulang tahun ini bukan sekadar agenda seremoni tahunan belakangan ini.
Peringatan sejarah tersebut menjadi momentum krusial untuk mengenang jasa para leluhur sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga.
Wadan Koderal VIII menegaskan tingginya antusiasme masyarakat membeberkan bukti nyata bahwa jiwa gotong royong dan rasa kepedulian masih mengakar kuat di Aertembaga.

”Hal ini membuktikan secara nyata bahwa jiwa gotong royong, rasa kepedulian, serta kecintaan yang mendalam terhadap negeri dan lingkungan masih tumbuh sangat kuat di tengah-tengah masyarakat Aertembaga,”
tegas Wadan Koderal VIII Tony Herdijanto dalam statemen resminya.
Tony juga menggarisbawahi posisi strategis Negeri Aertembaga sebagai kawasan pesisir penting di wilayah Sulawesi Utara.
”Sebagai bagian dari masyarakat maritim, saya mengajak kita sekalian untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan pesisir, merawat budaya serta kearifan lokal, sekaligus membina generasi muda agar memiliki karakter yang disiplin, tangguh, dan berjiwa nasionalisme,”
tambahnya.
Diketahui, peringatan tahun ini, panitia mengusung tema “maesa-esaan wa tombo-tomboan umbanua” yang menggambarkan semangat bersatu dalam satu hati dan tujuan untuk saling menopang.
“Tema ‘maesa-esaan wa tombo-tomboan umbanua’ bukan sekadar slogan perayaan, melainkan fondasi moral kita bersama untuk senantiasa menjaga persatuan, saling menopang, dan merawat warisan kebudayaan Aertembaga di tengah dinamika zaman,”
tegas Dansatrol Marvill selaku Ketua Panitia.
Sejak 14 September, panitia menggelar berbagai perlombaan yang melibatkan unsur TNI, Polri, ASN, pelajar SD hingga SMA/SMK, sanggar seni, hingga komunitas budaya.
Keberhasilan festival kebudayaan ini terwujud berkat kolaborasi lintas sektor yang didukung oleh Bank Indonesia, BUMN, BUMD, serta partisipasi pihak swasta dan sponsor.
“Keberhasilan pelaksanaan festival ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi yang kuat antara pemerintah, TNI-Polri, lembaga perbankan, pihak swasta, dan masyarakat mampu melahirkan panggung kebudayaan yang megah dan membanggakan,”
lanjut Dansatrol Kodaeral VIII, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., S.E., M.Tr.Hanla. CRMP.
Pihak panitia turut mengapresiasi dukungan penuh dari Wali Kota Bitung, Dankodaeral VIII, Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara, Kapolres Bitung, serta seluruh lapisan warga.
Meskipun jadwal puncak acara sempat bergeser dari rencana awal, ketertiban dan antusiasme warga baik keturunan Tunduan, Tumani, maupun warga kelahiran Aertembaga tetap terjaga kondusif.
Seluruh rangkaian perayaan diakhiri dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba, ucapan dirgahayu, serta doa bersama agar Negeri Aertembaga senantiasa diberkahi, makin maju, dan lestari. (kiti)















