Diduga Karena Beda Pilihan Politik, 4 Perangkat Gampong Suka Jadi Kebun Ireng Dicopot, Abaikan Pesan Wali Kota Langsa

- Editor

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langsa | TribuneIndonesia.com – Polemik pemberhentian empat perangkat Gampong Suka Jadi Kebun Ireng, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, terus menjadi sorotan publik. Dugaan adanya unsur balas dendam politik pasca Pemilihan Geuchik (Pilchiksung) mencuat setelah beredar pernyataan dalam pidato Geuchik Suka Jadi Kebun Ireng yang menyebut akan mengganti perangkat gampong yang tidak mendukung dirinya saat kontestasi pemilihan geuchik ( Rekaman pidato ada pada redaksi).

Dalam pidatonya, geuchik terpilih diduga menyampaikan bahwa dirinya tidak akan melupakan orang-orang yang telah membantu memenangkan dirinya dalam pemilihan. Ia juga disebut menyatakan akan mengganti perangkat gampong yang tidak mendukungnya, karena sebelumnya telah mengingatkan mereka jauh-jauh hari.

Pernyataan tersebut kini menjadi sorotan, karena diduga menjadi alasan utama di balik pemberhentian empat perangkat Gampong Suka Jadi Kebun Ireng yang sebelumnya bertugas melayani masyarakat.

Sejumlah warga menilai langkah tersebut bertentangan dengan semangat rekonsiliasi setelah pemilihan geuchik. Sebab, jabatan perangkat gampong bukanlah alat politik untuk membalas dukungan maupun perbedaan pilihan dalam pesta demokrasi tingkat desa.

Padahal, Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra, SE, dalam amanatnya saat melantik seluruh geuchik hasil Pemilihan Geuchik Serentak Kota Langsa, telah mengingatkan agar para geuchik tidak mengganti perangkat gampong hanya karena berbeda pilihan politik.

Wali Kota menegaskan bahwa geuchik terpilih harus mampu merangkul seluruh masyarakat tanpa membedakan siapa yang mendukung maupun tidak mendukung saat pemilihan berlangsung.

“Setelah pemilihan tidak ada lagi geuchik si A, si B ataupun si C. Semua harus bersatu untuk membangun gampong,” demikian pesan Wali Kota Langsa dalam amanat pelantikan tersebut.

Baca Juga:  Oknum Kades Diduga Mesum di Munjul! AWDI: Copot Jabatan, Jangan Cederai Marwah Pemerintahan Desa

Namun, dugaan pergantian perangkat gampong di Suka Jadi Kebun Ireng justru memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Apakah pemberhentian tersebut benar-benar berdasarkan kebutuhan administrasi dan kinerja, atau ada kaitannya dengan dinamika politik saat pemilihan geuchik berlangsung?

Sebelumnya, saat dikonfirmasi awak media, Geuchik Suka Jadi Kebun Ireng disebut berkelit bahwa pergantian perangkat gampong tersebut merupakan permintaan masyarakat. Nanti kalau ada yang konfirmasi lagi dirinya menjawab mengundur diri. Pernyataan itu menuai tanda tanya karena dinilai tidak sejalan dengan informasi yang berkembang di lapangan.

Bahkan, informasi yang diperoleh menyebutkan hingga saat ini belum ada pemanggilan resmi terhadap empat perangkat yang diberhentikan sebagaimana sebelumnya disampaikan oleh geuchik.

Salah seorang penggerak Forum Aksi Masyarakat Sipil Kota Langsa (SOMASI) menilai, jika benar pemberhentian perangkat dilakukan karena alasan perbedaan pilihan politik, maka hal tersebut dapat mencederai nilai demokrasi dan semangat pembangunan gampong.

“Pemilihan geuchik sudah selesai. Saatnya membangun, bukan membuka kembali luka politik. Perangkat gampong harus dinilai berdasarkan aturan, kinerja, dan kebutuhan pemerintahan, bukan karena pilihan politik,” ujar salah seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan.

Masyarakat kini berharap Pemerintah Kota Langsa melalui instansi terkait dapat melakukan klarifikasi dan memastikan setiap pemberhentian perangkat gampong berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Sebab, amanat kepemimpinan seorang geuchik bukan hanya untuk pendukungnya, tetapi untuk seluruh masyarakat gampong tanpa terkecuali. (Tim)

Berita Terkait

​Perkuat Sinergitas, Polres Bitung Gelar Tatap Muka dan Dialog Bersama Awak Media
Alif Ditemukan, Jejak Tragedi di Sei Belawan.
​DPRD Bitung Serap Aspirasi Warga Maesa: Dari Krisis Infrastruktur Hingga Teka-Teki Dana Duka
HUT KE-53 BANK ACEH, BUPATI SIMEULUE: KUATKAN AMANAH, TUMBUHKAN BERKAH
DPC PKB Kota Langsa Buka Penjaringan Pengurus DPAC, Targetkan Mesin Politik Hingga Tingkat Kecamatan
Pulihkan Konektivitas Pascabencana, HKI Rampungkan Penanganan Jalur Lembah Anai dan Malalak
Distanpan Simeulue Dorong Kemandirian Pangan, Lahan Telantar Disulap Jadi Kebun Cabai
​Sinergi Polri dan Damkar Bitung Berhasil Jinakkan Kebakaran Lahan di Kecamatan Ranowulu
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:55

Babinsa Koramil 05/Juli Tanamkan Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air kepada Generasi Muda

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:52

Babinsa Posramil Peulimbang Tanamkan Cinta Tanah Air dan Kebanggaan terhadap Produk Dalam Negeri

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:26

Babinsa Posramil Simpang Mamplam Bersama Bhabinkamtibmas Latih PBB Siswa SMKN 1 Simpang Mamplam.

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:33

Ketika Hukum Kehilangan Wibawa, Kiamat Bangsa Sudah di Depan Mata

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:28

Sambut HUT ke-81 RI, Babinsa Koramil 07/Jangka Ajak Warga Kibarkan Bendera Merah Putih

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:17

Babinsa Koramil 08/Gandapura Bantu Petani Ikat Batang Timun, Wujudkan Dukungan Ketahanan Pangan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:16

Latih Kedisiplinan Generasi Muda, Babinsa Koramil 03/Jeunieb Berikan Materi PBB di MAN 4 Bireuen

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:27

​Peringati HUT Ke-1 Kodaeral VIII, Dankodaeral VIII Pimpin Ziarah Khidmat di TMP Kairagi

Berita Terbaru

‎𝐑𝐚𝐧𝐝𝐢𝐭𝐨 𝐌𝐚𝐫𝐢𝐧𝐠𝐤𝐚, S.Sos., Saat Memantau 
‎Tes Pro ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bitung. (Dok. Istimewa)

Pemerintahan dan Berita Daerah

​Pemkot Bitung Gelar Tes Pro ASN untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Rabu, 5 Agu 2026 - 08:47