Bekasi/Tribuneindonesia.com
Sungguh menyayat hati melihat kenyataan pahit hari ini: hadirlah sebuah generasi yang moralnya semakin hari semakin runtuh. Banyak orang sudah tidak lagi memiliki rasa takut kepada Tuhan, batas antara baik dan buruk pun semakin kabur. Yang lebih mengkhawatirkan, demi mengejar ketenaran dan agar dilihat banyak orang, mereka rela melakukan apa saja. Bahkan perbuatan yang sangat asusila dan seharusnya menjadi rahasia pribadi, justru sengaja direkam lalu disebarluaskan ke hadapan seluruh masyarakat. Rabu 5 Agustus 2026
Di mana akal sehat mereka? Tidakkah mereka berpikir sejenak apa dampak buruk yang akan ditimbulkannya? Ini adalah bukti nyata kegagalan mendasar: kegagalan orang tua dan lingkungan rumah tangga dalam menanamkan akhlak yang benar sejak kecil. Tidak ada didikan yang mendasarkan hidup pada ketakutan akan Tuhan dan kebenaran, sehingga yang tumbuh hanyalah ambisi dan keinginan bergengsi semata, tanpa peduli akan merusak siapa saja.
Kita baru saja melihat contoh yang sangat memalukan yang terjadi di Banyuwangi, Jawa Timur. Sepasang pelajar di bawah umur melakukan hubungan yang tidak senonoh lalu rekamannya tersebar luas dan menjadi pembicaraan ramai di mana-mana. Hal ini sangat berbahaya sekali, terlebih bagi anak-anak dan generasi muda yang masih dalam masa pembentukan karakter. Apa yang mereka lihat kelak akan mereka tiru, dan ini akan menghancurkan sendi-sendi kehidupan bermasyarakat.
Sudah saatnya pemerintah, khususnya Kementerian Komunikasi dan Informatika, bertindak tegas dan nyata. Segala hal yang merusak moral dan melanggar norma kesusilaan harus segera diblokir dan disapu bersih dari jangkauan masyarakat. Jangan sampai demi kepentingan lain, aturan yang benar dilalaikan, padahal kerusakan yang ditimbulkan sudah menyebar ke mana-mana. Kebebasan berekspresi bukan berarti bebas melakukan hal yang kotor demi dipuji atau dikenal orang. Jika ini terus dibiarkan, kita sedang menyiapkan kehancuran bagi masa depan bangsa ini sendiri.



















