Tabanan, Tribune Indonesia. com – Dengan menandatangani 4 perjanjian kerja sama sekaligus, Politeknik Internasional Bali (PIB) College secara resmi memulai Summer Course 2026, Senin (29/6/2026).
Kegiatan pembukaan berlangsung di kawasan BITDeC ONE, PIB College Tabanan, dan dihadiri 10 mahasiswa internasional. Tidak seperti program musim panas pada umumnya, PIB menempatkan proyek komunitas sebagai syarat utama kelulusan.
Dalam satu momentum, PIB meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan Invendo DPD Bali, Institut Teknologi Kesehatan Malang Widya Cipta Husada, serta Universitas PGRI Kanjuruhan Malang.
Sementara Memorandum of Agreement (MoA) ditandatangani bersama Universitas Hindu Indonesia Denpasar untuk pengisian dosen tamu pada mata kuliah short course.
“Kerja sama ini memperluas jejaring akademik kami. Mahasiswa akan dapat perspektif lebih luas, dari praktisi di Bali hingga akademisi di Malang,” ujar Direktur Partnership & Event PIB College Bali, Made Herry Erika Sedana, M.Tr.,S.Par., M.Sc.
Erika menegaskan filosofi program tahun ini adalah Learning by experiencing. Dimana Mahasiswa wajib menciptakan proyek yang bisa diaplikasikan dan memberi nilai balik ke komunitas Bali yang mereka kunjungi.
Sebagai contoh, mahasiswa yang belajar tentang traditional healing harus memberikan kontribusi nyata kepada komunitas dokter tradisional tersebut.
Untuk itu, porsi belajar diatur 70% praktik dan kunjungan, 30% di kelas. Total ada 14 pilihan program yang bisa diambil mahasiswa, mulai 2 minggu hingga 1 semester penuh. Program ini dibuka tiap bulan dan sengaja digabung antara mahasiswa asing dengan mahasiswa lokal.
“Summer Course dibuka setiap bulan dengan pilihan durasi 1 bulan, 2 bulan, atau 1 semester, menyesuaikan mitra dan kapasitas laboratorium. PIB juga menggabungkan mahasiswa internasional dan lokal dalam satu kelas. Kalau mahasiswa Bali belum bisa ke luar negeri, kita bawa dunia ke Bali. Saling belajar itu yang penting,” tutup Erika.(bgs)















