Bio-fighter su-re.co Percepat Pengomposan dan Hilangkan Bau Sampah Organik

- Editor

Jumat, 22 Mei 2026 - 05:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badung, Bali | TribuneIndonesia –

Industri hospitality dan pariwisata Bali menghasilkan limbah organik dalam jumlah besar setiap hari. Hotel, restoran, kafe, dan rumah tangga menghasilkan limbah makanan, sisa bahan dapur, serta sampah kebun yang sebagian besar masih berakhir di tempat pembuangan akhir. Limbah tersebut terurai secara anaerobik dan melepaskan metana, sementara nutrisi berharga di dalamnya tidak dimanfaatkan kembali.

su-re.co bekerja sama dengan JCI Japan dan Noema Resort Pererenan menyelenggarakan lokakarya bertajuk “From Waste to Harvest: Closing the Soil-to-Table Loop” di Noema Pererenan Resort, Jl. Pantai Pererenan No. 126, Bali, kamis (21/5/2026).

Lokakarya ini mempertemukan pemerintah, peneliti, praktisi pengelolaan sampah, petani, dan pelaku industri hospitality untuk mengeksplorasi bagaimana sistem pengelolaan limbah organik dapat dihubungkan dengan konsep soil-to-table.

Melalui konsep ini, limbah makanan diolah menjadi kompos, digunakan untuk meregenerasi tanah, mendukung pertumbuhan hasil panen segar, dan akhirnya kembali ke meja makan. Inisiatif ini bertujuan menampilkan contoh nyata kolaborasi lintas sektor dalam mengubah limbah organik menjadi bagian dari siklus yang regeneratif dan berkelanjutan.

Kolaborasi lintas sektor ini, memiliki peran masing-masing. su-re.co berkontribusi dengan menyediakan Bio-fighter akselerator mikroba yang mempercepat proses pengomposan dan meningkatkan kualitas kompos, Bio-figther dari su-re.co juga mampu menghilangkan bau menyengat limbah organik dan meminimalisir adanya lalat pada kompos. su-re.co juga memberikan dukungan riset dan teknis.

JCI Japan, menyediakan pendanaan dan dukungan lapangan untuk meningkatkan fasilitas pengolahan limbah milik pemerintah lokal di TPST Pererenan. Fasilitas ini menerima limbah organik dari rumah tangga, restoran, dan hotel, serta berfungsi sebagai infrastruktur skala komunitas.

Sementara Noema Pererenan Resort berperan sebagai mitra hospitality percontohan. Selain membeli hasil panen dari petani mitra, Noema juga menanam bibit di area resort dan mengembangkan menu khusus yang menonjolkan hasil panen dari sistem sirkular ini.

Takeshi Takama, sebagai CEO, mengatakan berbagai permasalahan di bali khususnya masalah sampah mendorong nya untuk bisa membantu masalah sampah tersebut dengan teknologi dari su-re.co. Ia bahkan menargetkan untuk bali , teknologi su-re.co ini bisa lebih dikenal luas tidak hanya di desa Pererenan tetapi juga di seluruh kabupaten di Bali.

” Saya tidak bisa bekerja sendiri, karena organisasi kami masih kecil, jadi start baru 2 saja sekarang. kami berharap organisasi lain bisa ikut bekerjasama dengan kami, “ujarnya.

Baca Juga:  Aiyub, Salesman Senior NSS Grong-Grong, Dukung Semangat Kebersamaan di Turnamen Layang-Layang di Desa Menasah Cut

Sistem sirkular yang dibangun berjalan dari awal hingga akhir: pengumpulan limbah di TPST Pererenan, pengolahan menggunakan Bio-fighter, regenerasi tanah melalui kompos, budidaya tanaman, konsumsi oleh Noema, hingga penutupan siklus dengan mengembalikan limbah organik ke TPST.

Ia berharap organisasi lain juga bisa ikut beekolaborasi. Karena su-re.co menjual bio-figther, Ia berharap organisasi lain juga ikut berkontribusi terhadap bio-figther tersebut. Sebelum Lokakarya dimulai, terlebih dahulu su-re.co, meresmikan mesin mereka di TPST Sudha Pertiwi.

Sekretaris Desa Pererenan, I Ketut Sasmita, mengatakan, Sebelum berdirinya TPST, penanganan sampah di Desa Pererenan dilakukan oleh masyarakat lokal dengan sistem open dumping. Kini, sampah organik masuk ke mesin cacah dan diolah menjadi kompos. Kompos yang dihasilkan diberikan kepada masyarakat secara cuma-cuma jika tidak diambil pihak lain. Dengan bantuan dari su-re.co, diharapkan pengolahan sampah di TPST ini menjadi lebih mudah dan cepat.

“Kalau yang dari su-re.co, selama ini kerjasama berkait dengan pengelolaan sampah organiknya, termasuk fisiasis sama tanah. Itu sangat bagus. Kami di Desa Pererenan memang punya program untuk mengolah sampah secara baik dan benar,” kata Ketut.

Ia menambahkan, 600 kepala keluarga di Desa Pererenan sudah mulai terbiasa melakukan pemilahan sampah. Hal ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Badung yang melarang pengiriman sampah ke TPA Suwung mulai Agustus 2026.

Sementara itu, Ketua TPST Sudha Pertiwi, Pererenan, Putu Suadana Putra juga menyampaikan hal yang sama, dimana bantuan dari su-re.co, sangat membantu dalam hal pengolahan sampah di TPST ini.

“Semoga program ini berjalan lancar. Kami akan memelihara fasilitas ini. Kalau program ini sukses, akan sangat membantu kami dalam penanganan sampah organik basah. Produk su-re.co juga tidak terlalu banyak menghabiskan dana desa untuk membakar. Untuk kesehatan juga lebih bagus,” ujar Putu.

Inisiatif From Waste to Harvest: Closing the Soil-to-Table Loop, merupakan percontohan sistem sirkular yang menghubungkan TPST Pererenan, petani lokal, dan sektor hospitality untuk menciptakan siklus pangan yang berkelanjutan di Bali. su-re.co adalah organisasi riset dan aksi yang fokus pada transisi menuju ekonomi sirkular dan rendah karbon melalui inovasi teknologi, riset, dan kolaborasi lintas sektor.(putu)

 

 

 

Berita Terkait

Setelah Dioperasikan Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan akan diberlakukan tarif
Hutama Karya Melalui Anak Usaha Hutama Marga Waskita Raih Rekor MURI sebagai Tempat Istirahat dan Pelayanan Jalan Tol Pertama yang Memiliki Galeri Budaya
Hutama Karya Dukung Gerakan Nasional Zero ODOL Melalui Kampanye Selamat Sampai Tujuan
PSR Bukan Program Bagi-Bagi Lahan dan Tanpa Aturan. Petani Wajib Ikuti Mekanisme dan Regulasi Pemerintah
Lakukan Pemeliharaan Oprit Jembatan Batang Serangan, Hutama Karya Uji Coba Contraflow di KM 55 Tol Binjai–Langsa
Bencana Terus Mengancam, Pembangunan Jalan Tol Bukittinggi–Padang Panjang–Sicincin Sangat Mendesak
Pemindahan Akses Keluar Pintu Tol Pekanbaru Dimulai 30 Juli 2026, Hutama Karya Imbau Pengguna Jalan Ikuti Rambu dan Arahan Petugas
Komisi VI DPR RI Tinjau Huntara Aceh Tamiang dan Jalan Tol Binjai–Langsa, Dorong Percepatan Pemulihan Pascabencana dan Pembangunan Koridor Strategis
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:06

Tekan Angka Kecelakaan, PT Jasa Raharja  Gelar Safety Campaign di Wilayah Jakarta Utara

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:03

Peresmian grounbreking Hunian terjangkau di wilayah Garai

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:13

Hutama Karya Hadir untuk NTT, Dukung Penanganan Tanggap Darurat Gempa

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:47

KAKI Jatim Soroti Kinerja Kabinet Merah Putih, Profesionalisme Menteri Dipertaruhkan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:07

Polres Aceh Tengah Peringati Polres Aceh Tengah Peringati Hari Juang Polri, Kapolres Tanamkan Nilai-Nilai Patriotisme           Juang Polri, Kapolres Tanamkan Nilai-Nilai Patriotisme Takengon — Polres Aceh Tengah memperingati Hari Juang Polri 2026 dengan upacara yang berlangsung khidmat di halaman Mapolres Aceh Tengah, Jumat (21/8/2026) pukul 07.45 WIB. Momentum tersebut menjadi pengingat bagi seluruh personel untuk menjaga semangat perjuangan, patriotisme, dan pengabdian kepada masyarakat. Upacara dipimpin Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufiq, S.I.K., M.H., selaku inspektur upacara. Kegiatan diikuti Wakapolres Kompol Samsir, para pejabat utama, Kapolsek, perwira, serta seluruh personel Polres Aceh Tengah. Rangkaian upacara diisi dengan penghormatan kepada inspektur upacara, mengheningkan cipta, pembacaan sejarah singkat Hari Juang Polri, serta pembacaan Naskah Proklamasi Polisi oleh Kapolres Aceh Tengah. Pembacaan sejarah dan Proklamasi Polisi menjadi bagian penting untuk kembali mengingat bahwa perjalanan Polri tidak terlepas dari perjuangan bangsa. Nilai tersebut diharapka

Jumat, 21 Agustus 2026 - 02:10

BABINSA KORAMIL 11/BANDAR BARU GELAR KOMSOS BERSAMA WARGA DESA LANCOK BARO

Jumat, 21 Agustus 2026 - 02:08

Ada Apa dengan Sekda Aceh Tengah? Ketika Mursyid Memilih Mundur, Publik Bertanya: Ada Apa di Balik Tirai Kekuasaan? I

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:43

Demi Kenyamanan Siswa, WC SMPN 2 KJM Direvitalisasi Pasca Banjir, Bukan Ditutup

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Sensus Ekonomi dan Data yang Belum Terjaring

Jumat, 21 Agu 2026 - 15:20

Pemerintahan dan Berita Daerah

Aula Terapung dan Ujian Kreativitas Siswa

Jumat, 21 Agu 2026 - 14:29