Molompor | Tribuneindonesia.com – Kepiawaian Ichal Rumochoy dalam mengolah seni marching band kembali terbukti di panggung perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rabu (19/08/26).
Jurnalis yang sehari-hari bertugas melakukan peliputan pemerintahan di Kota Bitung tersebut sukses membawa dua sekolah asal Kabupaten Minahasa Tenggara memborong trofi pada ajang kompetisi drum band tingkat kecamatan.
Perhelatan yang dipusatkan di Desa Molompar, Kecamatan Tombatu Timur, menjadi saksi bisu keunggulan tim-tim racikan Ichal. Dua institusi pendidikan yang berada di bawah asuhannya, yakni SD Negeri 1 Mundung dan SMP Negeri 3 Tombatu, berhasil mendominasi podium juara setelah menumbangkan lawan-lawannya.
SD Negeri 1 Mundung tampil sangat dominan dan sukses mengamankan predikat Juara Umum. Posisi Runner-up atau Juara 2 Umum disabet oleh SMP Negeri 3 Tombatu, membuat nama sang pelatih kian harum di wilayah pesisir Minahasa Tenggara tersebut.
Keunggulan SD Negeri 1 Mundung di arena perlombaan terbilang mutlak. Selain meraih gelar tertinggi, sekolah dasar ini juga menyapu bersih jajaran penghargaan terbaik untuk berbagai kategori teknis.
Gelar individual dan kelompok yang berhasil diboyong ke markas SDN 1 Mundung mencakup The Best Percussion, The Best Music, The Best Color Guard, hingga The Best Field Commander.
Pencapaian ini menegaskan kualitas musikalitas dan visual pertunjukan yang disuguhkan para siswa.
Capaian tergolong spektakuler mengingat modal masa persiapan yang sangat terbatas. Ichal Rumochoy menggembleng fisik, mental, serta harmonisasi nada para murid hanya dalam kurun waktu dua pekan.
Durasi dua minggu tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh juru taktik berpengalaman ini. Rekam jejak Ichal yang pernah menukangi berbagai unit drum band hingga tingkat nasional menjadi kunci utama akselerasi performa peserta didik.
Di balik kesibukannya memburu berita, Ichal membuktikan kompetensinya dalam mentransfer ilmu kedisiplinan dan kekompakan kepada anak-anak usia sekolah. Pendekatan kepelatihannya terbukti mampu menumbuhkan mental bertanding yang kokoh dalam waktu singkat.
Kesuksesan ganda yang ditorehkan Ichal Rumochoy langsung memicu gelombang apresiasi di jagat maya. Berbagai komentar pujian mengalir deras dari warga netizen yang mengikuti rekam jejak kepelatihannya di platform Facebook.
Salah satu apresiasi datang dari akun Fien Frederika Serang, yang menyebut hasil ini sudah diprediksi mengingat kapasitas Ichal sebagai pelatih bersertifikasi pengalaman tingkat nasional. Ia menilai jam terbang sang pelatih membuat kompetisi tingkat kecamatan relatif mudah untuk dimenangkan.
Senada dengan hal itu, pemilik akun Nandha Wawointana menuturkan bahwa kemenangan manis pada edisi 2026 ini merupakan bentuk penantian panjang sejak tahun 2019.
Kehadiran Ichal di SD Negeri 1 Mundung dinilai sebagai pembuktian atas dedikasi dan reputasinya yang konsisten.
Menanggapi hasil memuaskan tersebut, Ichal Rumochoy tetap rendah hati. Ia menegaskan bahwa kunci keberhasilan ini terletak pada sinergi kuat antara semangat para siswa, dukungan jajaran sekolah, Komite Sekolah, hingga peran aktif para orang tua murid.
”Saya berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan dari semua pihak. Waktu latihan memang sangat singkat, hanya sekitar dua minggu, tetapi anak-anak menunjukkan semangat dan kemauan belajar yang luar biasa,”
ujar Ichal saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan bahwa fokus utamanya mendampingi anak-anak bukan semata-mata demi memburu piala, melainkan pembentukan karakter.
Melalui wadah marching band, para siswa ditempa untuk memahami arti penting kedisiplinan, tanggung jawab, serta kerja sama tim.
”Bagi saya, piala adalah bonus dari sebuah proses. Yang paling utama adalah bagaimana anak-anak bisa belajar berorganisasi dan memupuk rasa percaya diri,”
pungkasnya seraya berharap prestasi ini dapat terus berlanjut ke ajang yang lebih tinggi jika mendapat dukungan masa persiapan yang lebih panjang. (kiti)























