Jangan Biarkan Bangsa Ini Berakhir dengan Ratapan Sejarah

- Editor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI/Tribuneindonesia.com

Jangan sampai peradaban bangsa ini tertutup dan hilang begitu saja. Jangan sampai negeri ini hanya tercatat dalam sejarah sebagai bangsa yang kaya lalu runtuh. Kita tidak hidup untuk menyenangkan penguasa. Kita tidak berdiri di dunia ini hanya untuk memikirkan kenyamanan eksekutif, legislatif, maupun yudikatif. Kita tidak memegang kekuasaan untuk menakuti rakyat — rakyat yang dari Indonesia Timur, dari pulau-pulau terluar, dari daerah-daerah yang terjauh, yang sesungguhnya membangun negeri ini dengan keringat dan kekayaan tanahnya.

Kiranya peradaban ini dibangun menjadi lebih baik — satu kesatuan dalam kemajuan ekonomi, satu kesatuan dalam keadilan, satu kesatuan dalam kesejahteraan yang merata sampai ke ujung negeri. Kita tidak boleh bermain-main dengan nasib bangsa. Karena suatu hari nanti, sejarah akan menulis: apakah bangsa ini berdiri tegak dengan kemajuan yang adil — atau bangsa ini berakhir dengan ratapan panjang rakyat yang tidak pernah didengar. Sabtu,15 Agustus 2026

Lihatlah ke benua Afrika. Banyak kerajaan besar di sana yang dahulu kaya raya, luas wilayahnya, berlimpah sumber dayanya. Tetapi penguasanya hanya berpikir sendiri, hanya menyenangkan lingkaran kekuasaan, melupakan rakyat di daerah-daerah terpencil. Mereka mengira kekayaan itu akan mengalir terus selamanya. Lalu hari itu tiba — kekayaan habis, rakyat pergi, dan peradaban yang besar itu runtuh tanpa sisa. Hanya tinggal catatan: di sini pernah berdiri bangsa yang kaya, tetapi miskin keadilan.

Baca Juga:  Gerebek Gubuk Maut di Pancur Ido! Pengedar Sabu Dibekuk Saat Racik Paket Haram, Polisi Sita 2 Gram Narkotika

Almarhum Abdurrahman Wahid, Gus Dur, pernah memperingatkan: “Sejarah tidak pernah salah mencatat. Bangsa yang memakmurkan penguasa dan melupakan rakyat, pasti ditulis dengan tinta yang paling gelap — sebagai bangsa yang gagal memahami arti kemerdekaan.”

Pengamat sosial Rocky Gerung menambahkan: “Jangan tertipu oleh kekayaan yang ada di tangan. Itu bukan milik pemimpin — itu titipan rakyat. Kalau titipan itu dipakai untuk menakuti dan menyusahkan pemiliknya, maka peradaban itu sudah menandatangani akhir ceritanya sendiri.”

Kita tidak ingin Indonesia dicatat demikian. Kita ingin sejarah menulis: mereka pernah mengalami ujian, pernah lalai, tetapi kemudian bangkit — membangun keadilan dari Sabang sampai Merauke, menyejahterakan yang paling terluar, dan menyadarkan bahwa kekuasaan itu bukan untuk ditakuti, melainkan untuk memberi kehidupan.

Maka pilihlah sekarang — sebelum pena sejarah itu diturunkan. Apakah kita akan ditulis dengan ratapan rakyat yang ditinggalkan? Atau ditulis sebagai bangsa yang akhirnya memahami: kemajuan sejati adalah ketika yang paling jauh juga merasakan keadilan yang sama?

Berita Terkait

Waka Polres R4 Respons Cepat Informasi Dugaan Peredaran Cap Tikus di Waisai, Kasat Narkoba Diperintahkan Lidik
Udara Waisai Diselimuti Asap, Bupati Raja Ampat Kerahkan BPBD, TNI-Polri Lindungi Pelajar
Mestinya Pemerintah Aceh Malu,Pada Jasa warisanya Habib Bugak
Jepang Memberi Makan Gratis Tanpa Keracunan- Mengapa Kita Tidak Bisa? Pemimpin Harus Mencicipi Dulu!
Jangan Menjadi Pemimpin — Gubernur Atau Siapa Pun — Untuk Menciptakan Kebohongan Kepada Rakyat
Korupsi Menggurita — Mengapa Koruptor Diperlakukan Istimewa, Rakyat Yang Disiksa?
Ketika Tanah Leluhur Diambil — Tanda Peradaban yang Akan Hancur
Belajarlah kepada India — Bukan Meniru, Tapi Membangun Peradaban Sendiri
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:40

Intel Kodim Raja Ampat Klarifikasi Informasi Marga “Eks”: Hasil Pengecekan, Tidak Ada Personel dengan Identitas Dimaksud

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:35

Waka Polres R4 Respons Cepat Informasi Dugaan Peredaran Cap Tikus di Waisai, Kasat Narkoba Diperintahkan Lidik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:10

Udara Waisai Diselimuti Asap, Bupati Raja Ampat Kerahkan BPBD, TNI-Polri Lindungi Pelajar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 04:48

Ketua Umum DPP PPKMA Turun Tangan, Kepsek SMAN 1 Lawe Alas Tegaskan Pembayaran Berdasarkan Kesepakatan Orang Tua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:09

Pemulihan Pascabencana Satgas PRR Pastikan Program Langsa Berlanjut hingga 2028,300 Hektar Tambak Tebar 10Juta Benih udang Vename

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:54

Unjuk Koreografi Energik, Pelajar SD dan SMP Semarakkan Lomba Modern Dance FPSL

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:31

BREAKING! Waisai Diselimuti Asap Karhutla, Ketua DPRK Raja Ampat Turun ke Jalan Bagikan Masker ke Warga

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:30

Tak Tinggal Diam! Ketua DPRK Raja Ampat Turun Langsung Bagikan Masker di Tengah Kepungan Asap

Berita Terbaru