Opini : Diantara Tangan Yang Pernah Menjabat. Pengkianatan dalam Pertemanan

- Editor

Rabu, 23 Juli 2025 - 02:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Chaidir Toweren

TribuneIndonesia.com

Ada luka yang tak berdarah.
Ada nyeri yang tak bersuara.
Dan tak jarang, keduanya lahir dari tempat yang paling tak kita duga: pertemanan.

Dalam hidup, kita kerap menjumpai orang-orang yang datang membawa senyum, duduk di samping kita, tertawa dalam gelas kopi yang hangat, memeluk kita di tengah hujan dan bercerita tentang kesepian. Mereka yang kita sebut teman, bukan karena darah, bukan karena ikatan kontrak, tapi karena rasa percaya yang tumbuh perlahan.

Namun, dari tangan yang sama yang pernah kita genggam itu, kadang datang tikaman. Bukan pisau, bukan peluru, tapi kebohongan, pengkhianatan, dan diam yang mematikan.

Dikhianati oleh musuh itu biasa.
Dikhianati oleh sahabat? Itu duka yang lain bentuknya.

Tak semua pertemanan rusak oleh jarak. Banyak yang hancur justru karena terlalu dekat, terlalu percaya, terlalu membuka diri hingga tak ada ruang untuk bertahan saat luka menyelinap.

Pengkhianatan dalam pertemanan tidak selalu berbunyi keras. Kadang ia datang dalam bentuk rahasia yang diceritakan pada orang lain. Kadang ia hadir saat nama kita dijual untuk keuntungan pribadi. Atau saat kita jatuh, dan mereka yang kita harap menarik kita, justru ikut menginjak.

Sakitnya bukan pada kejadian itu sendiri.
Tapi pada fakta bahwa ia dilakukan oleh orang yang kita jaga. Orang yang kita bantu.
Orang yang pernah kita tangisi dan doakan diam-diam.

Baca Juga:  Refleksi HUT ke-80 RI: Harapan Baru Untuk Kota Langsa

Kita lalu duduk sendirian, mencoba memahami:
Apa yang salah? Apakah terlalu baik itu keliru? Apakah semua tawa itu palsu?
Dan pada akhirnya, kita hanya bisa menyadari: Ternyata tidak semua yang memeluk kita berniat menguatkan. Tidak semua yang dekat itu tulus.

Tapi jangan buru-buru menjadi pahit.
Jangan biarkan satu pengkhianatan mengubah seluruh keyakinanmu pada kebaikan manusia. Karena dari rasa sakit itu, kita belajar mengenali mana tangan yang menggenggam, mana tangan yang menusuk. Kita belajar memberi batas, menjaga diri, dan mencintai diri sendiri tanpa harus selalu bergantung pada kehadiran orang lain.

Pengkhianatan mengajarkan bahwa tidak semua orang layak masuk ke ruang hati yang paling dalam. Bahwa kepercayaan bukan untuk semua, tapi untuk mereka yang mau menjaganya dengan jujur.

Dan meski luka itu mungkin tak akan hilang, Ia akan menjadi bekas yang menguatkan. Bukan karena kita lemah, tapi karena kita pernah memberi  dan tetap memilih untuk tidak menjadi seperti mereka.

Jadi jika kamu pernah dikhianati oleh seorang teman, Tangisilah, jika perlu.
Tapi jangan tinggal di sana terlalu lama.
Bangkit, belajar, dan tetaplah jadi manusia yang percaya. Bahwa meski ada duri di taman pertemanan, Masih ada bunga yang layak dirawat.

Kute Kering, Redelong 23 Juli 2025

Berita Terkait

“Waiwo Diburu, Tahura Ditantang Dibuka! Warga: Jangan Ada Aset Pemda yang ‘Kebal’ Disentuh”
Ketika Jabatan Lebih Ditentukan Jaringan Daripada Kemampuan “Quo Vadis Kepemimpinan Indonesia?” 
Siapa Berhak Menentukan OAP di Raja Ampat? Carles Imbir: Kembalikan kepada Marga dan Suku
Ketika Jabatan Lebih Ditentukan Jaringan Daripada Kemampuan, Quo Vadis Kepemimpinan Indonesia?
Selamat Hari Kemerdekaan ke-81 Bangsa Indonesia
Mengapa Bangsa Ini Tidak Maju?
Pemimpin yang Membangun, Pemimpin yang Menghancurkan
Kemerdekaan yang Tak Selesai di Atas Kertas
Berita ini 88 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 13:51

Pembayaran Asrama Mahasiswa Raja Ampat di Manado, Jogja dan Manokwari  segera di bayar Pertengahan September

Selasa, 15 September 2026 - 08:03

Pembayaran Asrama Mahasiswa Raja Ampat Tertunda, Dinas Pendidikan Akui Salah Input Kode Rekening

Selasa, 15 September 2026 - 07:58

Gembleng Mental Juara PORA 2026, Taekwondo Simeulue Tuntaskan TC 10 Hari di Dojang Kodim 0115

Selasa, 15 September 2026 - 07:08

PFM Desak Kapolda Baru Tuntaskan Dugaan Korupsi Sekretariat DPR PBD: “Itu Uang Rakyat”

Senin, 14 September 2026 - 16:04

Lebih Inklusif, Perayaan HUT Negeri Aertembaga Dorong Ekonomi UMKM dan Edukasi Sejarah

Senin, 14 September 2026 - 12:42

Masyarakat Raja Ampat Kecam Dugaan Penangkapan Penyu oleh WNA Menggunakan Senapan

Senin, 14 September 2026 - 07:09

Tiga Tahun Tanpa Kepastian, GRPK Adukan Dugaan Pelanggaran Etik Penyidik Harda ke Propam Polresta Deli Serdang

Senin, 14 September 2026 - 06:50

Dispora FC Terancam Sanksi Rp90 Juta, Mainkan 12 Pemain

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Pesisir 65 Km Jadi Jalur Rawan, Pengamanan Laut Diperkuat

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:00

Pemerintahan dan Berita Daerah

ASN Gugur di Jayawi jaya, Apel Kesadaran Soroti Integritas Aparatur

Selasa, 15 Sep 2026 - 11:21

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x