Maraknya Wisata Pantai Ilegal di Panimbang Diduga Jadi Ajang Pungutan Liar

- Editor

Minggu, 5 Oktober 2025 - 08:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANDEGLANG |InfoNewsNusantara.com — Objek wisata yang diduga tidak memiliki izin alias ilegal marak ditemukan tepatnya di Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang, Banten Jumat(3/10/25)

Lantaran itu, keberadaannya dikeluhkan oleh para pengelola wisata yang resmi karena dianggap merugikan.

Pengelola wisata Pantai yang enggan disebutkan namanya ke media mengeluhkan maraknya objek wisata pantai yang diduga ilegal di kawasan sepanjang jalan raya Panimbang – Tanjunglesung. Ia mengemukakan, banyak akses wisata pantai sepanjang jalan raya menjadi tempat masuk wisata.

“Kalau kita lihat di sepanjang jalan raya Panimbang – Tanjunglesung, terus terang saja banyak tempat wisata baru (izinnya) saya masih mempertanyakan,” katanya di salah satu wisata Pantai.

Keberadaan objek wisata pantai diduga ilegal tersebut, lanjutnya, sangat merugikan pengelola wisata resmi, karena perbandingan harga tiketnya dengan objek wisata ilegal sangat jauh.

Sementara di sisi lain, masih kata dia, jika para wisatawan masuk ke tempat wisata ilegal, dipastikan tidak ada jaminan asuransi termasuk kepastian pertanggungjawaban bila terjadi bencana yang menimpa para wisatawan.

Untuk itu, pelaku wisata meminta kepada pemerintah segera turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut.

“Jelas merugikan pelanggan-pelanggan kami kan tahunya sudah berasuransi dan harganya jelas beda. Mereka (Ilegal red) bahkan tidak ditetapkan, ya tarifnya seikhlasnya saja kadang mereka terima dan ini menurut kami adalah pungutan liar yang mesti ditertibkan. Dan kami minta kepada pemerintah untuk segera menertibkan wisata pantai yang diduga tidak berizin,”ujarnya.

Baca Juga:  Desak Kejari Transparan dan Ungkap Aktor Utama dalam Kasus yang Menjadi Sorotan Publik

Ditempat terpisah Widiasmanto Ketua PHRI Kabupaten Pandeglang mengatakan

” Waalaikumsalam pak.
Saya persisnya perihal itu kurang tahu persis lokasi dan siapa pengelola nya bila ini terjadi saran kami bahwa, dilokasi destinasi tersebut baiknya diperlukannya kajian dan penelitian keperuntukan destinasi yang diperlukan pengembangan nya dan tentu terkait status lahan tanah tetap diperlukan agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.

Serta sebaiknya pemerintah daerah juga proaktif lakukan pembinaan dan sosialisasi serta sebaiknya pelaku usaha pariwisata agar taat pada aturan bagaimana caranya dan tidak harus langsung diberikan sangsi bila ada kesalahan namun perlu di rangkul diajak bicara agar sesuai dengan tata ruang dan fungsi dari lahan tersebut.

Dan kita perlu apresiasi atas niat pelaku usaha untuk menumbuhkan destinasi dan bisa jadi justru perlu dibantu promosi selama destinasi tersebut sudah sesuai dengan keperuntukanya,” urainya.”(Tim/red)

Berita Terkait

Diduga Catut Nama Anak Sebagai Anak Didik TK Swasta Telege Ceret di Aceh Tengah Disorot
RSUD Raja Ampat Jadi Lokasi Studi Tiru RSUD Oksibil, Dari Papua Pegunungan Belajar ke Papua Laut
Kajari Simeulue Terima Tahap II, 5 Tersangka Korupsi Jalan Simpang Air Dingin-Labuhan Bajau Rp7,6 Miliar Resmi Ditahan
Pangdam IX/Udayana Kerahkan Jajaran Tangani Dampak Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Bali
Polemik Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat Berujung Baik, Direktur RSUD Tekankan Profesionalitas dan Kepentingan Masyarakat
PENCURIAN TOWER XL DI TUALANG BARO TERULANG! WARGA RESAH, DIDUGA KOMPlotan PENCURI BERKELIARAN DI TENGAH MALAM
Cak Imin Sentil Kader PKB: Jangan Terlena Kekuasaan, Kuasai Media Sosial dan Hadir untuk Rakyat
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 02:35

Diduga Catut Nama Anak Sebagai Anak Didik TK Swasta Telege Ceret di Aceh Tengah Disorot

Rabu, 4 November 2026 - 00:43

RSUD Raja Ampat Jadi Lokasi Studi Tiru RSUD Oksibil, Dari Papua Pegunungan Belajar ke Papua Laut

Rabu, 4 November 2026 - 00:31

Berpolitik Serius, Ikutan atau Sekadar Latah?

Selasa, 3 November 2026 - 23:38

Kajari Simeulue Terima Tahap II, 5 Tersangka Korupsi Jalan Simpang Air Dingin-Labuhan Bajau Rp7,6 Miliar Resmi Ditahan

Selasa, 3 November 2026 - 14:17

Gebrakan Ceulangiek: Kembali Pimpin Yayasan Almuslim, Sukses Hadirkan Fakultas Kedokteran dan Gedung Miliaran Rupiah

Selasa, 3 November 2026 - 14:15

Pangdam IX/Udayana Kerahkan Jajaran Tangani Dampak Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Bali

Selasa, 3 November 2026 - 13:30

Jelang Milad ke-79, Ahmad Syarifudin Ila Boyong Panitia Alkhairat Kunjungi Wali Kota Bitung

Selasa, 3 November 2026 - 12:44

Polemik Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat Berujung Baik, Direktur RSUD Tekankan Profesionalitas dan Kepentingan Masyarakat

Berita Terbaru

Feature dan Opini

Berpolitik Serius, Ikutan atau Sekadar Latah?

Rabu, 4 Nov 2026 - 00:31

Pemerintahan dan Berita Daerah

Dinas Sosial Langsa Turun Langsung, Berikan Perhatian dan Bantuan kepada Ibu Nur Asiah

Selasa, 3 Nov 2026 - 19:10

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x