Bitung | Tribuneindonesia.com –
Dalam upaya menjamin keamanan dan kesuksesan Festival Budaya Lokal di Kecamatan Lembeh Utara, pihak pemerintah kecamatan melakukan kunjungan strategis ke Markas Satuan Patroli (Satrol) Lanal VIII Bitung, Selasa (12/05/26).
Pertemuan ini difokuskan pada koordinasi pengamanan wilayah perairan dan kolaborasi lintas sektor demi menyukseskan agenda akbar yang akan digelar pada 15-16 Mei 2026 mendatang.
Camat Lembeh Utara memimpin langsung kunjungan tersebut guna menemui Komandan Satrol (Dansatrol) Kodaeral VIII Bitung, Marvell Marfal Frits Ed.
Langkah ini diambil mengingat rangkaian festival akan banyak melibatkan aktivitas di laut, sehingga kehadiran dan pengawasan dari pihak TNI Angkatan Laut menjadi sangat krusial demi keselamatan peserta dan kelancaran arus lalu lintas laut.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Camat memaparkan bahwa festival ini mencakup berbagai lomba perairan seperti balap protinting, lomba dayung, renang, hingga tradisi memanah ikan.
Keterlibatan Satrol diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi para peserta yang berlaga di wilayah perairan Selat Lembeh yang dikenal cukup padat aktivitasnya.
Dansatrol Kodaeral VIII Bitung menyambut baik inisiatif tersebut dan memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya pelestarian budaya lokal. Marvell menegaskan bahwa pihak Satrol tidak hanya akan memberikan dukungan dari sisi keamanan saja, tetapi juga akan berpartisipasi aktif dalam menyokong kebutuhan teknis dan pemikiran demi kesuksesan acara tersebut.
Dukungan nyata yang diberikan oleh Dansatrol mencakup kontribusi finansial serta bantuan logistik untuk mendukung aksi sosial di tengah festival.
Salah satu yang paling menonjol adalah pemberian bantuan berupa kasur dan kebutuhan rumah tangga lainnya bagi warga kurang mampu yang rumahnya terpilih untuk direnovasi melalui program swadaya masyarakat.
Menariknya, Dansatrol juga menyatakan ketertarikannya untuk ikut serta dalam tradisi “Bagasi”, yakni kegiatan berkemah di tepi pantai bersama para aparatur pemerintahan.
Momen ini direncanakan menjadi ruang diskusi terbuka antara pihak militer dan sipil untuk membahas strategi pembangunan kebudayaan serta penguatan mentalitas generasi muda di Kota Bitung.
Camat Lembeh Utara mengungkapkan rasa syukurnya atas respons positif dari pimpinan Satrol tersebut. Menurutnya, dukungan dari Kodaeral VIII Bitung memberikan kepercayaan diri lebih bagi panitia, mengingat festival ini dikerjakan secara mandiri dengan modal semangat gotong royong tanpa bergantung sepenuhnya pada anggaran formal.
Selain pengamanan, koordinasi ini juga membahas mengenai pengaturan transportasi laut bagi pengunjung dari luar Pulau Lembeh.
Dengan keterlibatan Satrol, diharapkan ada manajemen arus penyeberangan yang lebih tertata bagi masyarakat umum yang ingin menyaksikan pentas seni budaya seperti Ampa Wayer dan Tangonggong di lokasi kegiatan.
Kunjungan ini juga membawa misi memperkuat nilai nasionalisme dan patriotisme, sejalan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional.
Dansatrol melihat festival ini sebagai sarana efektif untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa melalui pendekatan kearifan lokal yang menyentuh lapisan masyarakat terbawah.
Pihak kecamatan turut memboyong tim kerja, termasuk Lurah Gunung Woka dan tim IT panitia, guna memantapkan sinkronisasi operasional di lapangan.
Kolaborasi antara pemerintah kecamatan dan Satrol Kodaeral VIII Bitung ini diharapkan menjadi percontohan sinergi yang harmonis antara instansi militer dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan kesepakatan untuk terus menjalin komunikasi intensif menjelang hari pelaksanaan pada 15-16 Mei 2026.
Dengan dukungan penuh dari Dansatrol Kodaeral VIII Bitung, Festival Budaya Lembeh Utara siap menjadi panggung perayaan kerukunan dan kebangkitan budaya yang aman serta berdampak luas bagi masyarakat. (kiti)
















