Bantah Tuduhan Surat Palsu, Pihak Desa Pagar Merbau I Tegaskan Dokumen untuk Cagar Budaya

- Editor

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deli Serdang I TribuneIndonesia. Com-Pemberitaan salah satu media online yang menuding Kepala Desa Pagar Merbau I, Nani Agustini, terlibat praktik “kongkalikong” dalam penerbitan surat keterangan palsu menuai bantahan keras dari pihak yang disebut dalam berita tersebut. Tuduhan itu dinilai tidak berdasar dan tidak melalui proses konfirmasi kepada pihak desa maupun pihak terkait lainnya.

Dalam pemberitaan tersebut disebutkan adanya dugaan penerbitan surat tanah palsu bernomor 100/2026/PM.I/II/2024 tertanggal 22 Februari 2024 yang dikaitkan dengan upaya penguasaan lahan HGU. Namun pihak desa menegaskan, surat yang dimaksud bukanlah surat kepemilikan tanah, melainkan surat keterangan yang dibuat dalam rangka pengajuan daftar normatif ke tingkat Provinsi.

Pihak yang berkepentingan, Benno Sianturi, menantu Datok Ong, menjelaskan bahwa surat keterangan tersebut dibuat untuk mendukung pengusulan kawasan rumah adat Melayu milik Datok Ong sebagai bagian dari situs cagar budaya.

Menurutnya, dokumen itu sama sekali tidak menyebutkan perubahan status tanah maupun klaim kepemilikan baru atas lahan.

“Surat itu bukan untuk menguasai lahan, bukan juga untuk mengubah status tanah. Itu hanya surat keterangan pendukung administrasi pengajuan cagar budaya,” ujar Benno.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya bersama istrinya, Tengku Indria, sebelumnya mengajukan permohonan surat domisili karena menempati tanah negara. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari kelengkapan administrasi yang berkaitan dengan pelestarian bangunan rumah tinggi adat Melayu peninggalan Datok Ong, bukan untuk kepentingan pribadi.

Menurut Benno, sangat disayangkan munculnya pemberitaan yang langsung menuding adanya pemalsuan surat tanpa konfirmasi. Ia merasa heran karena pihak media tidak melakukan klarifikasi terlebih dahulu kepada desa maupun kepada dirinya.

Baca Juga:  Mengoptimalkan Kualitas Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Simpang Tiga Langkahan.

“Kalau memang mau berimbang, seharusnya ada konfirmasi. Ini langsung menuduh seolah-olah ada surat palsu untuk kuasai lahan,” katanya.

Lebih jauh, Benno menduga adanya pihak-pihak yang tidak senang dengan rencana penetapan lokasi tersebut sebagai kawasan cagar budaya. Ia menyinggung keberadaan sejumlah penggarap yang saat ini menempati lahan di sekitar lokasi dan bahkan telah mendirikan bangunan liar.

Menurutnya, bangunan-bangunan tersebut sebenarnya sudah mendapat peringatan. Namun hingga kini belum ada penindakan tegas dari pihak kecamatan, sehingga memunculkan kecurigaan adanya kepentingan tertentu yang merasa terganggu dengan upaya pelestarian situs adat tersebut.

Pihak desa sendiri menegaskan bahwa seluruh administrasi yang diterbitkan telah melalui prosedur dan tidak dimaksudkan untuk mengubah status hukum tanah. Surat keterangan yang dikeluarkan disebut murni sebagai dokumen pendukung pengajuan daftar normatif dan pelestarian nilai budaya, bukan sebagai dasar kepemilikan.

Kasus ini kini menjadi sorotan karena menyangkut dua isu sensitif sekaligus, yakni status lahan dan pelestarian warisan budaya. Di satu sisi muncul tudingan pelanggaran administrasi, di sisi lain ada klaim bahwa langkah yang diambil justru untuk menjaga peninggalan adat Melayu agar tidak hilang.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kecamatan terkait penanganan bangunan liar maupun tanggapan atas polemik pemberitaan tersebut. Masyarakat pun berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara terbuka, transparan, dan berdasarkan fakta hukum, agar tidak menimbulkan kegaduhan berkepanjangan di tengah warga.

Ilham Gondrong

 

Berita Terkait

Kepala Distrik Waigeo Barat Kepulauan Salurkan Bantuan Presiden 3T, Warga Kampung Jadi Sasaran
Kepala Distrik Waigeo Barat Kepulauan Salurkan Bantuan Presiden untuk Warga 3T
Heboh Penertiban Aset! Bentak Warga, Bupati Diminta Evaluasi
IPMARAM Desak Pemda Raja Ampat Segera Wujudkan Asrama Permanen di Yogyakarta
Kedepankan Syariat Islam di Aceh, APH dan Pejabat Diimbau Prioritaskan Restorative Justice bagi Kasus Antar-Siswa di Sekolah
IPMARAM Desak Pemda Raja Ampat Segera Wujudkan Asrama Permanen di Yogyakarta
Tahura Raja Ampat di Pusat Waisai Disorot, Warga Minta Pemda Serius Benahi Kebersihan
Bom Ikan Kembali Marak, Patroli KODAERAL XIV Sorong Dipertanyakan Masyarakat Raja Ampat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 10:04

Warga Sinabang Kota Padati Masjid An-Nur, Pemdes Sinabang Gelar Maulid 1448 H Bersama Bupati Simeulue

Minggu, 20 September 2026 - 09:17

PKB Aceh Gas Pol Konsolidasi hingga Gampong, Muhammad Iqbal Target 2 Kursi DPRK di Setiap Dapil Bireuen

Minggu, 20 September 2026 - 08:12

Perkuat Mesin Partai hingga Gampong, DPC PKB Bireuen Gelar Sosialisasi Kepengurusan dan UKK DPAC

Minggu, 20 September 2026 - 06:41

Dari PT Amat Tong Diesel Geumpang untuk Masyarakat Pidie, 3 Paket Umrah Gratis Jadi Kado HUT ke-515

Sabtu, 19 September 2026 - 17:19

Mewakili Walikota Bitung, Camat Aertembaga Resmi Tutup Rangkaian HUT ke-103 Negeri Air Tembaga

Sabtu, 19 September 2026 - 16:57

Kapolres Bireuen Jenguk Korban yang Diduga Keracunan MBG

Sabtu, 19 September 2026 - 16:32

OPEN TOURNAMEN BOLA BASKET PIALA PANGLIMA TNI 2026 RESMI DITUTUP

Sabtu, 19 September 2026 - 14:44

Peringati HKN ke-62, Dinkes Simeulue Gelar Aksi Bersih Lingkungan dan Kampanye Sanitasi di Pelabuhan Malasin​

Berita Terbaru