Suharto alias Bagong Kembali Maju, Bursa Ketua PAC Pemuda Pancasila Batang Kuis Mulai Menghangat

- Editor

Kamis, 5 Februari 2026 - 14:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batang Kuis I TribuneIndonesia.com–Dinamika kepemimpinan di tubuh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Batang Kuis mulai memasuki babak baru. Suharto alias Bagong, yang memimpin periode 2022–2025, resmi kembali mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua PAC untuk periode 2026–2029, Kamis (5/2/2026).

Pendaftaran dilakukan di Kantor PAC Pemuda Pancasila Batang Kuis di Jalan Sultan Serdang, dengan didampingi sejumlah pengurus serta anggota organisasi. Kehadiran Bagong menandai dimulainya kontestasi kepemimpinan yang diperkirakan akan berlangsung dinamis.

Masa jabatan kepengurusan sebelumnya memang telah berakhir sesuai ketentuan organisasi. Namun dukungan dari kader dan sahabat internal membuat Bagong kembali maju, membawa semangat melanjutkan sekaligus memperkuat arah organisasi.

“Periode 2026–2029 menjadi harapan baru bagi saya untuk membawa perubahan yang lebih besar. Saya ingin PAC Batang Kuis berkembang lebih maju dibanding masa sebelumnya. Mudah-mudahan lahir banyak program positif yang benar-benar berdampak,” ujar Bagong usai mendaftar.

“Sejauh ini masih seperti cek ombak. Pendaftaran sudah dibuka lima hari, tapi belum ada yang mendaftar. Baru hari ini terdengar kabar ada yang ingin ikut. Bagi saya tidak masalah, itu hak semua pihak,” tambahnya.

Bagong menegaskan dirinya menjalani proses pencalonan dengan santai namun penuh semangat, sembari berharap dukungan kader tetap solid.

Sementara itu, Ketua Panitia Rapat Pimpinan Umum (RPP) PAC Pemuda Pancasila Batang Kuis, Kasiono, menyatakan proses penjaringan bakal calon mulai menunjukkan geliat.

Meski saat diwawancarai belum ada pendaftar resmi lainnya, panitia memastikan seluruh mekanisme sudah disiapkan.

Baca Juga:  Skandal Tumpang Tindih Sewa Eks Pasar Aksara, TKN Kompas Nusantara Ancam Tempuh Jalur Hukum

“Peluang terbuka bagi seluruh kader internal yang memenuhi syarat organisasi,” kata Kasiono.

Memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Pemuda PancasilaTelah aktif sebagai anggota minimal 1–2 tahun

Dari total ranting di Batang Kuis, terdapat 10 ranting yang memiliki hak dukungan. Ranting Tanjung Sari tidak ikut karena masih berstatus Pelaksana Tugas (PLT).

Salah satu poin yang menyita perhatian adalah biaya administrasi pencalonan sebesar Rp30 juta. Menurut panitia, ketentuan ini bagian dari mekanisme organisasi dalam penyelenggaraan RPP sekaligus menjadi indikator keseriusan kandidat.“Ini sudah sesuai ketentuan organisasi,” tegas Kasiono.

Panitia juga akan segera mengirim surat permohonan kepada MPC/DPC agar RPP tingkat kecamatan dapat digelar dalam waktu dekat. Forum RPP nantinya menjadi ruang konsolidasi sekaligus penentuan arah kepemimpinan PAC ke depan.

Meski belum banyak nama mencuat, Kasiono menilai antusiasme kader cukup tinggi.

“Suasananya positif. Banyak kader ingin membicarakan masa depan organisasi. Tapi kita tidak bisa menentukan siapa pemenangnya, semua tergantung proses dan loyalitas calon,” ujarnya.

Kasiono menegaskan panitia akan bersikap netral dan memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai konstitusi organisasi.

“Kami hanya menjalankan mekanisme. Semua berjalan sesuai aturan,” tutupnya.

Dengan syarat ketat, dukungan struktural, serta biaya administrasi yang tidak kecil, bursa Ketua PAC Pemuda Pancasila Batang Kuis diprediksi menjadi ajang seleksi serius yang menonjolkan kader berpengalaman dan berkomitmen kuat terhadap organisasi.

Ilham Gondrong

Berita Terkait

BREAKING NEWS! APBD Perubahan Raja Ampat Disahkan, Mansur Shadan: Setiap Rupiah Harus Berdampak ke Rakyat
Dibantah Kepala Satpol PP, Endi Tetap Bawa Dugaan Ancaman Wartawan ke Polda PBD”.
Demi Keselamatan Raja Ampat, Kepala BPBD Ingatkan Warga Hentikan Pembakaran Lahan
Puluhan Titik Api Kepung Waisai, Empat Pulau Besar Raja Ampat Mulai Terancam Kebakaran
Panggil BKPSDM Soal IPDN Dipertanyakan, Warga: Jangan Salah Sasaran!
Ketua DPRK Raja Ampat Tegaskan APBD Perubahan 2026 Harus Tepat Sasaran
21,6 Ton Beras Digelontorkan ke Waisai, 720 Warga Masuk Daftar Penerima
Miras Ilegal Diduga Marak di Waisai, Penertiban Dipertanyakan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 01:47

Addressing the Geopolitical Crisis Involving the Middle East and Saudi Arabia: Here Is the Official Statement from the King of Morocco

Rabu, 30 September 2026 - 01:42

Tim Sepak Bola Kecamatan Kota Juang berhasil Final Piala Bupati Bireuen

Rabu, 30 September 2026 - 01:13

Sambut Hari Jadi Ke-24 Propam Polri, Propam Polres Bireuen Salurkan Bantuan Sosial kepada Masyarakat Kurang Mampu

Rabu, 30 September 2026 - 01:11

Cegah Penyalahgunaan Medsos, Judol dan Pinjol, Propam Polres Bireuen Sidak HP Personel

Selasa, 29 September 2026 - 23:41

Rumah Data Disiapkan, bilangan Nominal Masih Terpecah

Selasa, 29 September 2026 - 14:55

Kodaeral VIII dan Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 6,75 Ton Sianida Ilegal di Tiga Wilayah

Selasa, 29 September 2026 - 13:57

Dibantah Kepala Satpol PP, Endi Tetap Bawa Dugaan Ancaman Wartawan ke Polda PBD”.

Selasa, 29 September 2026 - 13:34

Target Pendapatan Naik, Saparuda IB Soroti Kemampuan Keuangan RSUD Datu Beru

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Rumah Data Disiapkan, bilangan Nominal Masih Terpecah

Selasa, 29 Sep 2026 - 23:41