Bitung | Tribuneindonesia.com – Walikota Bitung Hengky Honandar, S.E, menghadiri langsung Apel gelar pasukan kesiapsiagaan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan diwilayah kota bitung bertempat di Lapangan Sari Cakalang, Bitung, pada Kamis (3/9/26) pagi.
Agenda strategis ini dilaksanakan untuk memastikan kesiapan seluruh personel, sarana, dan prasarana dalam mengantisipasi ancaman karhutla yang berpotensi meningkat seiring masuknya kondisi cuaca kering di wilayah tersebut.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E., serta dihadiri Dandim 1310/Biting Letkol Inf I Dewa Made Dharmawan Juniarta,
Kapolres Bitung, AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., S.H., M.H., jajaran Forkopimda, Kasi Ops Kasrem 131/Santiago, perwakilan BNPB, Basarnas, hingga seluruh jajaran Perangkat Daerah terkait.
Apel ini memfokuskan perhatian pada sinergitas lintas sektoral guna memperkuat lini pertahanan daerah dari ancaman bencana asap dan kerusakan lingkungan.
Dalam amanatnya, Wali Kota Bitung menegaskan bahwa bencana kebakaran hutan dan lahan memiliki dampak berantai yang sangat merugikan bagi kehidupan masyarakat.
Selain merusak ekosistem hutan, dampak asap yang dihasilkan dapat memicu masalah kesehatan, melumpuhkan roda perekonomian lokal, hingga mengganggu jalur transportasi darat maupun laut di Kota Bitung.
”Dalam penanganan karhutla, kecepatan adalah kunci utama. Jangan menunggu api membesar: temukan sedini mungkin, laporkan secepat mungkin, dan padamkan sebelum meluas,”
tegas Wali Kota Hengky Honandar, di hadapan seluruh peserta apel.
Lebih lanjut, Hengky mengingatkan seluruh jajaran petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, Pemda, BNPB, hingga Basarnas untuk mengikis ego sektoral saat bertugas di lapangan.
Langkah penanganan karhutla tidak boleh berfokus pada tindakan pemadaman semata, melainkan wajib memperkuat edukasi publik, sosialisasi penjangkauan, serta pemantauan intensif pada titik-titik kawasan rawan kebakaran.
Di samping kesiapan aparat, orang nomor satu di Bitung tersebut melayangkan imbauan terbuka kepada seluruh lapisan masyarakat agar turut aktif menjaga kelestarian lingkungan.
Warga diminta tidak melakukan aktivitas pembakaran saat membersihkan lahan, menghindari tindakan ceroboh seperti membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melapor jika mendapati adanya indikasi titik api di sekitar wilayah pemukiman.
“Menjaga hutan dan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, TNI, Polri, atau petugas pemadam kebakaran, melainkan tanggung jawab kita bersama. Keberhasilan tugas bukan hanya ketika api berhasil dipadamkan, tetapi juga ketika seluruh personel dapat kembali dengan selamat,”
ujar Hengky menutup sambutannya. kegiatan berakhir dengan sesi foto bersama. (kiti)
























