
JAKARTA – Koordinator Nasional Relawan Listrik untuk Negeri (Kornas Re-LUN), Teuku Yudhistira, melontarkan kritik terhadap pengangkatan kembali Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero). Menurutnya, kembalinya Darmawan ke kursi pimpinan PLN menunjukkan kuatnya posisi yang dimilikinya di tengah berbagai sorotan terhadap kinerja perusahaan.
Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (2/7), Yudhistira menilai Darmawan tetap mampu mempertahankan jabatannya meski menghadapi berbagai kritik, mulai dari persoalan pemadaman listrik di sejumlah daerah, dugaan krisis pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), hingga isu tata kelola dan meritokrasi di tubuh PLN.
Yudhistira mengatakan, pengangkatan kembali Darmawan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada 18 Juni 2026 menjadi perhatian publik karena berlangsung di tengah masih terjadinya pemadaman listrik di sejumlah wilayah.
Ia juga menilai Darmawan memiliki pengaruh besar dalam struktur organisasi PLN, termasuk dalam perubahan nomenklatur jabatan direksi. Salah satu yang disorot adalah kembalinya posisi Wakil Direktur Utama PLN yang kini dijabat Yusuf Didi Setiarto.
Selain itu, Yudhistira mempertanyakan perkembangan penyelidikan terkait dugaan krisis batu bara untuk PLTU yang sebelumnya disebut melibatkan sejumlah institusi pemerintah. Menurutnya, hingga kini belum terlihat hasil yang disampaikan kepada publik.
Tak hanya itu, ia juga menyinggung pemberitaan sejumlah media yang dinilainya lebih banyak mengkritik pihak lain dibandingkan Direksi PLN dalam polemik tersebut. Menurutnya, kondisi itu memperlihatkan kuatnya posisi Darmawan di tengah berbagai persoalan yang berkembang.
Sebagai bentuk sindiran, Yudhistira menyampaikan usulan agar Darmawan ditetapkan sebagai Direktur Utama PLN “seumur hidup”. Menurutnya, jika pemerintah menilai tidak ada sosok lain yang mampu memimpin PLN, maka usulan tersebut bisa dipertimbangkan sebagai bentuk konsistensi kebijakan.
“Kalau saya boleh saran, Presiden harus jeli memandang sosok Darmo ini. Daripada mencari sosok lain sebagai regenerasi yang dianggap mampu membenahi PLN, lebih baik tetapkan saja Darmawan Prasodjo menjadi Dirut PLN seumur hidup. Atur dengan undang-undang kalau perlu,” ujar Yudhistira.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari PT PLN (Persero) maupun Darmawan Prasodjo terkait pernyataan dan kritik yang disampaikan Koordinator Nasional Re-LUN tersebut.















