Balada Perpisahan di Ruang Sarundajang

- Editor

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitung | Tribuneindonesia.com – Angin laut yang berembus di lapangan upacara Pemerintah Kota Bitung siang itu seolah membawa firasat lain, 1 Juli 2026.

Di bawah langit yang membentang, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Bitung berdiri tegak, larut dalam kekhidmatan upacara memperingati Hari Bhayangkara ke-80, sebuah seremoni yang kelak disadari menjadi panggung perpisahan yang menyayat hati.

​Langkah kaki para perwira kemudian bergeser menuju Ruang S.H. Sarundajang untuk menggelar acara syukuran.

Ruangan itu sesak, dipenuhi oleh unsur Forkopimda Kota Bitung, perwakilan TNI, instansi vertikal, serta para tokoh agama dari FKUB dan MUI yang duduk membisu, menanti jalannya acara.

​Saat berdiri di podium, Kapolres Bitung AKBP Albert Zai menatap lurus ke arah hadirin dengan pandangan yang sulit diartikan.

Dalam sambutannya, ia meluapkan apresiasi dan rasa terima kasih yang teramat mendalam, menyapa hangat setiap tamu undangan yang rela meluangkan waktu di tengah pusaran kesibukan mereka.

Ketegangan formalitas itu sempat mencair sesaat, bertukar dengan riak kegembiraan ketika Wakil Wali Kota Bitung, Randito Maringka, melangkah maju.

Bukan untuk memberikan maklumat, melainkan memegang mikrofon dan mulai mengalunkan sebuah lagu lawas yang menyentuh memori kolektif ruangan.

​Melihat aksi panggung sang Wakil Wali Kota, senyum AKBP Albert Zai merekah lebar.

Sang Kapolres spontan memberikan aplaus hangat, sebuah gerakan yang langsung memicu gemuruh tepuk tangan riuh dari jajaran kepolisian dan seluruh tamu undangan.

​Dua tembang manis yang dibawakan Randito Maringka mengalun indah, menghembuskan napas kehidupan dan kehangatan ke setiap sudut Ruang S.H. Sarundajang.

Namun, tidak ada yang menduga bahwa keceriaan itu hanyalah pengantar menuju sebuah momen yang menguras air mata.

​Suasana berubah magis disaat mikrofon itu berpindah tangan, diserahkan langsung kepada Albert Zai. Sang Kapolres bangkit berdiri, melangkah perlahan, bersiap untuk menumpahkan isi hatinya lewat nada.

​Pilihan lagu Albert mengejutkan banyak orang, ia memilih sebuah lagu lawas Manado karya maestro Connie Maria Mamahit.

Baca Juga:  ​Terjerat UU Kesehatan, Pengedar Obat Keras di Girian Diciduk Polisi Saat Jemput Paket

Sebuah lagu yang tidak sekadar menghibur, melainkan sebuah metafora emosional yang sejalan dengan takdir sang Kapolres saat ini.

​Lirik demi lirik lagu tersebut mengalir, mencerminkan gejolak batin Albert yang mendalam. Di balik seragam tegasnya, ia tahu bahwa waktu terus berdetak, dan ia kini hanya tinggal menunggu hari untuk hengkang, meninggalkan Bitung menuju tempat tugas barunya di Manado.

Lalu, keheningan mencekam itu datang. Suasana di dalam ruangan seketika meledak oleh rasa haru yang tak terbendung gegara Albert tiba-tiba menghentikan suaranya, tak lagi mampu meneruskan bait-bait lagu yang mengisahkan perihnya sebuah perpisahan.

​Kata-katanya tercekat di tenggorokan, terkunci oleh rasa sedih yang mendalam. Sontak saja, mata sang Kapolres terlihat berkaca-kaca, berkilau diterpa lampu ruangan saat ia menatap tajam wajah para personel setianya dan seluruh jiwa yang hadir di ruangan itu.

​Melihat sang komandan rapuh di puncak emosinya, atmosfer ruangan menjadi begitu berat dan mengharu biru.

Detik-detik yang menegangkan itu seolah membeku, meninggalkan keheningan yang menyiksa di dalam dada setiap orang yang menyaksikannya.

​Menyadari situasi yang teramat emosional tersebut, salah seorang penyanyi pria yang berdiri di dekat Kapolres bergerak cepat memecah kesunyian.

Dengan penuh rasa hormat, ia segera mengambil alih mikrofon dari tangan Albert yang bergetar.

​Bait lagu yang sempat terputus itu kembali berdendang, dan seolah dikomando oleh rasa cinta yang sama, seluruh hadirin di Ruang S.H. Sarundajang serempak ikut bernyanyi.

Mereka menyatukan suara, melepaskan energi penyemangat bagi sang Kapolres yang selama ini mereka cintai dan banggakan.

​Koor massal yang bergetar di dalam ruangan itu menjadi sebuah salam perpisahan yang teramat puitis dan dramatis.

Sebuah penghormatan terakhir dari Kota Bitung untuk AKBP Albert Zai, sebelum ia melangkah pergi memeluk tugas barunya di Manado. (talia)

Berita Terkait

HUT RI ke-81, Panitia Tetapkan Pemenang Lomba Karya Foto dan Karya Tulis Jurnalistik Aceh Tengah–Bener Meriah
Proyek P3-TGAI Desa Kuning I Disorot, Plang Tak Terlihat dan TPM Diduga Membiarkan
Program Banyak, Guru Tertunda — Keadilan Harus Sampai ke Ujung Negeri
Komisi V DPRA Serahkan Bantuan, Dorong Solusi Hunian bagi Korban Kebakaran
Polres Aceh Tenggara Diminta Panggil dan Periksa Kades Kampung Baru, Terkait Dugaan Korupsi DD Tahun 2025
Eks Kombatan GAM Pidie Tegaskan Perdamaian Harus Dijaga, Masyarakat Diminta Waspadai Provokasi
HRD Dukung Terobosan Presiden Prabowo Hadirkan Infrastruktur Dasar bagi Masyarakat
HUT ke-81 RI, TKN Kompas Nusantara dan KAMADA LMP Sumut Gelar Hiburan Rakyat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:25

Perkuat Sinergitas Forkopimda, Pemkot Bitung Sukses Gelar Upacara Taptu Jelang Hari Kemerdekaan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:59

Pengukuhan Paskibraka Bitung 2026: Hengky Honandar Titip Pesan Wujudkan Harmonisasi Daerah

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:55

Proyek P3-TGAI Desa Kuning I Disorot, Plang Tak Terlihat dan TPM Diduga Membiarkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:09

P3-TGAI Desa Kuning I Disorot Tajam, TPM Diduga Tutup Mata: “Kalau Melihat, Kenapa Diam?”

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:29

Pencuri Kabel Tower XL Smart di Aceh Tamiang Dibekuk, Satu Pelaku Diamankan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:14

Perkuat Sinergi Syariah, Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp400 Juta Melalui Baitul Mal Simeulue

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:38

Dari Pinang Tak Produktif Menjadi Kebun Manfaat, SMA Negeri 1 Badar Sulap Halaman Sekolah Jadi Aset Pendidikan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:41

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju Simeulue Hebat, Indonesia Kuat

Berita Terbaru