P3-TGAI Desa Kuning I Disorot Tajam, TPM Diduga Tutup Mata: “Kalau Melihat, Kenapa Diam?”

- Editor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGGARA | TRIBUNEINDONESIA.COM — Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, semakin menjadi sorotan.

Bukan hanya kondisi fisik pekerjaan yang dipertanyakan. Fungsi pengawasan dan pendampingan TPM kini ikut terseret dalam tanda tanya besar.

Dari hasil pantauan dan informasi yang dihimpun, pekerjaan di lapangan dinilai tidak mencerminkan pelaksanaan program yang transparan dan melibatkan masyarakat secara maksimal. Papan informasi kegiatan juga tidak terlihat di lokasi yang didokumentasikan, sementara penggunaan perlengkapan keselamatan kerja oleh pekerja turut dipertanyakan.

Yang lebih serius, muncul dugaan bahwa pekerjaan tidak sepenuhnya dikerjakan secara swakelola dan keterlibatan masyarakat setempat sangat minim.

TPM Jangan Hanya Datang Saat Foto Dokumentasi

Aktivis LSM KPK RI, Saidul, angkat bicara keras.

Menurutnya, keberadaan TPM jangan hanya sebatas nama dalam administrasi atau hadir ketika kegiatan membutuhkan dokumentasi.

“Kalau kondisi pekerjaan memang amburadul dan bisa dilihat dengan mata, pertanyaannya sederhana: TPM melihat atau tidak? Kalau melihat, kenapa diam? Kalau tidak melihat, lalu apa fungsi pendampingan di lapangan?” tegas Saidul.

Ia meminta TPM memberikan penjelasan terbuka mengenai kegiatan pendampingan yang telah dilakukan.

“Jangan sampai masyarakat mempertanyakan proyek, tetapi TPM justru tidak pernah memberikan penjelasan. Kalau pengawasan sudah dilakukan, tunjukkan hasilnya. Ada laporan pengawasan? Ada teguran? Ada rekomendasi perbaikan? Buka semuanya,” ujarnya.

Kepala Desa Sebut Ketua BPD Tangani P3-TGAI

Persoalan semakin menarik setelah Kepala Desa Kuning I, Selamat, dikonfirmasi melalui telepon seluler.

Selamat menyatakan dirinya tidak terlibat langsung dalam pelaksanaan P3-TGAI. Bahkan ia menegaskan tidak pernah menandatangani surat perjanjian kerja sama dengan pihak yang disebut sebagai pemberi aspirasi.

“Saya tidak pernah melakukan tanda tangan seperti surat perjanjian kerja sama antara pemberi aspirasi dengan saya,” tegas Selamat.

Menurut keterangan Selamat, pihak yang menangani kegiatan tersebut adalah Ketua BPD/BPK Desa Kuning I.

Baca Juga:  Jeritan Mahasiswa di Medan: Empat Kegiatan Fiktif Dinas Pendidikan Labura Harus Diusut! Kejatisu Diminta Bertindak Tegas!

Pernyataan ini tentu harus diklarifikasi secara terbuka.

Benarkah Ketua BPD menangani kegiatan? Dalam kapasitas apa? Apakah masuk struktur P3A? Apakah mengatur pekerja? Apakah mengelola material?

Semua itu harus dijawab dengan dokumen, bukan sekadar pernyataan.

Saidul: Jangan Ada Pengawasan “Mata Tertutup”

Saidul menilai jika benar Ketua BPD terlibat dalam pelaksanaan, sementara TPM mengetahui tetapi tidak memberikan teguran atau klarifikasi, maka kondisi tersebut patut dipertanyakan.

“Kami tidak mengatakan TPM bersalah. Tetapi kalau ada kondisi yang tidak sesuai dan pengawas mengetahuinya, jangan diam. Tugas pendamping bukan membiarkan. Kalau ada persoalan, harus disampaikan dan diperbaiki,” katanya.

Ia menegaskan, uang negara bukan untuk dikelola secara sembarangan.

“Jangan sampai masyarakat hanya dijadikan penonton. Programnya atas nama masyarakat, tetapi masyarakat tidak dilibatkan. Kalau benar swakelola, mana masyarakat yang bekerja? Tunjukkan daftar pekerjanya, pembayaran upahnya, dan siapa yang mengendalikan pekerjaan,” tegas Saidul.

BWS/BBWS Jangan Hanya Periksa Berkas

LSM KPK RI mendesak BWS/BBWS terkait turun langsung ke lokasi.

Pemeriksaan, kata Saidul, harus mencakup dokumen pelaksana, perjanjian kerja sama, struktur P3A, keterlibatan masyarakat, peran TPM, volume pekerjaan, kualitas konstruksi, material, hingga penggunaan anggaran.

“Jangan hanya memeriksa laporan yang sudah dibuat. Datang ke lapangan. Ukur bangunannya. Tanya masyarakat. Tanya pekerja. Tanya P3A. Tanya TPM. Dari situ baru kelihatan siapa yang benar-benar bekerja dan siapa yang hanya bermain di balik administrasi,” ujarnya.

Saidul menegaskan LSM KPK RI akan terus mengawal persoalan tersebut.

“Kalau memang semuanya benar, kami siap mengakui. Tetapi kalau ditemukan penyimpangan, jangan ada yang mencoba menutupinya. Program P3-TGAI adalah program untuk masyarakat, bukan ladang kepentingan segelintir orang,” pungkasnya.

TRIBUNEINDONESIA.COM membuka ruang hak jawab kepada TPM, Ketua BPD/BPK Desa Kuning I, P3A, Kepala Desa Kuning I, pihak yang disebut sebagai pemberi aspirasi, serta BWS/BBWS terkait untuk memberikan klarifikasi dan dokumen pendukung. ***

Berita Terkait

Tragedi Kebakaran Melanda Rumah Makan Rusni di Jantung Kota Bitung
IWO Bali Soroti Keluhan Warga soal Perbaikan Jalan Gajah Mada, Nyoman Suyasa Sentil Lemahnya Koordinasi PU dan PDAM
Dikawal Paguyuban Driver, Perda Angkutan Sewa Khusus Bali Akhirnya Kantongi Nomor Register
Nelayan Meosmanggra Temukan Dugaan Bom Ikan di Waigeo Barat, Ketua HMNI Desak Aparat Bertindak
Satgas PRR Kemendagri dan Pemko Langsa Perkuat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Pemkot Bitung Dukung Program KBK Keuskupan Manado, Fungsikan Lahan Tidur untuk Tekan Inflasi
Beri Kepastian Hukum, Kemenkumham Sulut Tuntaskan Dokumen Kewarganegaraan Ratusan Warga Keturunan Filipina
Surat Pembatalan Tugas dr. Laura Belum Dijawab Bupati, Dokter Tetap Layani Pasien Anak
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:29

PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta Dukung Operasi Patuh Jaya 2026, Perkuat Sinergi Wujudkan Lalu Lintas Berkeselamatan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:27

PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta Berkolaborasi dalam menangani Kemacetan dan Keselamatan Lalu Lintas Bersama Stakeholders

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:25

Jasa Raharja Bersama Stakeholder Jakarta Timur Dorong Peningkatan Keselamatan Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:23

Melalui Program MUKL, PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta Tingkatkan Kesadaran Kesehatan dan Keselamatan Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:07

Dukung Program Kapolri, Kapolres Bireuen Pimpin Penanaman Pohon ‘Green Policing’ di Jangka

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:42

Perangi Narkoba Hingga Judol, Kapolres Bireuen Dobrak Kesadaran Warga di Mimbar Jum’at

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:56

Perkuat Karakter Boarding School, SMPN 2 Bireuen Hadirkan Penceramah Karismatik Tgk Syahrul

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:59

Surat Pembatalan Tugas dr. Laura Belum Dijawab Bupati, Dokter Tetap Layani Pasien Anak

Berita Terbaru