TAMPERAK : Jika Tak Mampu Tuntaskan Jadup, Plt Kadinsos Aceh Tamiang Sebaiknya Diganti Saja

- Editor

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang | TribuneIndonesia.com

Ketua Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi (TAMPERAK) Purnawirawan TNI Zulsyafri, mempertegas sikapnya terkait polemik penyaluran bantuan jaminan hidup (jadup) bagi korban banjir.

Selain mendesak evaluasi, TAMPERAK juga menyatakan bahwa apabila Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial tidak mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik, maka sudah sepatutnya dilakukan pergantian.

Desakan ini ditujukan langsung kepada Bupati Aceh Tamiang agar segera mengambil langkah tegas demi menyelamatkan kepercayaan publik yang kian menurun, ini bukan sekadar soal evaluasi. Kalau memang tidak mampu menuntaskan persoalan jadup yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat, maka lebih baik diganti dengan pejabat yang lebih kompeten,” tegas Zulsyafri.

Menurut Zulsyafri, keterlambatan penyaluran jadup hingga akhir April 2026 merupakan bentuk kegagalan serius dalam tata kelola bantuan sosial. Padahal, jadup merupakan bantuan yang bersifat mendesak dan tidak dapat ditunda karena menyangkut kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat terdampak bencana.

Hingga saat ini, masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir belum menerima bantuan tersebut secara merata.
Kondisi ini memicu kekecewaan luas dan bisa mendorong aksi demonstrasi kembali nantinya.

TAMPERAK menilai, persoalan ini semakin diperparah oleh pernyataan pihak Dinas Sosial yang berulang kali menjanjikan pencairan bantuan dalam waktu dekat, namun tidak kunjung terealisasi.
” Janji yang terus diulang tanpa realisasi hanya akan menjadi bumerang.” Masyarakat sudah lelah menunggu dan mendengar hal yang sama tanpa kepastian,” lanjutnya.

Baca Juga:  MBG di Aceh Tenggara Serap 3.000 Tenaga Kerja, Khairul Abdi: Bukan Sekadar Gizi, Tapi Penggerak Ekonomi Rakyat

Akibatnya, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah mengalami penurunan signifikan. Bahkan, sebagian warga mulai menunjukkan sikap apatis terhadap kebijakan pemerintah, khususnya terkait bantuan sosial.

Zulsyafri menegaskan bahwa kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah daerah harus segera mengambil langkah konkret, baik melalui evaluasi maupun pergantian pejabat, guna memastikan penyaluran jadup dapat segera direalisasikan.
“Jadup ini menyangkut perut masyarakat. Kalau tidak segera disalurkan, dampaknya sangat luas. Pemerintah harus hadir secara nyata, bukan hanya melalui pernyataan,” ujarnya.

Selain itu, Zulsyafri juga meminta adanya transparansi terkait kendala yang menyebabkan keterlambatan pencairan bantuan. Menurut mereka, keterbukaan informasi menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan publik.

Zulsyafri berharap, Bupati Aceh Tamiang dapat segera mengambil keputusan yang berpihak kepada masyarakat, termasuk mempertimbangkan pergantian Plt Kepala Dinas Sosial jika dinilai tidak mampu menjalankan tugas secara optimal.

” Jangan sampai persoalan ini terus berulang.” Jika tidak ada tindakan tegas maka krisis kepercayaan akan semangkin dalam, ” tutupnya

Berita Terkait

Bayi 3 Minggu Diduga Tewas di Tangan Ayah Kandung, Luka Kecil yang Mengguncang Hati Nurani
Babinsa Hadir Dukung Pendidikan, SMK Magadha 1 Gianyar Siap Cetak Generasi Unggul
Setengah Abad Mengabdi, Dilepas Tanpa Negara Ketidakpedulian Camat Hamparan Perak dan Kades Bulu Cina Dipertanyakan
PEMILIHAN KETUA OSIS SMP NEGERI 1 MANYAK PAYED JADI IMPLEMENTASI P5 TEMA SUARA DEMOKRASI
Arief Martha Rahadyan Serahkan Wakaf Al-Qur’an di Bogor, Dorong Penguatan Pendidikan Pesantren
*Tolak Persidangan Online, Kuasa Hukum Kadri Amin Minta Persidangan Secara Langsung di Pengadilan Tipikor*
BIMTEK PEMILIHAN GEUCHIK DI LANGSA BATAL, DIDUGA TERKENDALA ANGGARAN Penggunaan Dana Desa Disorot, SOMASI Kritik Keterlibatan Pihak Ketiga
Banda Aceh Rayakan HUT ke-821, Momentum Sinergi di Tengah Sorotan Efisiensi Anggaran
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:41

Sejumlah Pejabat Kodam IX/Udayana Diserahterimakan Termasuk Kapendam

Rabu, 29 April 2026 - 04:00

Ditressiber Polda Bali Gulung Judi Online Jaringan Internasional dan Prostitusi Daring

Rabu, 29 April 2026 - 00:56

Dari Rumah Sederhana, Kembang Pucuk Bordir Siap Mengguncang Panggung Fashion Nasional

Selasa, 28 April 2026 - 11:23

Polresta Denpasar Amankan Puluhan WNA Diduga Jadi Korban Penyekapan

Senin, 27 April 2026 - 10:38

Kodim 1616/Gianyar Dukung KDKMP, Perkuat Ekonomi Desa Berbasis Koperasi

Minggu, 26 April 2026 - 07:25

Sinergi Jadi Kunci, Pisah Sambut Dandim 0201/Medan Berlangsung Hangat dan Penuh Makna

Minggu, 26 April 2026 - 01:14

Melarikan Diri dan Terjatuh ke Lereng saat Hendak Ditangkap, Seorang Pengedar Narkoba di Aceh Timur Meninggal Dunia

Sabtu, 25 April 2026 - 15:16

Pangdam IX/Udayana Tutup Dikmaba Infanteri Gelombang I TA 2026, 137 Prajurit Resmi Dilantik

Berita Terbaru