Dari Rumah Sederhana, Kembang Pucuk Bordir Siap Mengguncang Panggung Fashion Nasional

- Editor

Rabu, 29 April 2026 - 00:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Denpasar |Tribuneindonesia.com Di tengah derasnya arus tren fast fashion yang serba cepat dan instan, hadir sebuah kisah inspiratif yang tumbuh dari kesabaran, ketelatenan, serta kecintaan terhadap budaya bangsa. Kisah tersebut datang dari UMKM Kembang Pucuk Bordir, sebuah usaha rumahan yang tidak hanya memproduksi busana, tetapi juga menjaga identitas budaya Indonesia melalui keindahan sehelai kebaya.

Didirikan oleh Ny. Kadek Ariasih, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLI Yonzipur 18 PD IX/Udayana, Kembang Pucuk Bordir menjadi bukti nyata bahwa kreativitas perempuan, khususnya istri prajurit, mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi keluarga sekaligus menjadi garda pelestari warisan budaya bangsa.

Melalui sentuhan bordir yang khas dan bernilai seni tinggi, kebaya tidak lagi dipandang sekadar sebagai busana tradisional, melainkan tampil sebagai simbol keanggunan yang tetap relevan dengan perkembangan zaman. Kebaya, khususnya di Bali, memiliki makna yang sangat mendalam. Ia bukan hanya pakaian, tetapi bagian dari identitas budaya yang digunakan dalam berbagai kegiatan formal, adat, hingga upacara keagamaan.

Seiring perkembangan zaman, kebaya terus mengalami transformasi, baik dari sisi desain, warna, maupun motif. Di sinilah kebaya bordir menemukan ruangnya sebagai bentuk inovasi yang memperkaya tampilan tanpa meninggalkan nilai kesopanan, keindahan, dan filosofi yang menjadi ruh utamanya.

Perjalanan Kembang Pucuk Bordir dimulai pada tahun 2010 dari langkah sederhana seorang ibu rumah tangga yang ingin membantu perekonomian keluarga. Berbekal enam mesin bordir dan lima tenaga kerja rumahan, usaha ini tumbuh secara bertahap namun konsisten.

Strategi pemasaran yang diterapkan pun adaptif dan progresif, mulai dari sistem jemput bola, mengikuti berbagai bazar di sejumlah kota seperti Bali, Bandung, hingga Jakarta, serta aktif berpartisipasi dalam pameran di Art Center Denpasar. Memasuki era digital, media sosial juga dimanfaatkan sebagai sarana efektif untuk memperluas jangkauan pasar.

Yang menjadikan Kembang Pucuk Bordir istimewa bukan hanya hasil akhirnya, tetapi juga proses panjang di balik setiap karya. Setiap kebaya dibuat dengan ketelitian tinggi, dimulai dari penyusunan pola, proses penyablonan menggunakan campuran talek dan air, hingga tahap pembordiran menggunakan mesin khusus dengan benang sutera berkualitas.

Satu helai kebaya dapat memakan waktu pengerjaan hingga tiga sampai empat minggu. Waktu yang panjang tersebut bukan sekadar proses produksi, melainkan wujud dedikasi, ketekunan, dan kecintaan terhadap setiap detail karya.

Baca Juga:  Sinergi TNI–POLRI Menggema di Medan: HUT ke-80 TNI Jadi Simbol Persatuan Bangsa

Menurut Ny. Kadek Ariasih, minat masyarakat terhadap kebaya bordir terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Keunikan motif flora dan fauna yang dipadukan dengan kombinasi warna elegan menjadikan setiap kebaya memiliki karakter dan nilai artistik tersendiri.

“Lebih dari sekadar busana, kebaya bordir adalah ekspresi seni yang memiliki nilai emosional, baik bagi pembuatnya maupun bagi mereka yang mengenakannya,” ungkapnya.

Momentum penting kini menanti. Kembang Pucuk Bordir akan tampil dalam ajang Persit Bisa 2 yang akan diselenggarakan pada 7–9 Mei 2026 di Balai Kartini, Jakarta. Kegiatan ini menjadi panggung strategis bagi anggota Persit Kartika Chandra Kirana untuk menunjukkan kreativitas, inovasi, dan kontribusi nyata dalam melestarikan wastra nusantara, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam mendukung ekonomi kreatif keluarga.

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLI Yonzipur 18 PD IX/Udayana, Ny. Fitria Zaenal Abidin, menegaskan bahwa seni bordir bukanlah pekerjaan biasa. Dibutuhkan ketelitian, kesabaran, serta dedikasi tinggi untuk menghasilkan karya yang bernilai dan berkelas.
“Melalui ajang ini, kami berharap karya-karya istri prajurit tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu menembus pasar fashion kelas atas dan menjadi kebanggaan nasional,” ujarnya.

Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi ajakan terbuka kepada masyarakat, khususnya pecinta kebaya, kolektor wastra, dan generasi muda, untuk turut berperan aktif menjaga keberlangsungan budaya bangsa. Dukungan terhadap UMKM lokal bukan semata soal ekonomi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga jati diri bangsa agar tetap hidup di tengah derasnya arus globalisasi.

Kembang Pucuk Bordir telah membuktikan bahwa dari ruang sederhana dapat lahir karya luar biasa. Dengan semangat inovasi, ketekunan, dan komitmen terhadap kualitas, usaha ini tidak hanya menggerakkan ekonomi keluarga, tetapi juga menghidupkan kembali kebaya sebagai simbol keanggunan perempuan Indonesia.

Harapannya, melalui ajang Persit Bisa 2, kebaya bordir tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga mampu melangkah lebih jauh ke panggung high fashion dunia, membawa nama Indonesia dengan penuh keanggunan, nilai budaya, dan kebanggaan nasional(red)

Berita Terkait

Dandim 0204/DS Tegaskan Loyalitas Prajurit Lewat Tradisi Pindah Satuan
Kasat Reskrim menegaskan akan segera menetapkan para tersangka kasus dugaan pengeroyokan
Kapendam IX/Udayana Luruskan Pemberitaan Terkait Insiden Anggota TNI Dengan Brimob di Manggarai Barat
Kodam IX/Udayana Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan TNI dan Rakyat
Brimob Aceh Hadirkan Aksi Nyata Lewat Program Indonesia ASRI, Masjid Baiturrohim Kini Lebih Bersih dan Nyaman
Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir Dianugerahi JMSI Award 2026
Audiensi dengan LDII, Kapolresta Denpasar Ajak Masyarakat Aktif Jaga Kamtibmas dan Kelola Sampah
Perkuat Sinergi Informasi, Kapuspen TNI Gelar Dialog Bersama Insan Pers
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 06:55

Galian C Ilegal Marak di Simeulue, Salah Satunya di Desa Suak Bulu Diduga Oknum Terlibat Perjualbelikan

Senin, 15 Juni 2026 - 15:29

Yemima Sitanggang Tembus Top 20, Deli Serdang Bidik Gelar POI 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 15:11

RSU Rahmad Hidayah Diperluas, Layanan Kesehatan dan Lapangan Kerja Diperkuat

Senin, 15 Juni 2026 - 14:57

Lom Lom Suwondo Ajak Warga Berikan Data Akurat untuk Sensus Ekonomi 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 14:43

Deli Serdang Mengaji Bidik Penguatan Moral ASN

Senin, 15 Juni 2026 - 14:29

56 Kafilah Deli Serdang Siap Bawa Nama Daerah di MTQ Sumut

Senin, 15 Juni 2026 - 04:07

SE 2026 Dimulai, BPS Bidik Peta Ekonomi Deli Serdang

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:05

Dugaan Korupsi Mengemuka, Tersangka Tak Kunjung Ada: Ketua LKGSAI Saidul Angkat Bicara

Berita Terbaru

Perusahaan, Perkebunan dan Peternakan

Lapas Labuhan Ruku Gelar Panen Raya Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Rabu, 17 Jun 2026 - 04:36