Pasca Banjir Aceh Tamiang, Aksi Pencurian Marak Terjadi, Warga Resah

- Editor

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TAMIANG  | TribuneIndonesia.com – Situasi pasca-banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang kini memunculkan persoalan baru. Di tengah duka masyarakat akibat kerugian harta benda dan korban jiwa, aksi pencurian dilaporkan semakin marak terjadi dan membuat warga merasa tidak aman.
Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi (TAMPERAK) Aceh Tamiang menyebutkan, sejumlah kasus kehilangan mulai dilaporkan warga sejak bencana banjir mereda. Para pelaku diduga memanfaatkan kondisi lingkungan yang masih belum stabil untuk melancarkan aksi mereka, terutama pada malam hari saat rumah atau fasilitas umum dalam keadaan kosong.

Ketua TAMPERAK Aceh Tamiang, Purnawirawan TNI Zulsyafri, mengatakan masyarakat kini diliputi keresahan karena keamanan lingkungan dinilai semakin rentan setelah bencana.
“Sejak banjir terjadi dan mulai surut, warga merasa situasi perkampungan tidak lagi aman. Banyak laporan kehilangan yang terjadi di beberapa lokasi,” ujar Zulsyafri, Selasa.

Menurutnya, para pelaku diduga memanfaatkan kelengahan warga yang masih fokus memulihkan kondisi pasca-bencana. Sejumlah fasilitas umum bahkan tidak luput dari sasaran pencurian.
Beberapa barang yang dilaporkan hilang di antaranya mixer pengeras suara di meunasah Desa Tualang Baro, pintu kamar mandi sekolah, hingga peralatan milik sekolah lainnya.

Baca Juga:  Sempat Miskomunikasi Dengan Kasatlantas, Ketua AJI Bireuen: Masalahnya Sudah Clear

Warga setempat mengaku sangat resah dengan kondisi tersebut. Mereka menilai tindakan pencurian di tengah situasi bencana merupakan perbuatan yang sangat tidak berperikemanusiaan.
“Kami sudah sangat resah. Dalam kondisi seperti ini, seharusnya saling membantu, bukan malah mengambil kesempatan melakukan pencurian,” ungkap salah seorang warga.

Zulsyafri menilai kondisi ekonomi yang sulit pasca-banjir juga dapat menjadi salah satu pemicu meningkatnya tindak kriminal. Selain itu, ia juga menyoroti masih maraknya peredaran narkoba yang diduga mendorong sebagian pelaku melakukan tindakan nekat.
“Situasi ekonomi yang sulit ditambah maraknya peredaran narkoba eceran bisa menjadi faktor pendorong. Para pecandu kerap menghalalkan berbagai cara untuk memenuhi kebutuhannya,” katanya.

Melihat kondisi tersebut, TAMPERAK bersama tokoh masyarakat Aceh Tamiang meminta pemerintah daerah serta aparat keamanan TNI dan Polri untuk segera mengambil langkah antisipatif.
Salah satu langkah yang diharapkan adalah mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) di desa-desa terdampak banjir guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Kami berharap pemerintah daerah bersama aparat keamanan dapat menginstruksikan kembali pengaktifan siskamling di lingkungan masyarakat agar keamanan kembali terjaga,” tutup Zulsyafri. (Z)

Berita Terkait

TAMPERAK : Jika Tak Mampu Tuntaskan Jadup, Plt Kadinsos Aceh Tamiang Sebaiknya Diganti Saja
Bayi 3 Minggu Diduga Tewas di Tangan Ayah Kandung, Luka Kecil yang Mengguncang Hati Nurani
Babinsa Hadir Dukung Pendidikan, SMK Magadha 1 Gianyar Siap Cetak Generasi Unggul
Setengah Abad Mengabdi, Dilepas Tanpa Negara Ketidakpedulian Camat Hamparan Perak dan Kades Bulu Cina Dipertanyakan
PEMILIHAN KETUA OSIS SMP NEGERI 1 MANYAK PAYED JADI IMPLEMENTASI P5 TEMA SUARA DEMOKRASI
Arief Martha Rahadyan Serahkan Wakaf Al-Qur’an di Bogor, Dorong Penguatan Pendidikan Pesantren
*Tolak Persidangan Online, Kuasa Hukum Kadri Amin Minta Persidangan Secara Langsung di Pengadilan Tipikor*
BIMTEK PEMILIHAN GEUCHIK DI LANGSA BATAL, DIDUGA TERKENDALA ANGGARAN Penggunaan Dana Desa Disorot, SOMASI Kritik Keterlibatan Pihak Ketiga
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 12:52

UMKM Central Deli Serdang Resmi Dibangun Langkah Nyata Menata Ekonomi Rakyat dari Jantung Lubuk Pakam

Kamis, 30 April 2026 - 08:12

PWKI Deli Serdang Hadirkan Edukasi Strategis di Desa Sumberjo

Rabu, 29 April 2026 - 15:52

Wabup Deli Serdang Hadiri Penutupan Satgas Pemulihan Bencana Aceh, Tegaskan Komitmen Bangkit Bersama

Selasa, 28 April 2026 - 23:58

Dari Rumah Reyot ke Harapan Baru Sentuhan hati Bupati Deli Serdang di Hamparan Perak

Selasa, 28 April 2026 - 16:06

Deli Serdang Perkuat Perang Melawan Narkoba, Sinergi dengan BNN Didorong hingga Desa

Selasa, 28 April 2026 - 15:49

Dari Tanah Sengketa hingga Irigasi Kritis, Bupati Deli Serdang “Ketuk Pintu” Pusat di Reses NasDem

Selasa, 28 April 2026 - 00:08

Lahan Eks HGU Lonsum 75 Hektare Resmi Diserahkan, Pemkab Deli Serdang Prioritaskan Kepentingan Rakyat

Senin, 27 April 2026 - 09:09

Bupati Asri Ludin Tegaskan Arah Baru Otonomi Daerah  Kerja Nyata, Bukan Sekedar Seremonial

Berita Terbaru