Jakarta | TribuneIndonesia.com –Indonesia berselimut duka sedalam-dalamnya atas berpulangnya Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno.
Sebagai bentuk apresiasi tertinggi negara, almarhum dikebumikan melalui upacara pemakaman militer yang khidmat di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Senin (2/3).
Suasana haru menyelimuti area pemakaman saat jenazah tokoh bangsa tersebut perlahan diturunkan ke liang lahat.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hadir langsung untuk bertindak sebagai inspektur upacara dalam prosesi sakral tersebut.
Kehadiran Kepala Negara di tengah jajaran pejabat tinggi dan kerabat menjadi simbol penghormatan negara terhadap jasa-jasa besar yang telah ditorehkan almarhum selama masa pengabdiannya.
Upacara ini pun berlangsung dengan protokol militer yang ketat sebagai penghormatan atas dedikasi almarhum di dunia kemiliteran dan pemerintahan.
Prosesi pemakaman sendiri dimulai tepat pada pukul 13.45 WIB, sesaat setelah pihak keluarga menyerahkan jenazah kepada negara untuk dimakamkan secara resmi.
Serah terima yang berlangsung penuh emosional tersebut menandai awal dari rangkaian penghormatan terakhir bagi sang jenderal.
Dentuman tembakan salto dari pasukan militer turut mengiringi keberangkatan almarhum menuju tempat peristirahatan terakhirnya.
Kepergian Try Sutrisno tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga, namun juga menjadi kehilangan besar bagi seluruh rakyat Indonesia.
Almarhum dikenal sebagai sosok yang meninggalkan warisan keteladanan serta semangat cinta tanah air yang tidak pernah luntur.
Nilai-nilai integritas dan dedikasi yang ia tunjukkan selama hidupnya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa dalam menjaga kedaulatan NKRI.
Di penghujung upacara, doa bersama dipanjatkan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.
Harapan besar juga disampaikan agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, serta penghiburan oleh Allah SWT dalam menghadapi masa sulit ini.
Kini, sang putra terbaik bangsa telah tenang, meninggalkan jejak sejarah yang akan selalu dikenang oleh bumi pertiwi. (∗–talia)


















